Recent Posts

Dana Bansos Akankah Menjadi Solusi di Tengah Pelarangan Mudik

Selasa, 06 April 2021




Wilujeng Sri Lestari, S. Pd. I


Seperti tahun tahun sebelumnya, hari raya adalah momen terindah untuk berkumpul dengan keluarga. Namun tahun lalu ada larangan mudik dikarenakan adanya penyebaran virus corona. Akan tetapi masyarakat tak hilang akal. Mudik dilarang, pulang kampung diperbolehkan. Tak heran jika penyebaran covid 19 membumbung tinggi setelahnya.

Tahun ini larangan mudik lebaran mulai kembali di keluarkan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan keputusan larangan mudik lebaran 2021 dihasilkan dari rapat tiga menteri. Larangan mudik berlaku mulai 6—17 Mei 2021. (liputan6.com, 28/3/2021)

Muhadjir juga menjelaskan, pelarangan mudik dilakukan dalam rangka mendukung program vaksinasi Covid-19 yang masih berlangsung. Mekanisme pergerakan orang dan barang akan diatur.

Menurut Pengamat Transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA) Semarang, Djoko Setijowarno .menjelaskan, bahwa Keputusan pelarangan mudik sebenarnya empirik based on data. Setiap kali selesai liburan panjang, angka penularan covid-19 pasti meningkat signifikan
Menurutnya, hal ini secara psikologis akan membuat menurunkan kepercayaan (low trust) terhadap kebijakan pandemi covid-19, utamanya vaksinasi. Vaksinasi bisa dianggap gagal jika terjadi ledakan penderita covid pasca Lebaran dan akan semakin membuat masyarakat tidak percaya kepada pemerintah. Oleh sebab itu, terbitkan Peraturan Presiden tentang Pelarangan Mudik Lebaran Tahun 2021. Supaya ada anggaran khusus bagi Polri dalam melaksanakan pelarangan Mudik Lebaran 2021 dapat bekerja maksimal,” (Www.liputan6.com, 28/03/2021)

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) itu juga mengingatkan agar pengendalian pandemi pun tetap harus jadi perhatian utama agar trennya terus menurun dan semakin minim menjelang musim Lebaran. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih bebas melakukan kegiatan ekonomi di daerah tempat tinggalnya atau daerah sekitarnya dengan wisata lokal. (www.Deskjabar.dotcom, 27/03/2021).

*Menunggu Bansos*

Larangan mudik akan mengakibatkan penurunan pendapatan bagi keberlangsungan usaha di bisnis transportasi umum. Pelaku usaha di daerah dan kegiatan pariwisata diprediksi akan paling banyak mengalami dampak negatif akibat kebijakan tersebut. Kalangan dunia usaha berharap pencairan bantuan sosial (Bansos) yang dijanjikan pemerintah pada masa lebaran 2021akan mampu mendongkrak konsumsi permintaan pasar sehingga bisa tetap mendorong pemulihan ekonomi. (desk-jabar.pikiran-rakyat.com, 27/3/2021)

Untuk itulah pencairan dana bansos sangat diharapkan oleh masyarakat. Walaupun sebenarnya rakyat juga merasa was-was, akankah bansos diberikan tepat waktu dan tepat sasaran. Mengingat peristiwa sebelumnya dana bansos tak tepat sasaran bahkan dana bansos dikorupsi.

Namun hal tersebut adalah wajar. Karena sistem yang digunakan di negeri ini adalah sistem kapitalisme sekuler. Yaitu sistem yang mementingkan urusan para kapitalis/pemodal dari pada urusan rakyatnya. Yaitu sistem yang bekerja sama dengan asing atau aseng dalam mengelola kekayaan SDA, sehingga mustahil rakyat sejahtera dalam sistem jahat ini.

Akan berbeda halnya jika menggunakan Islam sebagai patokannya. Islam akan menjamin rakyat agar terpenuhi sandang, pangan, dan papan dengan murah; terpenuhinya pendidikan, kesehatan, juga keamanan bahkan dikala pandemi menghadang.

Pada masa kepemimpinan khalifah Umar ra contohnya. Khalifah Umar mengangkat Amr Bin Ash sebagai gubernur untuk menuntaskan masalah wabah tha’un. Kala itu, Amr menyerukan kepada seluruh penduduk untuk mengisolasi dirinya masing-masing, memerintahkan rakyatnya agar pergi jauh. Hingga wabah berakhir dengan waktu yang tidak begitu lama.

Maka penting bagi kaum Muslim untuk memilih orang orang yang beriman dan bertakwa dalam menjalankan kebijakan. Yaitu kebijakan yang sesuai aturan dan arahan Allah SWT. Sehingga umat akan sejahtera baik itu dalam kondisi normal ataupun dalam kondisi pendemi.

Wallahu'alam bishowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar