Recent Posts

Pernikahan Dini Semakin Marak saat Pandemi

Rabu, 31 Maret 2021



Oleh: Siti Maisaroh, S. Pd. 
(Aktifis Muslimah Kendari) 

Bak jamur di musim hujan. Begitu juga halnya dengan pernikahan dini di musim pandemi.  Bagaimana tidak, sekitar 64.000 anak perempuan Indonesia di bawah umur dikawinkan pada masa pandemi tahun 2020 lalu, menurut data Komnas Perempuan. UU Perkawinan telah direvisi, tapi masih ada 'celah' yang memungkinkan pernikahan warga di bawah 19 tahun. Kementerian PPPA ajak kerja sama sejumlah kementerian lain.  (voaindonesia, 11/03/2021).

Menikah dini ditengah masyarakat Sekular 

Dalam pandangan masyarakat Sekular saat ini, menikah dini dianggap aib bahkan malapetaka. Merampas HAM, bahkan dapat memicu konflik dalam rumah tangga nantinya. 
Sehingga, menikah dini sangat menjadi kekhawatiran bagi kebanyakan orang. 

Kampanye pelarangan nikah dini sebenarnya sudah sejak lama digaungkan secara masif dan sistemis oleh para aktifis liberal, PBB adalah pelopor utamanya. Negara kita Indonesia sebagai salah satu anggotanya, pasti turut menyukseskannya. Tapi sayangnya, saat kampanye pelarangan nikah muda (dini) di gerakan, secara bersamaan negara kita justru membuka pintu-pintu pergaulan bebas seluas-luasnya. 

Lihat saja, saat mereka melarang menikah muda, tapi mereka tidak melarang aktifitas pacaran yang termasuk aktifitas mendekati zina.
Padahal, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا
wa laa taqrobuz-zinaaa innahuu kaana faahisyah, wa saaa`a sabiilaa

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32).

Islam menanggapi

Sejatinya, usia bukanlah satu-satunya faktor penyebab ketidak harmonisan rumah tangga sebagaimana yang ditakutkan. Karena ketidak harmonisan juga banyak terjadi pada pernikahan dengan usia matang (dewasa).

Dalam Islam, negara punya tanggung jawab besar perihal demikian. Dimana negara wajib memberikan edukasi terkait hubungan antara laki-laki dan perempuan juga pernikahan. Sehingga, ketika pemuda merasa belum siap menikah, mereka akan tetap menjaga kemuliaan dirinya dengan tidak ikut pergaulan bebas. 

Juga, negara akan memberikan kemudahan bahkan administrasi secara gratis bagi pasangan muda mudi yang akan menikah. Inilah bukti bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Aturannya hadir untuk menjadi solusi setiap problematika kehidupan. Waallahu alam bishowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar