Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Upaya Menjauhkan Sejarah Islam dengan Moderasi

Jumat, 12 Maret 2021


Oleh : Rayani Umma Aqila


Kampanye moderasi Islam di sekolah makin massif dijalankan. Salah satunya dengan menyesatkan orientasi pengajaran materi sejarah. Melalui Kementerian Agama meminta guru madrasah pengampu mata pelajaran Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) untuk menyampaikan materi secara komprehensif. Hal ini perlu dilakukan agar siswa memiliki pandangan yang utuh atas fakta-fakta sejarah Islam yang terjadi. “Sampaikan kepada peserta didik, fakta sejarah yang komprehensif agar siswa memahami sejarah Islam masa lalu secara utuh,” pesan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Muhammad Zain, di Tangerang, Kamis (25/2/2021). 

Pesan ini disampaikan Zain secara daring kepada puluhan Guru Mata Pelajaran SKI yang mengikuti Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Sejarah Kebudayaan Islam MA/MAK. Lebih lanjut Zain menuturkan, penyampaian sejarah Islam secara komprehensif memiliki andil untuk membentuk generasi muda yang moderat. Zain mencontohkan, materi tentang kejayaan Islam di Spanyol yang melahirkan para filsuf hebat  Ibnu Rusyd dan tokoh mufassir Abi Abdullah al-Qurthuby, maka tak cukup hanya menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang saat itu. Kemenag.go ( 26 Februari 2021)

“Kebesaran Islam di Spanyol dan berjaya selama 750 tahun karena para ulama dan muslim Spanyol kala itu mempraktekan Islam yang inklusif, terbuka dan toleran,” kata Zain. Karenanya, Zain mengingatkan agar Guru Mapel SKI perlu memiliki kekayaan literasi sejarah Islam. Hal ini, agar materi sejarah menjadi lebih menarik dan bisa diterima oleh peserta didik dengan baik. Melalui tema washatiyah dalam perspektif fiqih dan Ushul fiqih Direktorat guru dan tenaga kependidikan madrasah dan Kemenag melakukan penguatan moderasi beragama di lingkungan madrasah. Dari acara workshop tersebut lahir istilah Islam moderat. Sekilas narasi makna Islam moderat begitu sangat apik. Seakan-akan menjaga kerukunan antar umat beragama dan mencintai keadilan. Namun istilah Islam moderat sebenarnya tidak pernah dikenal dalam sejarah kaum muslimin pada awalnya. Penjelasannya tidak ditemukan dalam kitab turats para ulama salafus saleh. Baik dalam kitab Muljam, fiqih atau lainnya. 

Meskipun para pengusung Islam moderat mengklaim dasar bagi moderasi adalah istilah ummatan washatan seperti dalam surat Al - Baqarah ayat 143. Artinya: “Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu, ummatan wasathan agar kamu menjadi saksi/teladan atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi/teladan atas (perbuatan) kamu. Nyatanya, makna ini tidaklah berdasar baik secara lafadz maupun secara ma'tsur berdasarkan hadits Imam At thabari menjelaskan makna wasthu surah Al-Baqarah 143, adalah alkhiyar (terbaik) dan Al Hasani (pilihan) jadi dia adalah pilihan diantara kaumnya yaitu pilihan terbaik, umat terbaik dan sebagainya. Jadi ummatan washatan sama sekali tidak ada kaitannya maknanya dengan moderasi. Makna Islam muncul dari sebuah dokumen lembaga think- thank Amerika Rand Corporation yang berjudul Civil Democratic Islam dan Building Moderat Muslim.

Dokumen itu menjelaskan bahwa karakter Islam moderat mengusung demokrasi. Dalam dokumen itu dijelaskan bahwa karakter Islam moderat adalah mendukung demokrasi pengakuan terhadap HAM, kesetaraan gender dan kebebasan beragama, menghormati sumber non agama, menentang terorisme dan kekerasan sesuai tafsiran Barat. Karakter moderat inilah di narasikan sebagai Islam damai tidak radikal dan tidak liberal, pertengahan dan tidak ekstrem. maka langkah moderasi yang  sekuler radikal dan membentuk kaum muslim dan menjauhkan dari ajaran Islam itu sendiri. Islam moderat membuat seorang muslim menolak syariat kaffah, toleran terhadap penyimpangan Aqidah, tidak mendiskriminasi pelaku maksiat,menganggap Islam tidak ada bedanya dengan aturan lain, serta menentang Islam politik.

Negara Islam, khilafah dan jihad, padahal Islam diturunkan Allah ditengah-tengah manusia sebagai petunjuk bagi kehidupan yang didalam syariatnya terdapat hukum hukum Allah bukan hanya masalah ibadah dan akhlak saja, namun terdapat juga hukum-hukum yang terkait ekonomi, sosial, politik dan sistem sanksi. Begitu juga dengan sejarah kejayaan Islam dianggap hadir karena peradaban yang inklusif dan toleran sesuai perspektif liberal. Bila benar ingin  mengajarkan sejarah secara komprehensif semestinya mengajarkan sejarah secara utuh, tidak mendistorsi  materi sejarah kekuasaan Islam dan khilafah.

Justru jika umat Islam di dunia menginginkan kedamaian, kerukunan, kesejahteraan, keberkahan dalam hidup maka jalannya adalah dengan menerapkan syariah kaffah dalam sistem kehidupan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat  Al -Anbiya: 107. ",Dan Kami tidaklah mengutusmu (wahai Rasul) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Maka barangsiapa beriman kepadamu, niscaya dia akan berbahagia dan selamat, dan barangsiapa tidak beriman, maka dia akan gagal dan merugi. 


Para ulama mu'tabar menjelaskan Rahmat Allah dalam ayat tersebut berkaitan dengan penerapan syariat Islam kaffah dalam kehidupan sebagai tuntunan Aqidah Islam yang diemban oleh Rasulullah Saw. Dalam prakteknya penerapan Islam kaffah telah melingkupi dataran bumi seluas 3/2 bagian selama 1400 tahun dimasa lampau dan terbukti mampu memberikan rasa keamanan, kesejahteraan, penjagaan kehormatan pada wanita dan anak-anak melindungi kaum Muslim yang lemah terlebih memberikan keberkahan bagi alam semesta yang tidak akan pernah dan tidak akan sanggup diberikan oleh sistem manapun. Karenanya umat harus mewaspadai rancangan sistematis ini untuk menjauhkan dari kebangkitan dan Kembali tegaknya khilafah. Wallahu A'lam Bisshawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar