Recent Posts

Yang Baru tapi Tidak Diinginkan

Minggu, 14 Maret 2021



Oleh: Ayu Alisa

Kembali lagi dengan berita yang menguak pada awal bulan maret 2021 tepatnya pada tanggal 04 Maret 2021. Telah teridentifikasi varian baru Virus Corona, tidak hanya satu tapi ada empat varian yang termuat (Kompas.com,04-03-2021)

Pemerintah tetap mengabarkan ke publik, bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan varian virus baru ini. Dengan tetap menggalakkan 5 M :
1.       Memakai masker 
2.       Menjaga jarak 1-2 meter 
3.       Mencuci tangan dengan sabun 
4.       Menghindari kerumunan atau keramaian 
5.       Mengurangi mobilitas

Apakah cukup dengan penjagaan dari individual masyarakat nya saja? Tentu saja tidak. Dimana pemerintah berperan penting dalam menangani masalah ini. Virus corona sendiri di Indonesia memiliki angka kematian yang tinggi dibanding angka kematian di dunia.

Terlebih lagi kebijakan pemerintah yang tidak bisa dirasakan masyarakat di segala aspek mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi bahkan sampai dengan sumber daya manusia . Masyarakat mulai mencari solusi nya sendiri untuk menyambung hidup. Banyak dari para pekerja yang kehilangan pekerjaannya dikarenakan pengurangan karyawan di perusahaan tempat dia bekerja. Para pelajar yang diharuskan untuk belajar secara daring pun, fasilitas yang didapat tidak tepat sasaran untuk pelajar yang tinggal di tempat yang belum tersentuh internet. Perawat yang merupakan garda terdepan dalam melawan virus pun minim akan Alat Pelindung Diri ( APD ).

Berbeda dengan Islam dalam sistem Khilafah yang menjamin kebutuhan bagi masyarakat nya. Pemerintah/Negara telah diamanahkan Allah SWT sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh menjamin pemenuhan kebutuhan setiap individu masyarakat. Mulai dari pendidikan sampai dengan pelayanan kesehatan semua diberikan secara cuma-cuma alias gratis tidak hanya untuk yang miskin tapi juga yang kaya serta apapun warna kulit dan agamanya.

Tugas penting dan mulia ini ditegaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dalam sabdanya, “ Imam ( Khalifah ) yang menjadi pemimpin manusia, adalah ( laksana ) penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap ( urusan ) rakyatnya.” ( HR. Bukhari )
Dari sini pemerintah bertanggung jawab secara penuh dalam mewujudkan jaminan terhadap individu masyarakat. Maka dari itu pemerintah bukan hanya sekedar regulator dan fasilitator, yang mengalihkan fungsi dan tanggung jawabnya seperti penyelenggara/pelaksanaan kepada korporasi bahkan pihak asing.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “ Tidak beriman orang yang tidak bisa menjaga amanah yang dibebankan padanya. Dan tidak beragama orang yang tidak menepati janjinya. “ ( HR. Ahmad bin Hambal )
Sehingga ketika peran negara hanya sebagai fasilitator, maka itu sama dengan membuka pintu lebar-lebar bagi penjajahan barat dan menghilangnya kemandirian dan kedaulatan sebuah negara.

Wallahua’lam bishowab..
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar