Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Penuhilah Seruan Allah swt: Wajibnya Aktivitas Perubahan Untuk Khilafah

Minggu, 14 Maret 2021



Oleh: Ummu Sakha Haitsam (Komunitas Tinta Pelopor)

Harian The Times pernah memuat tulisan seorang penulis Hindu yang menyatakan: "Sekarang Turki telah berubah dari pusat Negara Islam yang memiliki pengaruh global menjadi sebuah negara Balkan yang tidak penting."
Pernyataan itu dimuat di harian tersebut pada tanggal 7 Maret 1924, beberapa hari setelah sistem Pemerintahan Islam, yaitu Khilafah, berhasil diruntuhkan oleh pengkhianat Musthafa Kemal Attaturk. Hampir 80 tahun kemudian, pernyataan itu terbukti kebenarannya, yakni ketika kaum Muslim di negara-negara Balkan seperti Bosnia Herzegovina dan Kosovo tertimpa malapetaka yang luar biasa. Dan saat ini, di tahun 2021 genap sudah 100 tahun kaum Muslim tidak dalam naungan Khilafah Islamiyah.

Ketiadaan Khilafah membuat kaum Muslim yang ada di dunia menderita. Siapa yang dapat menutup mata terhadap foto-foto yang menggambarkan bagaimana para muslimah di sana disiksa dan dinodai kehormatannya?  Siapa yang dapat melupakan ladang pembantaian yang penuh dengan tumpukan tulang di Srebrenica? Berapa ratus ribu anak-anak yang mati di Irak ketika mereka mendapatkan sanksi internasional yang tak mengenal perikemanusiaan?
Berapa lama lagi muslim Myanmar harus hidup terkatung-katung tak tentu arah di atas tanah kelahiran mereka, hingga akhirnya mereka terusir darinya dan menjadi  manusia kapal? Berapa banyak lagi muslim Uyghur yang harus mendekam di "Camp Edukasi" pemerintah Cina?
Kaum Muslim di mana pun berada merasakan bahwa diri mereka adalah sasaran empuk yang mudah diserang dan dimangsa, baik mereka yang ada di Palestina, Irak, Bosnia, Chechnya, Kosovo, Afghanistan, Kasmir, Somalia, Gujarat, maupun negeri-negeri Muslim lainnya.

Sejak keruntuhan negara Khilafah Islamiyah, kaum Muslim benar-benar terperosok dalam lubang keputusasaan yang mendalam. Dunia Islam senantiasa diwarnai dengan kegagalan, perpecahan, pertumpahan darah, ketidakamanan dan penindasan.

Selain mengalami berbagai macam penindasan, kaum Muslim juga menghadapi berbagai permasalahan besar, yaitu kebingungan, kelemahan dan perpecahan. Kaum Muslim melepaskan hukum-hukum syariat Islam sebagai pengatur kehidupan mereka. Kemudian mereka mengambil aturan dan sistem pemerintahan Barat serta menanggalkan Islam dari perannya sebagai pengatur urusan kehidupan. Inilah sumber dari segala permasalahan yang membuat kaum Muslim lemah dan hina.

Khilafah adalah Kewajiban
Islam memberikan kepada setiap Muslim suatu aqidah (keimanan) dan seperangkat solusi untuk seluruh permasalahan yang dihadapinya. Ketika kaum Muslim menerapkan seperangkat solusi itu -yaitu hukum syariat- dan mengatur segala urusan hidupnya sesuai dengan Islam serta mengimplementasikan sistem pemerintahan Islam, maka kita akan menjadi umat yang paling perkasa di muka bumi sekaligus sebagai masyarakat yang berperadaban yang tinggi.
Manakala kita meninggalkan Islam beserta sistem hidup yang terpancar darinya, maka keterpurukan, kerusakan dan kehinaan akan kita alami. Sekarang ini, sistem pemerintahan kufur yang didukung oleh kekuatan fisik dan berbagai penindasan menghalangi kita untuk menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah swt. Oleh karenanya, pemerintahan semacam itu harus disingkirkan, untuk kemudian diganti dengan sistem pemerintahan Islam, yaitu negara Khilafah.

Khilafah dapat didefinisikan sebagai kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum syariat dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Pengangkatan seorang Khalifah bagi kaum Muslim termasuk fardhu kifayah bagi kaum Muslim di seluruh dunia, sebagaimana kewajiban-kewajiban lain yang ditentukan oleh Allah swt penegakan Khilafah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan.
Hisyam bin Urwah meriwayatkan sebuah hadits dari Abi Shalih dari Abu Hurairah, yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Setelahku akan ada para penguasa, maka (penguasa) yang baik akan memimpin kalian dengan kebaikannya, sedangkan yang buruk akan memimpin kalian dengan keburukannya. Maka, dengar dan taatilah mereka dalam segala urusan yang sesuai dengan haq. Apabila mereka berbuat baik, maka (kebaikan itu) haq bagi kalian. Dan apabila mereka berbuat buruk, maka (keburukan itu) hak bagi kalian (untuk mengingatkan) dan bagi mereka kewajiban (untuk melaksanakan kewajiban)."

Imam Muslim meriwayatkan dari al-'Araj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya Imam itu laksana perisai, di mana orang-orang akan berperang di belakangnya dan berlindung dengannya."
Hadits-hadits di atas menunjukkan kepada kita bahwa akan ada banyak pemimpin yang memelihara urusan kaum Muslim; termasuk hadits yang menggambarkan Khalifah seperti perisai menunjukkan pemberitahuan tentang fungsi dari keberadaan seorang Imam. Sehingga hal ini menunjukkan adanya tuntutan untuk menegakkan atau mengangkat Khalifah.
Allah swt memerintahkan Rasulullah saw agar mengatur urusan kaum Muslimin sesuai dengan hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah swt. Perintah Allah swt kepada Rasulullah saw tersebut tegas (jazm). Allah swt berfirman:
"Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu."(TQS Al Maidah:48)
Ayat di atas merupakan seruan kepada kaum Muslim untuk menegakkan aturan-aturan Allah swt. Pengangkatan seorang Khalifah tidak lain merupakan upaya untuk menegakkan aturan-aturan Allah swt dan kekuasaan Islam dan perkara tersebut  tidak ada lagi kesamaran pada dalil-dalilnya.

Di samping itu, perkara tersebut merupakan suatu kewajiban, karena Allah swt telah mewajibkan seluruh kaum Muslim untuk menegakkan kekuasaan Islam dan melindungi kemuliaan kaum Muslim. Namun demikian, kewajiban ini termasuk fardhu kifayah atau kewajiban kolektif atas seluruh kaum Muslim. 

Karena itu, apabila sekelompok orang telah melaksanakannya sampai kewajiban itu terpenuhi, maka gugurlah tuntutan pelaksanaan kewajiban itu bagi golongan umat yang lainnya. Tetapi apabila sebagian umat belum mampu melaksanakan kewajiban tersebut, sekalipun mereka telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhinya, maka tuntutan itu tetap ada dan kewajiban itu masih disandang oleh seluruh kaum Muslim. Kewajiban itu tidak gugur dari pundak setiap Muslim, selama mereka tidak mempunyai seorang Khalifah.

Wahai Kaum Muslim, Penuhilah Seruan Allah
Orang-orang yang beriman harus memiliki keyakinan bulat kepada Allah swt berikut janji-janjinya. Orang-orang mukmin harus percaya sepenuhnya bahwa kemenangan Allah akan segera datang dan bahwa Khilafah akan segera berdiri. Rasulullah saw telah menyampaikan berita gembira tentang berdirinya kembali Khilafah. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda:
" Kenabian akan terjadi di tengah kalian seperti yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah menghapusnya (menggantikannya) jika menghendaki menghapus. Kemudian akan ada Khilafah (yang tegak) di atas manhaj kenabian, lalu Khilafah itu menjadi seperti yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah menghapusnya jika menghendaki menghapus. Kemudian akan ada kerajaan yang menggigit (mulkan 'adlan), lalu jerajaan itu menjadi seperti yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah menghapusnya jika menghendaki menghapus. Kemudian akan ada kerajaan diktator (mulkan jabariyyan), lalu kerajaan itu menjadi seperti yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah menghapusnya jika menghendaki menghapus. Kemudian akan ada (lagi) Khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian. Kemudian Rasulullah Saw terdiam."

Informasi dalam hadits di atas, yang berkisah tentang ke-Nabian, Khilafah, kerajaan yang menggigit, dan kerajaan yang diktator telah terbukti kebenarannya. Yang masih ghaib dan belum terealisasi adalah bagian hadits yang terakhir yaitu berdirinya kembalinegara Khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian.

Allah swt telah menjanjikan kemenangan kepada orang-orang yang menolong agama-Nya dengan firman-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (menegakkan agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (TQS Muhammad:7)
Dan Allah menjadikan pertolongan tersebut sebagai kewajiban bagi-Nya sebagaimana firman-Nya:
"Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman," (TQS ar-Rum: 47)
Allah swt merahasiakan kemenangan tersebut dari makhluk-Nya dan menjadikannya sebagai rahasia-Nya. Jika Allah swt menghendaki kemenangan itu terjadi, Ia akan memudahkan jalan untuk meraihnya serta mempersiapkan keadaan, baik sepengatahuan orang-orang mukmin maupun di luar pengetahuan mereka. Oleh sebab itu, kita harus selalu yakin bahwa semakin kita kuat menolong Allah dan agama-Nya, maka kita akan semakin dekat dengan pertolongan-Nya.

Demikianlah, untuk meraihh pahala dan kemenangan dari Allah swt, kita harus menyambut seruan Allah swt dengan berjuang bersama dengan umat dalam rangka menegakkan syariat Islam dalam naungan Daulah Islamiyah. Wahai kaum Muslim, Penuhilah seruan Allah!
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu. (TQS al-Anfal: 24)
Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar