Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Varian Baru Virus: Mempertanyakan Tanggung Jawab Negara

Minggu, 14 Maret 2021




Oleh : Neti Ummu Hasna

Menanggapi keberadaan mutasi virus baru yaitu virus corona B117 yang sudah terdeteksi masuk ke Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tak khawatir. Ia mengklaim varian virus ini tak lebih berbahaya dari sebelumnya.

"Belum ada penelitian yang menunjukkan varian ini lebih mematikan," klaimnya.

Menurut dia, masyarakat cukup menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak. Jokowi berkata upaya itu akan dibarengi dengan percepatan vaksinasi.

"Pencegahan agar tidak tertular virus dengan varian baru ini juga telah kita lakukan bersama-sama. Untuk itu, mari kita tetap disiplin jalankan prokes dengan ketat," ujar Jokowi.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memastikan vaksin Covid-19 asal perusahaan China, Sinovac ampuh menangkal mutasi virus SARS-CoV-2 B117 yang telah teridentifikasi masuk ke Indonesia.

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sendiri telah dimulai sejak 13 Januari lalu. Program tersebut akan menyasar 181,5 juta penduduk untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. (CNN, 4/3/2021)

Kasus varian baru virus corona B117 ditemukan di Indonesia tepat pada satu tahun corona ada di Indonesia. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan ada dua warga Kabupaten Karawang yang positif virus Corona varian baru B117. Dua warga yang terpapar tersebut diketahui merupakan TKI yang baru kembali dari Arab Saudi. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada akhir Januari 2021. (News detik.com, 4/3/2021)

Varian baru virus corona sendiri pertama kali ditemukan di Inggris akhir 2020. Varian baru ini disebut lebih cepat menular. Akibatnya, Inggris sempat melakukan lockdown kembali karena lonjakan jumlah kasus.

Walaupun telah disebutkan tak lebih berbahaya dari covid-19, keresahan masyarakat terhadap adanya varian baru virus corona malah semakin besar.

Apalagi pernyataan tersebut kontradiktif dengan yang disampaikan ahli. Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menyebut ancaman virus Corona B117 ini cukup serius.

Menurut Dicky, virus Corona B117 lebih cepat menular ketimbang COVID-19 yang sudah lama menyebar di Indonesia. Tingkat kematiannya pun cukup tinggi, yakni 30 persen lebih cepat menyebabkan kematian karena virologinya tinggi.

Dicky menjelaskan virus Corona B117 bisa menyebar di Indonesia karena kemampuan testing dan tracing yang tidak memadai. Selain itu, isolasi karantina di Indonesia juga dinilai terlalu sebentar.

Tak pelak kondisi ini semakin menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pemerintah dianggap kerap meremehkan wabah. Kebijakan-kebijakannya pun kontraproduktif terhadap penyebaran virus. Alhasil, kinerja pemerintah dalam mengatasi pandemi ini dinilai lamban oleh masyarakat.

Lebih lanjut, perbedaan pandangan antara pemerintah dengan para ahli tentang bahaya varian baru virus ini, makin menegaskan ketidakbecusan penguasa dalam mengatur pemerintahan. Kebohongan yang diciptakan tak lain hanya untuk menutupi ketidakmampuan tersebut.

Dalam demokrasi melakukan kebohongan dan pencitraan untuk menutupi ketidakmampuan merupakan hal yang biasa dilakukan penguasa. Hakikatnya mereka adalah para pemimpin yang tidak amanah yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongan saja.

Alhasil sistem ini meniscayakan individu-individu yang tak kapabel bisa duduk di singgasana kekuasaan. Wajar seluruh urusan rakyat tak menemui keberhasilan.

Sistem demokrasi pula yang menjadikan cukong-cukong terlibat dalam pengurusan negara. Sistem politik yang berbiaya mahal ini melegalkan mereka berkolaborasi mengeruk harta umat.

Jadi, jangan bertanya di mana hati nurani para koruptor bansos yang tega mengambil nafas rakyat jelata, karena mereka memang tak hadir untuk rakyatnya.

Berbeda dengan sistem Islam. Sistem politik Islam akan melahirkan para penguasa yang amanah dan kapabel, memiliki visi dan mampu mengurus rakyat dengan baik karena dilandasi dengan aturan Islam yang shahih. Dalam hal penanggulangan wabah pun akan cepat teratasi karena akan terjalin kerja sama yang baik antara penguasa dan rakyat.

Penguasa dengan segenap hati mencari solusi terbaik bagi terselesaikannya masalah. Rakyat pun akan menerima dan siap melaksanakan terhadap apa yang menjadi kebijakan negara.

Rakyat senantiasa mendoakan penguasa mereka, karena hadirnya penguasa memberikan perlindungan dan pengurusan yang prima.

Selanjutnya, selain adanya kepercayaan penuh umat kepada penguasa, penguasa akan menggandeng para pakar dalam menyelesaikan problematik yang ada. Sebab, segala sesuatu jika tidak diserahkan kepada ahlinya, akan binasa.

Begitu pun sistem kesehatan, akan mandiri diurusi pemerintah, tidak menyerahkannya pada swasta. Penelitian untuk bisa mendapatkan vaksin akan didukung bukan malah dipangkas karena bermental impor.

Kondisi perekonomian akibat pandemi yang berimbas atas sebagian masyarakat, akan dengan cepat mendapat penanganan. Selain birokrasi yang mudah, penguasanya juga tak berprofesi sebagai koruptor. Semua ini beangkal dari sehatnya kas negara yaitu Baitulmal.

Keuangan negara di bawah Baitulmal akan kuat dan stabil. Sehingga, negara tidak perlu berutang hanya untuk membeli vaksin, misalnya.

Yang terpenting, sinergisitas penguasa dan masyarakat untuk saling bahu-membahu menyelesaikan pandemi, akan mempercepat umur wabah.

Masyarakat akan terus menjaga prokes dengan 5M-nya dan penguasa akan masif menjalankan 3T-nya. Aparat juga sigap menghukum siapa saja yang melanggar, seperti menciptakan kerumunan, tak peduli apakah dia rakyat atau pejabat, semua diperlakukukan sama.

Semakin mengancamnya varian virus Corona terhadap keselamatan masyarakat adalah sesuatu yang niscaya jika pengurusan penanggulangan wabah masih di tangan penguasa dalam sistem kapitalisme demokrasi.

Maka dari itu, mari kita terapkan sistem yang melahirkan penguasa amanah dan kapabel agar dunia segera terbebas dari Corona dan wabah penyakit lainnya. Semua itu hanya mungkin terwujud dalam sistem Khilafah Islamiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar