Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Beragamnya Manusia Bukan Untuk Rasis

Minggu, 28 Maret 2021


Oleh : Kayla Fatimah
( Pelajar SMP Negeri Triyasa Kota Bandung )

Perilaku rasis lahir dari paham rasisme, rasisme lahir pada abad ke -17 dan merupakan produk Kapitalisme. Rasialisme atau Rasisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perlakuan yang berat sebelah terhadap (suku) bangsa yang berbeda-beda atau dikatakan sebagai  paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul.  American Dilema Gunner Middle menulis bahwa diskriminasi rasial menjadi cacat merupakan bawaan sistem Kapitalisme.

Ada beberapa hadist yang berisi tentang larangan rasisme. Nabi berkata kepada Abu Dzar : "Hai Abu Dzar, apakah kau caci dia sebab ibunya? Kalau begitu sungguh kamu seorang yang masih disifati perasaan jahiliyah." (HR. Bukhari)

"Hendaklah orang-orang yang menyombongkan ayah-ayahnya yang sudah mati itu mau berhenti. Mereka yang demikian itu hanyalah bara neraka. Atau mereka itu lebih rendah di hadapan Allah daripada kumbang yang mengguling-gulingkan tahi dengan hidungnya; Allah telah menghapuskan kesombongan jahiliah dan kecongkakannya lantaran ayah. Seseorang ada yang beriman dan bertaqwa, dan ada juga yang durhaka dan celaka; manusia seluruhnya anak-cucu Adam, sedang Adam dibuat dari tanah." (Riwayat Abu Daud, Tarmizi dan Baihaqi dengan sanad hasan)

Maka dari hadits tersebut, sudah jelas jika kita sebagai muslim dilarang mempertentangkan nasab atau keturunan serta warna kulit.  Allah ciptakan berbagai ras, bangsa, golongan tertentu untuk saling mengenal bukan untuk saling menjatuhkan ataupun meremehkan, berdasarkan  Surat Al Hujurat ayat 13.

"Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa." ( QS. Al Hujurat 13 )

Allah tidak akan melihat kita dari fisik ataupun ras kita untuk menilai manusia, karena Allah melihat amal kita dan ketaqwaan kita kepada Allah. Sehingga tidak ada tindakan genosida yang memusnahkan kaum tertentu, ataupun terorisme yang meneror pihak lain. Karena hal-hal tersebut bukan lahir dari Islam. Manusia bukan berlomba-lomba saling menyingkirkan,  namun berkompetisi untuk melakukan kebaikan sehingga bisa menjadi manusia yang bertaqwa untuk bekal di akhirat. Dan manusia akan menyibukkan diri untuk menjalin ukhuwah dengan manusia lainnya agar mereka bersama dalam sebuah naungan Islam. 

Ketika manusia ingin menghilangkan rasisme maka kita butuh Islam dan kembali mempelajari dan menyadarkan masyarakat bahwa rasisme lahir karena ketiadaan Islam sebagai aturan hidup. Dan sudah saatnya manusia kembali memgatur hidup dengan aturan Islam bukan dengan aturan lain yang menghasilkan permusuhan antar manusia tetmasuk melahirkan para generasi yang rasis, karena generasi mamusia akan mulia hanya dengan Islam.
Wallohu'alam bi ash shawab
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar