Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Ulah Sistem Demokrasi Pakaian Muslimah Dihujat

Selasa, 02 Maret 2021


Oleh : Mimin Mintarsih 
(Ibu Rumah Tangga, Pembelajar Islam Kaffah) 

Kini Islam telah disoroti kembali, seakan di hinakan dengan adanya masalah baru, masalah terbesar bagi umat. Pakaian Muslimah yang merupakan identitas Muslimah kini tengah di hujat. Hujatan tersebut datang dari berbagai penjuru dunia, seperti yang terjadi pada Negara Turki dimana para Muslimah Turki harus menempuh jalan panjang dalam memperjuangkan penggunaan kerudung. Disana, berkerudung mulai diterapkan pada 1890-an dan menjadi lebih ketat setelah 1997. 

Pelarangan tersebut menjadi isu penting dalam debat publik dan politik sepanjang 1990-an dan 2000-an secara bertahap larangan pun dicabut untuk Mahasiswa setelah 2020, sementara larangan untuk pegawai Negeri dicabut pada 1015.

Kini syariat Islam diserang agar umat Islam menjauhi tuntunan Islam seperti melarang pemakaian cadar di sekolah-sekolah publik serta transportasi umum. Kerudung juga dilarang di tempat umum dan di gedung-gedung publik.  Bukan hanya itu, terdapat larangan menutup wajah menggunakan burqa atau niqab yang menutupi wajah di tempat umum. Belum terdapat di Negara yang lainnya yang mendapat larangan-larangan tersebut. 

Pakaian Muslimah terus dianggap sebagai simbol ekstremis yang menjadi musuh bersama para penguasa Muslim antek barat, barat dan kaki tangan nya di setiap Negeri yang berharap umat Islam menjauhi tuntunan syariat. Ketika syariat mewajibkan kerudung mereka berupaya memonsterisasi dengan melabelinya sebagai ciri-ciri ekstremis, radikal, dan teroris. Maka tak heran para penguasa Muslim yang pro barat mendukung pencegahan ekstasemu lewat larangan berpakaian Muslimah.

Belum lagi budaya barat yang terus menggerus keyakinan setiap Muslimah agar menanggalkan kerudungnya menghiasi diri tanpa pakaian sempurna menutupi tubuhnya dengan alasan modernisasi, demokratisasi atau tuntunan profesi.

Beginilah kondisi Muslimah saat ini, ketika sistem demokrasi diterapkan, kehormatan dan kemuliaan perempuan tidak terjaga pakaian Muslimah juga terus menjadi masalah yang terus-terus dicari salahnya. Bukan hanya hujatan namun penggunaan nya pun diberi sanksi oleh berbagai Negara yang menerapkan aturan larangan tersebut. Itulah wajah asli demokrasi yang berlandaskan kebebasan tanpa adanya aturan yang di benarkan.

Berbeda dengan sistem Islam yang menjadikan halal dan haram sebagai standardisasi perbuatan. Taat pada syariat dan perintah Allah Swt. Dengan adanya sistem ini perempuan serta pakaian nya identitasnya dimuliakan di lindungi. Tentu semua itu perlu adanya sistem pemerintahan khilafah yang akan menerapkan sistem Islam ini  dengan aturan nya yang berasal dari Allah Swt yang jelas kebenarannya di dalam Al-Quran. 

Wallahu Allam bishawwab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar