Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Islam dan Kekuasaan, Tak Terpisahkan

Rabu, 10 Maret 2021
Oleh : Yuke Octavianty

Kezaliman dan ketidakadilan semakin tampak dari hari ke hari. Tak bisa dipungkiri, kekacauan pun semakin menyeruak. Tak terkendali. Penguasa yang semakin zalim terhadap rakyatnya. Rakyat semakin sengsara dan menderita. Mengenaskan. Padahal tugas utama penguasa adalah mengayomi, mengurusi seluruh kebutuhan rakyat. Tak mudah memang. Hal ini menjadi tanggung jawab besar bagi penguasa. Namun, beda halnya dengan sekarang. Jabatan menjadi "penguasa" justru menjadi rebutan. Perebutan kekuasaan menjadi hal yang biasa. Bahkan hingga rela "mengikhlaskan" milyaran rupiah demi mendapatkan jabatan tertentu. Payah. Hilang akal. Padahal, jabatan menjadi seorang penguasa adalah tanggung jawab besar bagi manusia. Karena pertanggungjawaban yang harus dipikul hingga yaumul hisab kelak.  Demikianlah, kapitalisme dan sekularisme telah merusak urat nadi manusia. Merusak segala tatanan. Merusak kehidupan. Hanya keuntungan materi semata yang mengisi hatinya.

Rasullullah SAW, dalam hadits Ath Thabarani, menyatakan bahwa akan tiba saat Alquran dan penguasa akan berpisah. Apa tanda nyata ketika penguasa berpisah dengan Alquran? Kata Beliau, penguasa itu mengambil keputusan untuk kepentingan diri mereka sendiri, bukan untuk kepentingan rakyatnya. Dan sekarang, detik ini, yang disampaikan Baginda Rasul pun telah  terjadi. Wajar saja, kezaliman merata di setiap bidang. Krisis multidimensi. Lantas, bagaimana cara kita menyelesaikan seluruh masalah? 

Kaum muslimin, adalah umat terbaik di muka bumi. Allah berfirman dalam QS. Ali Imron: 140

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
" Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)

Jelaslah, berdasarkan firman Allah tersebut. Agar kita beruntung, kita harus menyeru pada kebaikan, amar ma'ruf nahi munkar. Dan mengembalikan seluruhnya hanya kepada Allah. Mengembalikan segala masalah kehidupan kepada aturan Allah azza wa jalla. Dengan metode yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Yaitu menerapkan syariah Islam  kaffah dalam wadah Khilafah manhaj An Nubuwwah. Tak bisa dengan cara lain. Dan, sistem Islam adalah satu-satunya sistem shahih, solusi segala masalah. Solusi yang Allah wajibkan atas kita, kaum muslimin. Perjuangkan Islam kaffah. Demi kesejahteraan seluruh ummah. 

Wallahu a'lam bisshowwab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar