Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

LEMBARAN KELAM DUNIA PENDIDIKAN

Sabtu, 13 Maret 2021

Oleh : Ummu Aqeela

Isu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghapus pelajaran agama dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 buat heboh masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hendarman membantah isu tersebut. Ia mengatakan Kemdikbud akan menghapus pelajaran agama adalah info salah dan tidak pernah memiliki niatan untuk menghapus pelajaran tersebut.
“Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035. Mata pelajaran agama akan tetap ada,” katanya. (Pikiran Rakyat.com, 09 Maret 2021)

Islam sangat mementingkan pendidikan terutama pendidikan tentang agama. Dengan pendidikan yang benar, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral. Sayangnya, sekalipun pendidikan saat ini memiliki fasilitas, namun masih belum memproduksi individu-individu yang berkualitas dalam pemahaman agama. Saat ini banyak institusi pendidikan telah berubah menjadi industri bisnis, yang memiliki visi dan misi pragmatis. Masing-masing anak didik hanya diarahkan ke pemahaman kapitalis, yang sebisa mungkin tujuan pendidikan yang sudah ditempuh hanya berorientasi untuk bekerja, mengeruk keuntungan materi, dan profesi sosial, yang akan menguntungkan diri pribadi, instansi dan negara. Pendidikan hanya dipandang sebagai investasi meraih gelar, dan bagaimana cara mengembalikan modal.

Dalam Islam pendidikan agama adalah hal yang paling urgent, bukan semata-mata untuk meraih keuntungan dunia namun yang utama adalah meraih ridhoNYA, serta dapat bermanfaat bukan hanya pada pribadi namun pada umat seluruhnya. Secara umum pendidikan agama dalam islam bertujuan meningkatkan keimanan, penghayatan dan pengamalan tentang islam dan syari’atnya sehingga mampu menghantarkan menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Jika tujuan ini sudah melenceng apalagi berubah dari jalurnya, maka cepat atau lambat kehancuran generasi secara akhlak dan pemahaman agama akan ada didepan mata. Sungguh sangat disayangkan jika memang wacana tersebut terealisasikan secara nyata.
Didalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan maksud dan tujuan manusia diciptakan oleh Allaah SWT, antara lain:

وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS AdZariyat;56)

وَمَاۤ اُمِرُوۡۤا اِلَّا لِيَعۡبُدُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَ ۙ حُنَفَآءَ
وَيُقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوا الزَّكٰوةَ‌ وَذٰلِكَ دِيۡنُ الۡقَيِّمَةِ

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). (QS. Al Bayyinah;5)

Berdasarkan ayat diatas sudah jelas bahwa tujuan hidup adalah mengabdi dan beribadah kepada Allaah SWT, dan hanya berfokus terhadap kepercayaan dan penyerahan diri kepada Allaah SWT. Dengan demikian dapat dipahami bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam sebenarnya sama dengan tujuan diciptakannya manusia itu sendiri, yaitu berbakti kepada Allaah SWT dan mengamalkan seluruh syari’atnya ketika pemahaman itu sudah melekat pada dirinya. Dan yang paling penting segala amalan yang kita kerjakan hanya dapat diterima oleh Allaah jika dikerjakan sesuai dengan ilmu tuntunannya, dan ilmu itu hanya dapat didapatkan melalui pendidikan agama yang intensif dan sempurna.

Salah satu bentuk ibadah adalah tekun menuntut ilmu. Islam akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Begitu pentingnya ilmu dalam Islam hingga diperitahkan melalui Al-Qurán maupun hadis. Dalam satu hadis riwayat Ibnu Majah, menuntut ilmu hukumnya ada yang mengatakan fardhu ain dan fardhu kifayah. Fardhu ain adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim untuk mengerjakannya. Sedangkan fardhu kifayah apabilah salah satu sudah mengerjakan maka gugur kewajibannya bagi yang lain. Beliau juga menambahkan,bahwa kunci keberhasilan adalah dengan dengan ilmu. “Barangsiapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia wajib lah memiliki ilmunya, dan barang siapa ingin selamat dan berbahagia di akirat wajib lah ia memilikiilmunya pula dan barang siapa ingin keduanya wajib lah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”.

Untuk itu dibutuhkan koreksi mendasar dan perbaikan yang menyeluruh untuk menyelesaikan secara tuntas gawat darurat pendidikan. Perbaikannya harus yang diawali dari perubahan paradigma pendidikan sekuler menjadi paradigma Islam dengan memberlakukan sistem pendidikan Islam. Karena sistem pendidikan Islam memiliki metode belajar yang khas dan unik.
Diantaranya, segala sesuatu dipelajari secara mendalam sampai benar-benar dipahami hakikatnya, pelajar harus meyakini apa yang dia pelajari dan kemudian mengamalkannya. Segala sesuatu dipelajari secara praktis, yakni diturunkan dari fakta-fakta yang terindera untuk diselesaikan atapun diberi solusi.

Sudah saatnya kita menutup lembar sistem pendidikan sekuler liberal yang hanya menciptakan masalah ditengah masyarakat dan membuka lembaran baru dengan sistem pendidikan Islam yang tentunya dibawah naungan khilafah Islamiyah yang akan membentuk peradaban besar nan mulia.

Wallahu’alam bisshowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar