Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Korean Wave dan Filter Agama

Rabu, 31 Maret 2021

 


Oleh: Nofi Lailaturrahmi, S.T.

(Pemerhati Masalah Remaja)


K-Pop merupakan sebutan untuk musik pop Korea dengan memadukan musik dan gerakan tarian yang energik. Hal tersebut merupakan selling point tersendiri untuk memikat masyarakat luas.

K-Pop mulai masuk di Indonesia pada tahun 2011 melalui program televisi yang menayangkan musik mingguan Korea Selatan, menyebabkan masyarakat semakin mengenal adanya boyband dan girlband dari negeri gingseng tersebut. Dengan musik yang easy listening dan gerakan tarian yang energik menjadikan K-Pop mudah di gemari oleh masyarakat. Terbukti dengan munculnya SMASH dan Cherrybelle sebagai boyband dan girlband pertama di Indonesia yang berkiblat pada K-Pop (Kumparan.com). beberapa alasan ini juga yang membuat masyarakat menyukai K-Pop yaitu Konsep video clip yang sering menjadi tujuan para fans adanya beberapai teori dan symbol-symbol di dalamnya, begitu pula dengan Lirik lagu yang merasa sesuai dengan pengalaman pribadi dari si pendengar, dan juga paras dari sang Idol. Bukan hanya dari Musik saja, seperti Drama, Make Up Beauty, Makanan dan Pakaian pun sudah sangat digemari khalayak. 

Setiap idola mesti memiliki penggemar. Dan sebagian di antara mereka memiliki rasa cinta yang lebih besar sehingga cenderung fanatik. Begitu pula yang terjadi dengan K-Pop. Namun dari sudut pandang psikologi, kegandrungan para K-Popers ini menimbulkan ketertarikan sekaligus kecemasan. Hal itu diakui oleh praktisi dan akademisi psikologi Vierra Adella. Dosen Universitas Atma Jaya. Menurut Adella, kelompok remaja memang adalah sasaran utama, bahwa konten hiburan yang dibawa Korea lebih banyak menyebabkan fungsi otak pada remaja yang rentan menjadi pruning alias penurunan fungsi akibat terputusnya neuron karena tidak digunakan.

Pruning sebenarnya terjadi secara alamiah seiring dengan perkembangan otak pada manusia. Namun menurut Adella, ketika seseorang terlalu berlebihan dalam menyukai hiburan yang membuat senang, maka fungsi produktif pada otak bisa terancam. "[Konten] Korea lebih banyak ke hiburan kan? Hiburan sebenarnya ada porsi yang dibutuhkan oleh manusia. Nah di [hiburan] Korea ini porsi hiburannya melebihi porsi untuk otak produktif," kata Adella.

"Jadi, berpikir waras dengan khayalan, porsinya tidak imbang. Makanya temuan-temuan [kasusnya] yang paling banyak, yang fanatik ini," lanjutnya. (cnnindonesia.com)

Dampak negatif dari budaya ini bagi kaum muda adalah mereka cenderung bertingkah laku atau  mengubah penampilannya seutuhnya seperti artis K-Pop favorit mereka  Salah satunya adalah munculnya banyak sekali unggahan video dance cover lagu-lagu K-Pop oleh para remaja Indonesia di situs Youtube. Dimana banyak juga dari remaja wanita yang mengaku – ngaku sebagai pasangan atau istri dari Idol tsb yang sering di sebut dengan sebutan HALU.

Maka dari sini kita harus bisa membatasi diri sampai mana harus menyukai dan menggemari seseorang idol, jangan menyukai secara berlebihan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, dalam QS. Al-Baqarah ayat 216, Allah berfirman ".....tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." 

Dan ada dalam hadis riwayat Muslim disebutkan, " Anas bin Malik RA, " Pernah seorang lelaki datang menemui Rasulullah SAW, lalu dia bertanya, 'Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?' Rasulullah menjawab, 'Apa yang kamu telah siapkan untuk hari kiamat?' Orang tersebut menjawab, 'Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.' Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai.' Anas berkata, 'Kami tidak pernah gembira setelah masuk Islam lebih gembira disebabkan sabda Nabi Muhammad SAW, 'Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai, maka aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar, dan berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka'. 

Maka cintailah kepada sesuatu yang membawa kita kepada kebaikan dunia dan akhirat, dimana kita akan mendapatkan safaatnya. Seperti berteman dengan orang-orang salih, karna pengaruh pertemanan juga berpengaruh dalam kehidupan seperti dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Mulsim "Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap." Jadi memilih teman itu juga perlu agar sama-sama menuntun kepada kebaikan. 

Sering membaca qur’an dan terjemahnya dan Hadist agar memahami isi dari qur’an dan ilmu agama, tidak akan mudah terjerumus kedalam hal-hal mudharat, karena kita sudah membaca dan memahami apa yang patut dan tidak patut untuk kita. Dan mendengarkan kajian dari ustad dan ustadzah.

Mencari kesibukan yang tidak mendatangkan mudharat yang tidak membuat lalai dalam mengerjakan ibadah. Maka demikian insyaallah kita tidak akn terjerumus kepada ke fanatikan kepada idol Korea. Wallahu 'alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar