Recent Posts

Kekerasan Pada Anak di Konsel, Islam Solusinya

Rabu, 31 Maret 2021




Oleh: Nita Karlina 
(Aktivis Dakwah Muslimah Kendari)

Jumlah kasus kekerasan pada anak di Konawe Selatan (Konsel) dari Januari hingga Maret 2021 mencapai 19 kasus. Hal itu diungkapkan oleh Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak Kementerian Sosial Wilayah Konsel. "Kasus kekerasan pada anak di Konsel yang kami tangani dari Januari hingga Maret 2021 berjumlah 19 kasus," kata Helpin. Helpin menjelaskan, dari 19 kasus tersebut, di antaranya 13 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan enam kasus adalah penganiayaan terhadap anak.(08/03/2021, Telisik.id)

"Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari pengaruh internet, pergaulan hingga memang pengaruh penyakit seksual," jelas Helpin. Dari 19 kasus itu menunjukkan bahwa kasus kekerasan pada anak di Konsel terus terjadi dan mengalami peningkatan.

Untuk itu, dalam rangka melindungi anak dari kasus kekerasan, setiap orang harus mengambil peran dan bertanggung jawab dalam mengedukasi dampak negatif yang ditimbulkan. "Untuk melindungi anak dari kejahatan di masa pandemi COVID-19 saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap orang," tambah Helpin.

Menurutnya, ada beberapa langkah dari orang tua untuk turut mencegah kasus kekerasan terhadap anak yakni memberikan pengetahuan kepada anak dengan cara melindungi diri, membangun komunikasi yang baik dengan anak. "Selain itu, kami harap agar segera melaporkan kepada pihak berwajib jika mengalami kasus kekerasan," tutup Helpin.

Tak dapat kita pungkiri lagi, kejadian - kejadian serupa seringkali kita dapati di daerah kita sendiri. Mulai dari anak yang di pukul hingga anak yang disekap di rumahnya sendiri. Kasus tersebut akan terus terjadi selama kita masih berpegang teguh pada sistem sekulerisme. Sebab, para penguasa tidak memberikan solusi tuntas hingga ke akarnya. Bahkan, solusi yang diberikan selalunya memberikan penyelesaian semu dan terkadang menimbulkan masalah baru.

Kapitalisme membuat penganutnya lebih mengutamakan kepentingan pribadi di banding orang lain, meskipun itu adalah anaknya sendiri. Emosi yang tak dapat di kendalikan, menjadikan dia lupa akan arti sebuah keluarga. Yang di mana keluarga adalah benteng utama dalam mendidik anak.

Penyebab lain dari kekerasan pada anak yaitu faktor ekonomi, karna ekonomi rendah dan kebutuhan tidak mencukupi, anaklah yang menjadi sasaran amarahnya. Dalam sistem sekuler faktor inilah yang paling banyak menjadi penyebabnya, yang di mana negara tidak mampu memberikan penyelesaian yang tuntas. Banyaknya pengangguran, kurangnya lapangan pekerjaan dan tidak adanya pendidikan membuat kebutuhan mereka tidak tercukupi.

Tak hanya itu, kurangnya pendidikan agama pun menjadi alasan utama dalam kejadian tersebut. Tidak adanya pemahaman akan menjaga amanah ( anak) yang di titipkan Allah kepada kita. Yang di mana sesungguhnya itu adalah tabungan kita untuk menuju jannah-Nya.

Kekerasan pada anak bisa memicu dampak buruk untuk mental bahkan berujung pada kematian. Orangtua wajib tahu bentuk dan efek dari kekerasan pada anak untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Di media massa atau di sekeliling kita, kekerasan pada anak kerap kali terjadi. Pelakunya beragam, mulai dari oleh orang tua sendiri, kerabat, hingga pihak-pihak tidak bertanggungjawab lainnya.

Kekerasan pada anak tidak hanya terjadi di keluarga yang miskin atau lingkungan yang buruk. Fenomena ini dapat terjadi pada semua kelompok ras, ekonomi, dan budaya. Bahkan pada keluarga yang terlihat harmonis pun bisa saja terjadi kekerasan pada anak.

Berbeda dengan Islam yang memiliki solusi tuntas terhadap seluruh permasalahan termaksud masalah kekerasan pada anak.

Negara memiliki tugas sebagai pengayom, pelindung, dan benteng bagi keselamatan seluruh rakyatnya, demikian juga anak. Nasib anak menjadi kewajiban Negara untuk menjaminnya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas pihak yang dipimpinnya, penguasa yagn memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim)

Negara adalah benteng sesungguhnya yang melindungi anak-anak dari kejahatan. Mekanisme perlindungan dilakukan secara sistemik, melalui penerapan berbagai aturan, di antaranya yaitu:

Penerapan sistem ekonomi Islam.
Beberapa kasus kekerasan anak terjadi karena fungsi ibu sebagai pendidik dan penjaga anak kurang berjalan. Karena tekanan ekonomi memaksa ibu untuk bekerja meninggalkan anaknya. Karenanya, Islam mewajibkan Negara menyediakan lapangan kerja yagn cukup dan layak agar para kepala keluarga dapat bekerja dan mampu menafkahi keluarganya.

Penerapan Sistem Pendidikan.
Negara wajib menetapkan kurikulum berdasarkan akidah Islam yang akan melahirkan individu bertakwa. Individu yang mampu melaksanakan seluruh kewajiban yang diberikan Allah dan terjaga dari kemaksiatan apapun yang dilarang Allah. Salah satu hasil dari pendidikan ini adalah kesiapan orang tua untuk menjalankan salah satu amanahnya yaitu merawat dan mendidik anak-anak, serta mengantarkan mereka ke gerbang kedewasaan.

Penerapan Sistem Sosial
Negara wajib menerapkan sistem sosial yang akan menjamin interaksi yang terjadi antara laki-laki dan perempuan berlangsung sesuai ketentuan syariat. Di antara aturan tersebut adalah: perempuan diperintahkan untuk menutup aurat dan menjaga kesopanan, serta menjauhkan mereka dari eksploitasi seksual; larangan berkhalwat; larangan memperlihatkan dan menyebarkan perkataan serta perilaku yagn mengandung erotisme dan kekerasan (pornografi dan pornoaksi) serta akan merangsang bergejolaknya naluri seksual. Ketika sistem social Islam diterapkan tidak akan muncul gejolak seksual yang liar memicu kasus pencabulan, perkosaan, serta kekerasan pada anak.

Pengaturan Media Massa
Berita dan informasi yang disampaikan media hanyalah konten yang membina ketakwaan dan menumbuhkan ketaatan. Apapun yang akan melemahkan keimanan dan mendorong terjadinya pelanggaran hokum ysara akan dilarang keras.

Penerapan Sistem Sanksi
Negara menjatuhkan hukuman tegas terhadap para pelaku kejahatan, termasuk orang-orang yang melakukan kekerasan dan penganiiayaan anak. Hukuman yang tegas akan membuat jera orang yang terlanjur terjerumus pada kejahatan dan akan mencegah orang lain melakukan kemaksiatan tersebut.

Kontrol masyarakat juga sangat di perlukan dalam negara. Karena jika suatu saat ada kesalahan dalam menjalankan tugas negara, masyarakat wajib mengoreksi jalannya kebijakan tersebut. Dan satu satunya sistem yang menjalankan seluruh penerapan - penerapan di atas hanyalah sistem islam. Penerapan islam secara kaffah hanya ada dalam naungan khilafah. Yang seharusnya itu menjadi perjuangan kita bersama. Wallahualam bishwowwab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar