Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Apa Itu Bahagia?

Sabtu, 13 Maret 2021




Oleh: Jessy Tiara Putri*


Sedari dulu, sejatinya hampir semua manusia belum paham atau bahkan salah mengerti apa itu bahagia?

Berlomba-lomba mencari kebahagiaan tanpa tahu hakekat dari kebahagiaan itu sendiri adalah sebuah lelucon hangat akhir-akhir ini

Ya, bagaimana mau bahagia. Bentuk dari bahagia yang benar saja tidak tahu. Akankah ia mendapatkan yang dia cari?
Seperti halnya diperintah untuk mencabut Jahe, tetapi tidak diberitahu atau tidak mencari tahu seperti apa bentuk rupanya. Justru, yang dibawa malah Lengkuas, hal seperti itu mungkin saja terjadi.

Berangkat gelap pulang gelap, dengan alasan untuk hidup yang gemerlap. Namun, untuk bisa tertidur lelap perlu bantuan obat. Apakah hakekat bahagia sedemikian kalap?

Lalu seperti apa sebenarnya rupa dari bahagia? Gelimang harta? Pendidikan tinggi? Kekuasaan dimana-mana? Atau popularitas?

Namun sayangnya tidak sedikit orang yang telah mencapai itu semua tetapi malah berujung bunuh diri.

Allah memang lebih mencintai hamba-Nya yang kuat, tetapi bukan berarti lebih mengutamakan dunia dibandingkan akhirat

Namun dengan meninggalkan dunia dan lebih mengutamakan akhirat juga tidak serta-merta dibenarkan oleh Allah. Sebab untuk menggapai akhirat perlu perantara, dan disitulah peran dunia. Yaitu sebagai ladang pahala untuk bekal di akhirat kelak.

Sebab, didalam Islam hubungan seorang muslim itu bukannya hanya kepada sesama saja, atau diri sendiri dengan Tuhan saja. Melainkan, hubungan dengan dirinya sendiri, dengan sesamanya, dan juga dengan Allah SWT

Terkadang yang menjadi keliru adalah kebanyakan menganggap bahagia itu, ketika hidup tanpa masalah, tanpa beban, tanpa kesulitan. Padahal bukan begitu rumusnya, melainkan menghadapi segala macam ujian dengan sikap yang bersahaja. Tidak tinggi ketika dipuji, tidak terpuruk ketika dihina.

Hal demikian hanya bisa didapat oleh pemilik hati yang lapang dan dalam. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana supaya hati menjadi lapang dan dalam? 

Pertama, memahami  konsep Qada Qadar.

 Bahwasanya segala yang datang kepada kita berasal dari Allah, dan segala yang berasal dari Allah adalah hal yang baik. 

Kedua, dzikrullah. 

Dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Tetapi, apakah dzikrullah hanya sebatas tasbih, tahmid, dan takbir? Jelas tidak. Mengingat Allah tidak sesempit itu dan hanya itungan jari. Melainkan seluruh aktivitas bisa dijadikan dzikrullah, dengan menghadirkan Allah di semua aktivitas kita.

Ketiga, menuntut ilmu

Kenapa harus menuntut ilmu atau ngaji karena dengan ngaji kita akan banyak tahu tentang segala hal termasuk tahu bagaimana cara meraih kebahagian dan mewujudkannya. Tentu semua itu ketika kita menjalankan syariatNya tanpa tapi. Wallahua'alam.


*Aktivis Remaja Muslimah Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar