Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Varian Baru Virus, Tanggung jawab Siapa?

Jumat, 12 Maret 2021


Oleh : Rayani Umma Aqila

Virus Corona atau covid 19 belum menunjukkan penurunan kini muncul Varian baru virus corona Inggris, atau yang disebut virus Kent - B.1.1.7 - sudah masuk Indonesia. Di negara-negara lain, varian baru Covid-19 terus bermunculan. Seperti varian yang diduga memicu lonjakan kasus di wilayah Amazon Brasil muncul di Minnesota.Kemudian varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan sudah muncul di Carolina Selatan dan Maryland.

Maraknya varian baru yang terus bermunculan di banyak negara bukan hal yang mengejutkan bagi para ilmuwan. Bagaimanapun, semua jenis virus termasuk corona SARS-CoV-2 selalu berubah dan berkembang. Ditambah lagi, penyebaran virus yang tidak terkendali di seluruh dunia membuat virus memiliki banyak kesempatan untuk terus bermutasi. Kompas.com ( 4/3/2020).

Setidaknya ada empat varian baru yang sangat mengkhawatirkan. Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Ini Macam Varian Covid-19.  Dan juga di negara-negara lain, varian baru Covid-19 terus bermunculan. Seperti varian yang diduga memicu lonjakan kasus di wilayah Amazon Brasil muncul di Minnesota. Kemudian varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan sudah muncul di Carolina Selatan dan Maryland. Hal yang paling ditakuti oleh para ilmuwan adalah virus akan bermutasi hingga menyebabkan penyakit yang lebih parah, melewati kemampuan tes untuk mendeteksi, atau vaksinasi tidak bisa memberi perlindungan. Sementara beberapa varian baru tampaknya memiliki perubahan yang memengaruhi respons imun, itu hanya berbeda sedikit.

Apa saja empat varian virus corona yang sangat mengkhawatirkan itu? Varian B.1.1.7 Daftar pertama varian baru yang paling mengkhawatirkan bagi peneliti AS  yang pertama kali dikonfirmasi di Inggris. Adanya varian B.1.1.7 yang masuk Indonesia juga membuat masyarakat khawatir. Terutama karena virus ini disebut lebih mudah menular. Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia. Berarti, jika seseorang menghirup udara yang mengandung partikel virus di dalamnya, partikel itu akan lebih mungkin menginfeksi beberapa sel di sinus atau hidung, dan akhirnya masuk ke paru-paru.

Perubahan yang mengkhawatirkan dari varian B.1.1.7 adalah lonjakan protein spike yang ada pada permukaan virus (berupa paku-paku di permukaan dan menjadi pintu masuk virus ke sel) lebih mudah menempel di sel. Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Gejala Mirip Varian Asli. Varian B.1.351 Varian yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan dikenal sebagai B.1.351 atau 501Y.V2. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian ini sudah menyebar ke lebih 30 negara lain

Varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan telah menyebar dengan cepat ke luar Afrika. Varian B.1.351 memiliki pola mutasi berbeda yang menyebabkan lebih banyak perubahan fisik pada struktur protein lonjakan (spike protein) daripada yang terjadi pada varian B.1.1. Relawan menunggu untuk diperiksa di fasilitas uji coba vaksin yang ditetapkan di Rumah Sakit Chris Sani Baragwanath di Soweto di luar Johannesburg, Afrika Selatan, Senin 30 November 2020. Lebih dari 2000 relawan Afrika Selatan mengikuti uji coba vaksin virus corona eksperimental AstraZeneca.

Satu mutasi penting, yang disebut E484K, tampaknya memengaruhi domain pengikat reseptor, bagian dari protein lonjakan yang paling penting untuk melekat pada sel. Pembuat vaksin dan peneliti akademis sedang menguji sampel varian ini, untuk melihat apakah varian B.1.351 dapat menghindari respons imun yang disebabkan oleh vaksinasi. Sejauh ini, ilmuwan dari Pusat Pengendalian AIDS Aaron Diamond di Universitas Columbia dan di tempat lain yang menguji versi buatan laboratorium dari mutasi virus terhadap darah orang yang divaksinasi.

Temuan mereka, memang ada efek vaksinasi yang berkurang dari varian B.1.351, tapi itu tidak berarti dapat melemahkan perlindungan. Setidaknya saat ini belum.Pembuat vaksin yang berbasis di Maryland, Novavax, merilis hasil awal dari vaksin virus corona pada Kamis yang menunjukkan sementara vaksin mereka memiliki keefektifan lebih dari 89 persen dalam uji coba Fase 3 di Inggris. Uji coba Fase 2 yang lebih kecil dan lebih awal dilakukan di Afrika Selatan saatvarian B.1.351 beredar menunjukkan kemanjuran hanya 60 persen.

Untuk berjaga-jaga, Pfizer dan Moderna mengatakan mereka sedang bekerja untuk membuat vaksin penguat yang akan menangani versi mutan. Rancangan vaksin dimaksudkan untuk membuat proses yang cepat dan mudah - cukup dengan memasukkan versi baru dari kode genetik yang digunakan untuk menghasilkan vaksin baru. Fauci mengatakan meski begitu, ada bantalan kekebalan ekstra yang disebabkan oleh vaksinasi. Ini memberi ruang gerak.

Mutasi atau varian baru covid 19 akan terus menjadi momok menakutkan dan jika keadaannya seperti ini maka harapan masyarakat akan menjadi pupus. Hal ini wajar sebab sejak awal penanganan pandemi solusi yang ditawarkan di masyarakat jauh panggang dari api. Misalnya dengan tidak segera diterapkan kebijakan lock down lokal di wilayah pertama terdeteksinya pasien covid 19 bahkan masih membuka kunjungan dari WNA luar negeri. Pariwisata dibuka, tanpa melakukan testing, tracing secara masif dan gratis. Hingga karpet merah kedatangan untuk tenaga asing bekerja di negeri ini. Kasus terinfeksi covid 19 pun melonjak yang mencapai satu juta saat ini. 
Jelas, ini semua memperlihatkan abainya perlindungan keselamatan terhadap masyarakat dan tidak diprioritaskan. Sementara atas nama untuk menyelamatkan ekonomi yang sedang resesi terus digenjot. Sungguh, dalam sistem kapitalisme menjadikan keuntungan materi di atas segalanya. Karena itu selama sistem ini diterapkan dalam beraktivitas dan dalam mengurusi masyarakat maka semua persoalan masyarakat atau persoalan pandemi tak akan pernah tuntas dan akan menimbulkan masalah baru. 

Dan bagaimana Islam yang terbukti mampu mengatasi persoalan pandemi hari ini, Islam menggambarkan negara (pemimpin) sebagai penggembala punya tanggung jawab atas gembalaannya dan rakyat adalah yang digembalakan. Mulai dari menjaga, memberi makan, menjaga kesehatan, menyediakan tempat tinggal, mengobatinya jika sakit dan melindunginya dari mangsa. Rasulullah Saw bersabda", Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban". ( HR. Abu Dawud ). Para pemimpin seharusnya menjadi pelindung bagi rakyatnya.

 Rakyat yang terjamin kebutuhannya terjaga kesehatannya tersedia tempat tinggalnya dan aman dari musuh akan menjadi tentram. Mereka mempercayai pemimpinnya, seperti kebijakan di masa Rasulullah dan para sahabat. Akan tetapi hal seperti ini akan muncul dari sistem yang baik dan benar berasal dari pencipta yakni sistem Islam yaitu Daulah Khilafah Islam. Wallahu A'lam Bisshowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar