Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Hilangnya Akhlak Seorang Anak Terhadap Orang Tua

Sabtu, 13 Maret 2021


Oleh: Rindoe Arrayah

             Tergerusnya akhlak seorang anak terhadap orang tua sudah tidak terbendung lagi. Berbagai perbuatan aniaya anak terhadap orang tua yang tampak dalam fakta pemberitaan saat ini sungguh menyesakkan dada. 

Seorang menantu tega menganiaya ibu mertuanya hingga terluka parah di Desa Medang Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Rabu (17/2/2021) sekitar pukul 22.022.

Korban bernama Sri Astutik (51) terluka parah usai dibacok menantunya, Imam Priyanto (37) asal Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Entah apa yang melatar belakangi pelaku sampai tega menganiaya mertuanya itu, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Larangan mendurhakai orang tua sudah jelas diterangkan dalam surat al-Isra’ ayat 23-24:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."

Selain dalam ayat Alquran, beberapa hadits Nabi juga menjelaskan terkait dua hal tersebut. Salah satu hadits Nabi menyebut, durhaka kepada orang tua termasuk dalam tiga dosa besar.

Selain di ayat Alquran, beberapa hadits Nabi juga menjelaskan terkait dua hal tersebut. Salah satu hadits Nabi menyebut, durhaka kepada orang tua termasuk dalam tiga dosa besar.

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash, dari Nabi, beliau bersabda, “Dosa-dosa besar yaitu mempersekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua, membunuh orang, dan sumpah palsu,” (HR Bukhari 11/6675).

Sedangkan bagi mereka yang memutuskan hubungan keluarga, mereka tidak akan masuk surga. Dari Abu Muhammad, Jubair bin Muth’im, Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan.” Sufyan mengatakan maksudnya orang yang memutuskan hubungan keluarga (HR Bukhari 10/5984 dan Muslim 2556).

Motif apapun yang menjadikan seseorang melakukan penganiayaan terhadap orang tua ataupun mertua merupakan perbuatan yang dilarang dalam syari’at Islam. Menjadi sebuah kewajiban bagi seorang anak untuk menghormati serta menghargai orang tuanya dalam kondisi apapun.

Mulai hilangnya akhlak baik seorang anak terhadap orang tua merupakan efek dari sistem kehidupan yang diterapkan saat ini, yaitu Kapitalisme-Sekularisme. Sistem kehidupan buatan manusia ini telah nyata kerusakannya sejak awal kelahirannya. Sehingga, tidak akan pernah bisa mengantarkan manusia menuju kehidupan yang mulia.

Oleh karena itu, saatnya kembali dalam pangkuan syari’at Islam yang telah nyata dalam ajarannya wajib untuk menghormati orang tua bagi seorang anak. Mari, rapatkan barisan demi menegakkan syari’at-Nya di muka bumi ini dalam naungan Khilafah Islamiyah.

Wallahu a’lam bishshowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar