Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

GENGGAM ERAT NIKMAT IMAN DAN ISLAM SAMPAI AKHIR HAYAT

Rabu, 07 April 2021
  


Oleh : Ummu Aqeela
 
Sebagian besar manusia di dunia menganut agama alias kepercayaan, meskipun ada pula yang tidak terlalu religius. Agama atau religi mengenalkan bahwa di dunia ini terdapat hal yang berkuasa atas segala sesuatu dan memiliki kekuatan kendali. Secara umum, agama dapat didefisinikan sebagai sistem yang mengatur kepercayaan dan peribadatan Kepada Tuhan atau Sang Pencipta, serta pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan kehidupannya. Ada berbagai macam agama di dunia ini. Sebagian terus tumbuh berkembang dan memiliki banyak pengikut baru, sedang yang lainnya bisa dikatakan makin tidak populer.
 
Saat ini, Kristen menjadi agama terbesar di dunia dengan perkiraan jumlah pemeluk mencapai 2,2 miliar jiwa. Angka ini hampir setara dengan gabungan jumlah penduduk Tiongkok dan India (masing-masing berpenduduk kira-kira 1,3 miliar jiwa). Artinya, menurut hasil penelitian dari PEW Research Center, setiap tiga dari sepuluh orang di dunia adalah Kristen. Angka ini diprediksi akan mengalami peningkatan sampai 35 tahun ke depan. Paling tidak, menurut PEW Research Center, diperkirakan akan ada 750 juta jiwa pemeluk agama Kristen baru selama periode 2010 sampai 2050. Sekilas ini peningkatan populasi yang luar biasa besar. Namun jika melihat bahwa pertambahan jumlah penduduk dunia juga diperkirakan akan naik tajam mencapai 35% hanya dalam kurun waktu setengah abad, maka peningkatan jumlah umat kristiani hampir tidak mengalami perubahan signifikan. Dengan total pemeluk yang nanti diperkirakan akan menjadi 2,9 miliar jiwa, populasi umat Kristen masih 31,4% dari jumlah penduduk dunia pada 2050. Sama persis dengan situasi saat ini.
 
Yang justru mengejutkan adalah naiknya jumlah pemeluk agama Islam dalam kurun waktu yang sama. Saat ini, Islam masih ada di peringkat kedua dengan jumlah pemeluk sebanyak 1,59 miliar jiwa. Atau sekitar 23% dari total populasi dunia. Jumlah muslim diperkirakan akan naik hampir dua kali lipat. Dengan perkiraan mencapai 2,7 miliar muslim pada 2050, ini akan menjadikan 29% penduduk dunia nantinya adalah orang Islam. ( https://tirto.id/saat-islam-menjadi-agama-mayoritas-di-dunia-cmdV )
 
Sungguh hal yang mengejutkan, meskipun saat ini islam dibombardir secara bertubi-tubi dengan serangan fitnah, melalui jargon islam radikalis, islam teroris, namun secara bersamaan islam menjadi agama yang popular, agama yang sering dibincangkan, agama yang sering dijadikan bahan perdebatan, sehingga berbondong-bondong umat semakin penasaran dan mereguk hidayah indahnya islam. Serangan fitnah yang baru-baru ini terjadi terhadap islampun, seolah tidak mampu menggoyahkan sebuah keyakinan bahwa islam adalah ideologi yang benar. 
 
Namun disitu para kapitalis, sekuleris, dan liberalis tidak akan tinggal diam, dengan segenap cara dan skenario mereka akan mempolitisir berbagai drama untuk melanggengkan kaki-kaki mereka dalam kekuasaan, yang tentu saja kekuasaan itu hanyalah jembatan untuk memenuhi ambisi keduniawian mereka. Dan berbagai drama mereka munculkan untuk memfitnah islam dan kaum muslim. Salah satunya adalah upaya menciptakan Islamophobia diberbagai lini kehidupan. Virus Islamophobia inipun merebak didunia barat dan tidak luput pula di Indonesia, berbagai macam aksi terpantau menyuburkan virus ini ditengah umat. 
 
Minggu 28 Maret 2021 pagi waktu setempat, Tanah Air dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Dari informasi yang dihimpun, sebanyak dua orang tewas di tempat. Dua orang yang tewas ini diduga pasangan suami-istri (pasutri) sebagai pelaku bom bunuh diri. Pelaku 'pasutri' yang teridentifikasi bernama Lukman dan Dewi alias Lsf sempat terekam sebuah kamera saat keduanya berboncengan mengendarai sepeda kotor matik berwarna oranye, sebelum mereka melakukan aksinya. Pasutri ini dari informasi yang disampaikan kepolisian RI adalah Pasutri yang baru melangsungkan ikatan suci alias pernikahan mereka enam bulan lalu. Beberapa jam setelah peristiwa itu juga muncul pesan terakhir diduga disampaikan pelaku di media sosial miliknya yang diduga terkai rencananya melakukan bom bunuh diri tersebut.

Polisi masih mendalami pelaku, motif dan jaringan teroris yang dilakukan sepasang pasutri ini. Dugaan sementara, pelaku merupakan Jaringan Ansarut Daulah (JAD) yang terus diburu kepolisian. Bahkan, pasca ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Densus 88 Polri melakukan serangkaian kegiatan penggrebekan di sejumlah wilayah seperti di Condet, Jakarta Timur, Cikarang, Bekasi dan Kota Bima NTB diduga masih terkait jaringan bom di Gereja Katedral, Makassar. (SINDONEWS.COM, 30 Maret 2021)
 
Peristiwa diatas bukanlah sekedar bom bunuh diri dengan korban tewas yang tercatat saja, namun yang lebih dahsyat itu adalah bom pembunuhan karakter yang tentu saja islam dan kaum muslim menjadi kambing hitam dan menaggung akibatnya. Ini bisa disebut pula sebagai Quilty Assosiation, yaitu perbuatan yang disangkakan terhadap seseorang atau sekelompok orang namun harus diterima dan dihukumkan terhadap seluruh umat yaitu muslim. Namun yang pasti isu teroris ini telah menjadikan citra ajaran islam dan umat islam seluruhnya menjadi negatif dan tersudutkan. Padahal islam adalah agama yang rahmattan lil’alamin yang justru mengharamkan adanya tindakan terorisme apapun dalihnya, jadi jika ada orang atau sekelompok orang melakukan teror mengatasnamakan islam itu bukanlah islam. Itu hanyalah pembajakan ajaran islam sesuai tafsir hawa nafsunya yang dengan atau tanpa sadar makin merusak dan merobohkan bangunan islam dari dalam.
 
Sungguh harus diketahui bahwa Islam merupakan sebuah ideologi yang berumber dari Allah SWT, jika Islam dapat difahami dengan baik dan seksama maka yang terjadi adalah kehidupan yang damai diantara umat manusia. Islam adalah suatu sistem yang menyeluruh terhadap semua aspek kehidupan manusia yang berdasarkan dengan Al-Qur’an  serta Hadits, yang diintegrasikan kedalam semua aspek kehidupan. Islam diturunkan untuk membawa kebaikan, kedamaian dan keselamatan bagi seluruh penduduk bumi. Agama Islam diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya. Islam adalah agama yang cinta damai dan memberi kebaikan atas segala permasalahan di muka bumi. Islam memberi solusi, Islam memberi perubahan dan kemuliaan atas kehidupan makhluk di muka bumi. Islam mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin karena memiliki hukum yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Ini mengartikan bahwa Islam membawa Rahmat untuk semua umat, bukan hanya umat muslim semata, namun umat manusia secara keseluruhan.
 
Islam bukan sekadar agama ritual, namun Islam juga mengatur politik, ekonomi, sosial budaya, sistem sanksi, dan pemerintahan. Dalam politik Islam menjadikan negara merupakan pemegang pengaturan urusan umat. Negara bukan semata fasilitator dan organisator tetapi negara berfungsi sebagai pelayan yang menyediakan apa yang merupakan kemaslahatan umat dan menjauhkan mereka dari segala bentuk mafsadah (kerusakan). Tak ada agama yang sangat detail mengurusi semua permasalahan pemeluknya kecuali Islam. Islam menjadi satu-satunya solusi bagi kehidupan. Barang siapa yang memilih Islam sebagai solusi dalam kehidupan mereka, maka mereka orang-orang yang selamat atas segala bahaya dunia dan bahaya akhirat. 
 
Karenaya sudah menjadi tugas kita bersama untuk menguatkan pemahaman pada diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar bahwa Islam adalah agama pembawa rahmat yang damai. Menjalankan Islam secara keseluruhan berarti berusaha memperbaiki hubungan dengan Allah (Hablun min Allah) dan hubungan dengan manusia (Hablun min An-Nas). Dalam konteks hubungan dengan Allah, akidah haruslah dipegang kuat bahwa Allah yang Esa dan tidak dapat diganggu gugat, tidak ada toleransi untuk hal ini. 
 
Sungguh, yakinlah Islam itu agama yang haq. Islam itu tinggi. Ajaran Islam meliputi seluruh aspek kehidupan. Tak perlu takut untuk mempelajari dan menyerukan Islam sebab mempelajari dan menyerukan Islam merupakan konsekuensi keimanan sebagai seorang muslim. Mari kita melawan Islamophobia, bukan dengan menebar ketakutan serupa, tapi menunjukannnya dengan sikap keteladanan, sikap saling menghormati, saling menyayangi, karena sekali lagi, Islam adalah agama yang final, tidak ada revisi meskipun hanya satu senti.
 
Allah Azza wa Jalla berfirman:
QS. Ali Imran ayat 19 
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
artinya : “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam”
dalam ayat diatas menegaskan bahwa satu-satunya agama yang benar dan diridhai Allah adalah islam. Islam adalah sebuah agama yang telah mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah ta’ala bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya.
 
Kebenaran agama islam hanya akan dapat dirasakan kepada hamba-hamba yang Allah berikan taufik dan hidayah kepadanya. Dalam artian meskipun islam itu rahmat bagi seluruh alam, namun orang yang mengimani dan menerimanya bahwa islam adalah agama yang benar yang Allah turunkan ke muka bumi hanyalah bagi orang-orang yang kepadanya turun taufik dan hidayah dari Allah. Oleh karena itu sungguuh beruntung bagi kita yang terlahir di lingkungan yang semenjak kecil kita sudah memegang islam, karena tidak ada nikmat yang paling tinggi selain nikmat iman dan islam.
 



Wallahu’alam bishowab
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar