Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

ISLAM ADALAH SUMBER KEADILAN

Rabu, 31 Maret 2021



Oleh: Cahaya Septi
Penulis dan Aktivis Dakwah

Makin hari, khususnya di negeri ini, kepada kita dipertontonkan ‘drama ketidakadilan’ yang makin memuakkan. Sulit dinikmati oleh rakyat kecil dan lemah. Keadilan seolah hanya milik para pejabat dan mereka yang hidup mewah.

Di negeri ini banyak rakyat kecil yang melakukan pencurian karena himpitan ekonomi,  lalu ditangkap dan diadili hingga berbulan-bulan mendekam di penjara bahkan sanksi yang diberikan tidak manusiawi. 

Sebaliknya, para pejabat yang punya kuasa atau mereka yang punya banyak harta bisa bebas melenggang dari jeratan hukuman. Padahal mereka telah menilep miliaran hingga triliunan uang negara. Contohnya koruptor bebas pidana, seperti Eko Adi Putranto, atau Harun Masiku yang entah dimana rimbanya.

Itulah pengadilan di dunia. Sebuah pengadilan semu, Bahkan palsu. Pengadilan dunia sering menjadi alat untuk sekadar menghukum rakyat. Di sisi lain, para penegak hukumnya banyak yang bermental bobrok. Tidak memiliki rasa takut kepada Allah Swt. Mudah dibeli dan gampang tergoda oleh rayuan uang, harta, wanita dan kenikmatan dunia lainnya.

Keadilan Hanya dalam Sistem Islam

Salah satu puncak peradaban emas Khilafah adalah penerapan syariah Islam di bidang hukum dan peradilan. Keberhasilan yang gemilang di bidang ini membentang sejak sampainya Rasulullah saw. di Madinah tahun 622 M hingga tahun 1918 M (1336 H) ketika Khilafah Utsmaniyah jatuh ke tangan kafir penjajah (Inggris) (An-Nabhani, Nizham al-Islam).

Kunci utama keberhasilan tersebut karena hukum yang diterapkan adalah hukum terbaik di segala zaman dan masa, Itulah hukum Allah Swt. (syariah Islam). Allah Swt. berfirman,

Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS al-Maidah [5]: 50).” 

Dengan demikian keadilan dan Islam adalah satu-kesatuan. Tidak aneh jika para ulama mendefinisikan keadilan (al-'adl) sebagai sesuatu yang tak mungkin terpisah dari Islam. 

Fakta Historis Keadilan Hukum 

Diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, bahwa baju besi Ali ra. hilang pada Perang Jamal. Ali ra. ternyata mendapati baju besinya di tangan seorang laki-laki Yahudi. Namun karena Ali ra. tidak mempunyai cukup bukti, perkara baju besi tersebut dimenangkan Yahudi, padahal saat itu Ali ra adalah seorang kepala negara (Khalifah).

Keadilan Islam yang mengagumkan pernah tercatat saat peristiwa penaklukan Kota Samarqand, di negeri Khurasan, Asia Tengah, sebagaimana dikisahkan oleh Imam ath-Thabari dalam Tarikh al-Umam wa al-Muluk (VIII/138). 

Syahdan, setelah kota ditaklukkan pasukan kaum muslim, penduduk Samarqand yang non-Muslim itu mengadu kepada hakim bahwa para pasukan telah menyalahi hukum Islam. Sebabnya, menurut pengetahuan mereka, Islam mengajarkan bahwa penaklukan harus diawali dulu dengan dakwah kepada penduduk untuk masuk Islam. Lalu jika mereka tak mau masuk Islam, mereka diminta membayar jizyah. Jika mereka tetap tak mau membayar jizyah, barulah pasukan Islam boleh memerangi mereka.

Fakta di atas tadi sangat bertolak belakang dengan situasi umat Islam sekarang. Terutama setelah Khilafah Islam di Turki dihancurkan pada 3 Maret 1924. Hukum yang diterapkan bukan lagi syariah Islam, melainkan hukum yang dibuat oleh manusia. Akibatnya, mereka jauh dari hukum Allah Swt. Dengan sendirinya, mereka jauh dari keadilan. Sebaliknya, mereka terus-menerus ditimpa berbagai kezaliman yang dipaksakan dan dilegitimasi atas nama sistem demokrasi yang kufur.

Jadi sangat penting bukan untuk kita segera menegakkan Khilafah? Sudah saatnya institusi Islam tersebut  tegak di tengah umat agar keadilan bisa dirasakan lagi secara utuh dan agar sanksi tegas dapat  diberikan kepada pelaku sesuai aturan syara bukan hawa nafsu manusia. Wallahu a'lam bi ash-shawwab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar