Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Halal Haram Tak Jadi Patokan, Bagai Menungu Kehancuran

Sabtu, 13 Maret 2021


Oleh  Yulia Ummu Haritsah
(Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Literasi Islam)

Di negeri berpaham kan sekuler, yang memisahkan agama dari kehidupan, memang  dianggap sah-sah saja seandinya aturan yang bertentangan dengan Islam pun disahkan, alias bebas liberal, bebas, segala aturan manusia dianggap boleh di gunakan, asalkan tidak mengganggu hak orang lain. 
Seperti halnya  akhir-akhir ini masyarakat di buat resah, atas di sahkan nya  investasi miras  yang di buka lebar oleh Presiden di tempat tertentu. 

Ketika disahkan persetujuan investasi oleh seorang Presiden yang nota bene sebagai pemimpin rakyat, maka sontak ini menuai  penolakan  di berbagai kalangan. Masyarakat melakukan protesnya di berbagai tempat, meski hanya melalui medsos, karena untuk turun kejalan, akan menimbulkan masalah baru, karena pandemi Covid-19 belum berlalu. 

Namun, dengan gencarnya publik dalam melakukan protes  dengan ketidaksetujuan nya  dengan Perpres atas investasi miras yang telah di sahkan, alhamdulillah persetujuannya di tarik kembali, untuk sementara masyarakat bisa bernapas lega, walaupun yang dicabut nya hanya lampiran investasi miras  saja.
Pencabutan ini bukan lah  penguasa menyadari kesalahan nya, tetapi karena banyak yang protes, sungguh sangat ironi, hukum Allah di kalahkan oleh keinginan dan menyetujui bisnis haram ini. 

Padahal Allah Swt. dalam Al-Quran menegaskan keharaman miras/khomr, bahkan  khomr di katakan sebagai biang kejahatan,  dan ini sangat jelas diharamkannya.  Sungguh sangat aneh , yang jelas diharamkan saja, masih berani mau memfasilitasi untuk produksi dan investasi,  walau dengan alasan ini itu, yang jelas mengedepankan bisnis, kepentingan orang berduit, tak berpikir apa efek dari miras, apalagi dengan pertimbangan halal dan haram, sebagaimana syariah mengharamkan nya. 

Ketika di cabutnya lampiran pengesahan investasi miras tersebut, bukan berarti miras tidak ada di negeri ini, karena yang di cabut hanyalah lampiran investasi miras, bukan miras nya. 

Disini bisa kita lihat, bahwa sistem sekarang tidak bisa dijadikan rujukan kebenaran,  miras yang nyata nyata diharamkan saja mau di sahkan investasi nya, di fasilitasi produksinya,  padahal barang yang haram,  bukan hanya yang meminumnya saja yang berdos, yang menjual, memproduksi, yang membeli, dan yang memfasilitasi, sama-sama berdosa di hadapan Allah Swt.  Oleh sebab itu Allah mengharamkan nya. 

Di dalam Al-Quran, pelarangan khomr, tidak  langsung di haramkan, karena meminum khomr sudah menjadi kebiasaan orang-orang jahiliyah dulu. Sebelum dan setelah Islam datang, pelarangan ini pun dilakukan secara bertahap. Pertama mengatakan bahwa dalam khomr mungkin ada manfaat nya, tapi mudaratnya jauh lebih banyak. Kedua, keterangan mengatakan, janganlah kalian salat dalam keadaan mabuk. Ketiga langsung mengharamkan khomr,  karena  itu adalah amalan syaitan. Rasulullah pun menegaskan bahwa khomr merupakan biang kejahatan. 

Di negeri ini sebenarnya masih banyak hukum Allah yang di langgar, bukan hanya masalah khomr saja, dalam penanganan hukuman saja masih jauh dari aturan Allah,  seperti hukum rajam, qisas,  tidaklah di laksanakan dengan menggunakan aturan Allah,  padahal Allah sebaik-baiknya hakim. 

Keinginan umat manusia terhadap sesuatu kebaikan, yang akan merasakan ketenangan dalam hidupnya  hanyalah dengan menerapkan aturan Allah secara menyeluruh, dan itu hanya  bisa dilakukan dengan sistem Islam. 
Sistem Islam itulah yang dinamakan khilafah yang di pimpin oleh seorang khalifah. Kepemimpinan umum umat Islam. Tidak tersekat-sekat oleh batas garis teritorial negara, hanya ada satu wilayah yaitu  wilayah Daulah Islamiyah, yang bisa meluas meliputi antar benua. 

Wahai umat muslim! Bersatulah dalam melawan kemungkaran, bersatulah dalam dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Menyebarkan Islam keseluruh penjuru dunia, agar Islam sebagai aturan Allah tegak di bumi ini. 
Wallahu a’lam bishshawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar