Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Khilafah Sumber Kebaikan

Jumat, 12 Maret 2021


Oleh: Hamnah B. Lin

          Bulan Rajab bulan penuh dengan momentum yang tak terlupakan kaum muslim, mulai Isra' mi'raj Rasulullah hingga runtuhnya Khilafah pada 100 tahun yang lalu.
         Al-Khalifah (الخليفة) secara bahasa berasal dari kata Khalafa, yang secara bahasa bermakna ”pengganti”. Demikian juga yang dijelaskan oleh ulama bahasa seperti Imam al-Azhari dalam Tahdzib al-Lughah. Jamak dari kata khalifah adalah khulafa dan khala’if, dan hal itu kita bisa temukan dalam beberapa ayat alquran.
         Allah Swt berfirman,
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS Al-Baqarah: 30)
         Demikian juga dengan ayat-ayat berikut ini,
وَهُوَ الَّذِي جعلكُمْ خلائف الأَرْض
“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi.” (QS Al-An’âm: 165)
وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ
‟Dan siapa yang menjadikan kamu (manusia) sebagai Khalifah-khalifah di bumi?” (QS Al-Naml: 62)
          Imam al-Farra berkata ketika menafsirkan QS. Al-An’am ayat 165, ”Umat Muhammad Saw. dijadikan Khala’if (pengganti) setiap umat-umat.”
         Adapun makna syar’i dari istilah Khalifah identik dengan al-Imam al-A’zham (imam yang teragung). Imam al-Ramli mendefinisikan dengan,
الخليفة هو الإمام الأعظام, القائم بخلافة النبوة, فى حراسة الدين وسياسة الدنيا
“Khalifah itu adalah imam agung yang menduduki jabatan Khilafah nubuwwah dalam melindungi agama serta pengaturan urusan dunia.”
         Prof. Muhammad Rawwas Qal’ahji mendefinisikan Khilafah sebagai,
الخليفة؛ من ولي الإمامة العامة للمسلمين: الرئيس الاعلى للدولة الاسلامية
“Khalifah adalah seseorang yang memegang kepemimpinan umum bagi kaum muslim, yakni pemimpin tertinggi bagi negara Islam (al-Dawlah al-Islamiyyah).”
         Penulis al-kitab Ajhizah al-Daulah al-Khilafah menampilkan definisi yang lebih praktis,
الخليفة هو الذي ينوب عن الأمة في الحكم والسلطان، وفي تنفيذ أحكام الشرع
“Khalifah adalah orang yang mewakili umat dalam hukum dan pemerintahan, dan dalam menerapkan hukum-hukum syara’.”
          Maka jelaslah bahwa hukum menegakkan Khilafah adalah wajib. Khilafah merupakan institusi pelaksana syariah. Bagi umat Islam penerapan syariah adalah kebutuhan yang sangat mendesak, lebih mendesak dari kebutuhan dari kebutuhan terhadap ilmu kedokteran, makan dan minum. Bahkan penerapan syariah lebih mendesak dari kebutuhan pada udara untuk bernafas.
          Khilafah dengan penerapan syariahnya adalah satu-satunya model kekuasaan yang menjamin kemaslahatan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana penjelasan Imam Ibnu Khaldun (w. 808 H), kekuasaan itu terdiri dari tiga model:
1. Kekuasaan yang terbentuk karena tabiat manusia ingin berkuasa dan mendominasi yaitu pemerintahan atas rakyat dengan berdasarkan kepentingan dan syhwat.
2. Kekuasaan yang terbentuk untuk mengurus urusan, yaitu pemerintahan atas rakyat dengan berdasarkan pada sudut pandang akal dalam menciptakan kemaslahatan dan mencegah marabahaya di dunia.
3. Khilafah, yaitu pemerintahan atas rakyat dengan berdasarkan sudut pandang syariah demi kemaslahatan mereka di akhirat, juga demi kemaslahatan mereka di dunia yang berpulang pada kemaslahatan akhirat. Pasalnya, segala kondisi di dunia ini menurut Asy-Syari' (Allah SWT) akan diperhitungkan berdasarkan kemaslahatannya di akhirat.
          Beliau menyebut model kekuasaan pertama dan kedua adalah tercela, adapun nomer ketiga adalah wajib.
          Sekitar 100 tahun lalu Khilafah diruntuhkan. Namun, geliat umat untuk menuntut pendirian Khilafah makin membesar. Khilafah adalah sistem pembawa kedamaian yang menyebarkan kebaikan, kegembiraan hidup dan ketenangan. Khilafah akan menjadi negara yang bertanggungjawab atas seluruh manusia, Khilafah mamlu mengakhiri ancaman terhadap kesejahteraan umat manusia.
         Khilafah yang akan tegak nanti bervisi besar memotong garis ketergantungan pada bantuan asing seperti sekarang ini. Khilafah akan memanfaatkan kekayaan dan sumberdaya alam dengan arif, membangun pendidikan yang berkelas dan sistem kesehatan, memberantas buta huruf serta berinvestasi pada teknologi dan penelitian. Sistem keuangan didasarkan pada prinsip-prinsip keuangan yang sehat seperti penerapan standar emas.
           Maka seharusnya sudah tidak ada sedikitpun dalam hati keraguan akan tegaknya Khilafah. Yang berlanjut turut berjuang menegakkannya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah AWT.
Waahu a'lam bishwwab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar