Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Barisan Dakwah Sejati

Sabtu, 24 April 2021



Oleh Karmini

Aktivis Dakwah

 

Berada dibarisan dakwah tidaklah segampang berada di barisan gerakjalan. Rintangan dan tantangan hingga cobaan silih berganti adalah bumbu berada di jalan dakwah.

 

Berdakwah adalah kewajiban setiap individu kaum muslim, namun manusia berhak memilih apakah menjadi pendakwah atau tidak.Allah akan memintai pertanggung jawaban  sesuai pilihan masing-masing.

 

Bergabung dalam barisan dakwah  bukanlah pilihan yang bisa dimain-mainkan dan bukan pula sesuatu yang dianggap acuh. Jika seorang  pengemban  dakwah mengatakan berat,memang benar bahwa berada dibarisan ini bukanlah hal yang gampang dan santai. Namun galau kerap kali menimpa para pengembannya.

 

Terkadang masalah pribadi adalah salah satu alasan terbengkalainya amanah. Ketika pengembanya tidak mampu mengatur kondisi, disaat itupula galau menimpa.

 

Tetapi Alhamdulillah berada dibarisan yang saling mengingatkan ketika terpuruk bahwasanya berada dibarisan dakwah harus menjadikan lelah lillah.

 

Mencoba melirik Perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan Islam adalah perjuangan yang berat dan luar biasa. Pada waktu itu Rasulullah SAW dihadapkan dengan  banyak cobaan ketika menyampaikan Risalah dari Allah.

 

Ancaman kaum kafir Quraisy pun bukan ancaman main-main, beberapa kali kaum kafir ingin membunuh Rasulullah SAW. Namun manusia berhati mulia itu tetap berpegang teguh pada agama-Nya, meskipun banyak juga tawaran-tawaran duniawi yang menggiurkan dari orang kafir seperti tawaran jabatan, harta, tahta, dan wanita. Akan tetapi Rasulullah dengan tegas menolaknya. Jalan dakwah ini jauh lebih berharga daripada dunia dan isinya.

 

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa "Barangsiapa ( dari umatku ) yang ketika bangun pagi tidak memikirkan nasib umat, maka dia bukan umatku ( umat Nabi Muhammad Saw )”. HR. Ahmad.

 

Hadis di atas adalah tombak semangat bagi pejuang agama Allah dalam memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam di muka bumi ini.

 

Demikian  seorang muslim yang mengaku umat Rasulullah, harus menyadari bahwa betapa pentingnya berada dibarisan dakwah secara jama'ah dengan memegang satu prinsip yaitu mengembalikan kehidupan Islam di muka bumi ini dan menerapkan hukum Allah secara kaffah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar