Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Heboh Rasis, Islam Ideologi Anti Rasis Terlama Yang Pernah Eksis

Jumat, 12 Maret 2021


Oleh : Tri Silvia *
.
Kabar rasis kembali ramai beberapa hari yang lalu, netizen Indonesia dibuat geram dengan aksi penghinaan yang dilakukan seorang pemuda Korea Selatan pada perempuan Indonesia melalui saluran media sosial OmeTV. Dalam percakapan yang direkam dan telah dibagikan di laman YouTube, terekam jelas aksi penghinaan tersebut. Pemuda itu secara terang-terangan mengatakan bahwa perempuan Indonesia yang sedang bicara dengannya memiliki wajah yang sangat jelek, dan ia pun juga mengatakan bahwa Korea memiliki posisi yang lebih tinggi dibanding Indonesia dalam berbagai hal.

Faktanya, bukan kali ini saja hal tersebut terjadi, sebelum kejadian di atas netizen Indonesia juga dibuat kepanasan lantaran komentar yang dikeluarkan salah satu perempuan keturunan China yang tidak terima bahasanya dibuat candaan oleh salah satu akun tiktok dengan konten yang sebenarnya hanya mengikuti trend candaan kekinian yang ada di aplikasi tersebut. Dan sebelumnya, rakyat Indonesia pun sempat dihebohkan dengan kasus penghinaan oleh Abu Janda kepada Natalius Pigai yang merupakan aktivis kemanusiaan dan salah satu mantan anggota Komnas HAM tahun 2012-2017 yang berasal dari Papua.

Sangat menyedihkan, begitu mudahnya masyarakat hari ini berlaku rasis kepada orang lain di sekitarnya. Mereka tak segan untuk menghina fisik dan merendahkan asal-usul seseorang. Mereka pun cenderung berkata kasar dan bertindak tidak sopan terhadap siapapun. Tak hanya dalam pertemuan fisik, aktivitas merekapun menjadi lebih beringas di media sosial. Bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kejahatan-kejahatan jenis baru di dunia saat ini. Istilah jempolmu harimaumu, hari ini kian menjadi nyata.

Berbicara tentang rasisme, Islam jauh-jauh hari telah menelantarkan dan menguburnya hingga tak tersisa lagi. Bahkan jika kita lihat sejarah awal terbentuknya dakwah Islam di Makkah, maka kita mendapatkan bahwa Islam tidak mengenal ras dan kedudukan, semua orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kedamaian di dalam Islam. Tidak peduli apakah berkulit hitam atau putih, berkedudukan tinggi atau hanya sekedar budak belian. Semua memiliki hak yang sama untuk memeluk Islam dan berjuang bersama untuk mendapatkan kemuliaan dari penerapannya dalam kehidupan sehari-hari maupun bernegara.

Begitupun setelah Islam berkuasa, yakni ketika Islam mulai membentuk sebuah negara dan memfutuhat negara-negara lain di sekitarnya untuk turut masuk kedalamnya. Islam tak pernah sekalipun membedakan antara orang Arab ataupun non Arab, kaya atau miskin, wilayah yang kaya sumber daya atau tidak. Semuanya sama dihadapan Islam, yang membedakannya hanya satu yakni iman dan ketakwaan mereka pada Allah Sang-Kholiq. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat Alqur'an di bawah ini:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13)

Berkuasa 13 abad lamanya dengan wilayah mencapai dua pertiga dunia, umat Islam tak pernah sekalipun berseteru akibat konflik rasial. Umat terus bersatu, menerapkan aturan-aturan Islam dalam keseharian tanpa membedakan satu dengan lainnya. Bahkan ungkapan bahwa umat Islam bagaikan satu tubuh menjadi hal yang amat prinsip di tengah-tengah mereka hingga saat ini. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits, 

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)

Begitu indahnya Islam, hingga konflik-konflik rasial pun tak pernah ada di catatan sejarah manapun. Umat Islam justru kerap menorehkan tinta emas peradaban dan persaudaraan. Mereka akan memberikan bantuan dan pertolongan kepada siapapun yang memerlukan, bahkan pada orang atau negara kafir sekalipun.

Inilah keistimewaan Islam, sebuah agama sekaligus ideologi anti rasis terlama yang pernah ada di dunia. Semoga Islam kembali muncul ke permukaan untuk membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia seluruhnya. Menghilangkan segala tindak dan sikap rasial yang ada dan mengubahnya  menjadi perdamaian dan semangat persaudaraan.

Wallahu A'lam bis Shawwab

* (Pemerhati Masyarakat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar