Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

100 TAHUN TANPA KHILAFAH, LIBERALISME MAKIN MENJERUMUSKAN GENERASI MUDA

Jumat, 12 Maret 2021



(Sabrina Nusaiba)

 

Tepat tanggal 3 Maret 1924, umat Islam tak lagi menjadi pemimpin dunia. Sejak 28 Rajab 1342 H sampai di tahun 1442 H, umat Islam genap kehilangan perisai-nya selama seratus tahun lamanya.

 

Hal ini mengakibatkan perubahan secara luas dalam segala aspek kehidupan umat Islam. Terutama pada kehidupan sosial generasi muda yang mengalami kehidupan jauh dari aturan Islam yakni kebebasan tanpa batas agama (liberalisme). Tak jarang ditemukan anak-anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah telah mengalami berbagai sisi kerusakan moral, seperti banyaknya kasus hamil di luar nikah, narkoba, miras, zina di mana-mana dan berbagai kasus kemaksiatan lainnya.

 

Generasi milenial terkhusus perempuan, tidak sedikit yang kehilangan urat malunya. Dengan berjoget, berlenggak-lenggok demi konten dan viral di media sosial. Mirisnya sebagian umat Islam terjebak dalam kesesatan beragama. Muncul berbagai aksi penghinaan dan penistaan terhadap Islam, ulama, kitab suci Al-Qur’an bahkan penghinaan terhadap Allah dan Rasulullah Saw. Umat Islam juga terkungkung dalam liberalisme yang menuhankan kebebasan tiada batas. Liberalisme terus berusaha merusak kaum muslim dengan serangan pemikiran yang melumpuhkan pilar-pilar fundamental Islam. Mereka terjangkiti pemikiran liberal yang halal dianggap haram, dan yang haram justru dianggap halal dengan berbagai apologi ngawur. Dalam pemikiran liberal, penghinaan terhadap Rasulullah saw dianggap sebagai kebebasan berekspresi, sementara pembelaan terhadap Islam dianggap radikalisme.

 

Umat Islam juga terjebak dalam budaya hedonisme dan pragmatisme yang mengukur segala sikap dan perilaku berdasarkan nafsu duniawi semata. Hedonisme dan pragmatisme telah melahirkan seks bebas, pornografi, pornoaksi, pelacuran, LGBT, miras, narkoba, dan pergaulan bebas. Hedonisme inilah yang telah menghancurkan generasi muda Islam. Bahkan, harga diri kaum muslimah terjual sia-sia. Mereka bebas diekploitasi oleh para kapitalis. Mereka bebas diganggu oleh orang-orang kafir dan para pelaku yang hendak melecehkan kemuliaan mereka. Pelecehan seksual selalu terjadi, wajar saja sebab kaum muslimah tak memiliki pelindung dan perisai.

 

Tanpa khilafah, umat Islam pun hidup dibawah sistem ekonomi kapitalisme yang ribawi, penuh praktik perjudian, penipuan dan kezaliman. Kapitalisme adalah bentuk penjajahan ekonomi yang hanya mementingkan pemilik modal semata sehingga melahirkan pertumbuhan ekonomi palsu. Kapitalisme melahirkan ketidakadilan, karena yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Kapitalisme telah menjerat bangsa ini dengan hutang yang tidak mungkin terbayarkan. Seluruh SDA dirampok tanpa tersisa. Rakyat dijerat dengan berbagai skema hutang ribawi, akibatnya negeri ini menjadi bangkrut karena utang. Sementara rakyat semakin sengsara. Rakyat Indonesia yang mayoritas muslim kini hidup dalam kesengsaraan dan kemiskinan. Kapitalisme telah menjadikan negeri ini terjual habis tanpa tersisa. Bahkan rakyat yang telah miskin masih dicekik dengan pajak yang tidak masuk akal.

Dalam sistem kapitalisme liberal, memang tersusun sedemikian rupa agar kaum milenial jauh dari agamanya sendiri. Mengakibatkan ketidakpeduliannya dengan urusan umat Islam, tidak mau tahu dengan hukum Allah. Sehingga mereka lebih condong berkiblat mengikuti kehidupan Barat yang dianggap lebih nge-tren. Di sinilah letak keberhasilan kaum penjajah perusak generasi muda. Mereka  menjejali dengan 3F (food, fun dan fashion), semua produk impor Barat. Mulai dari tontonan drakor (drama Korea) sampai pakaian (fashion) yang membuka aurat bagi muslimah. Mereka lebih kenal selebritis daripada para tokoh umat Islam yang memperjuangkan tegaknya Islam di muka bumi. Sangat miris tentunya melihat  generasi muda sedemikan rupa terjerumus dalam kehidupan liberal

 

Saatnya Generasi Muda Peduli dengan Aturan Islam

Momentum seratus tahun umat Islam tanpa khilafah, menyisakan berbagai kerusakan di muka bumi. Generasi muda adalah tonggak perjuangan dan akan menjadi estafet perjuangan umat Islam. Bagaimana jadinya jika generasi milenial saat ini diliputi kehidupan liberalisme? Akankah menjadi umat terbaik?

 

 Sangat disayangkan, jika generasi muda kaum milenial masih terus-terusan terkungkung dalam dunia kebebasan tanpa mengindahkan aturan agama. Seharusnya generasi muda lebih peduli dengan aturan Allah, memperhatikan urusan umat dan sadar jika saat ini kaum penjajah kapitalis-liberalis telah mengobrak-abrik kehidupan Islam. Maka, generasi muda saatnya kembali kepada aturan Allah Swt.

 

Jika generasi muda saat ini bertakwa dengan syariat Allah, berjuang menegakkan hukum Islam, maka pastilah akan terlahir umat terbaik dan Islam akan kembali menjadi pemimpin dunia. Allah Swt telah menjanjikan kita surga bagi siapa saja yang beriman dan bertakwa. Jangan mengikuti kaum liberalis yang menjerumuskan dalam kemaksiatan dan perbuatan dosa. Sebab, hanya  akan menyisakan penyesalan nanti di hari pembalasan. Wallahu bi ashshawwab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar