Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Kasus Bom Bunuh Diri, Siapa yang Diuntungkan?

Jumat, 02 April 2021


Oleh : Ranyassifa


Kasus bom bunuh diri yang terjadi di di depan Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) membuat beberapa tokoh agama angkat bicara. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta Polri segera mengusut tuntas siapa dan apa motif peledakan bom tersebut termasuk jaringan dan aktor di balik teror  bom bunuh diri tersebut. Menurutnya segala bentuk kekerasan yang menimbulkan ketakutan, kekacauan, serta  mengancam dan mengorbankan nyawa manusia sangatlah biadab.

"Kepada masyarakat luas hendaknya tenang dan tidak mengembangkan berbagai prasangka atau asumsi yang dapat mengaburkan kasus bom yang tidak berperikemanusiaan dan tidak beradab tersebut," tutur Haedar.

Haedar menegaskan agar tidak mengaitkan tindakan bom tersebut terhubung dengan agama dan golongan umat beragama tertentu. Bisa jadi aksi bom Makassar ini menjadi adu domba kepada rakyat Indonesia.

"Boleh jadi tindakan bom tersebut merupakan bentuk adu domba, memancing di air keruh, dan wujud dari perbuatan teror yang tidak bertemali dengan aspek keagamaan," tegas Haedar. (m.liputan6.com)

Tidak hanya itu, Menteri Agama Yaqut  Cholil Qoumas pun turut berkomentar. 

Yaqut meminta kepada pemuka agama turut menyampaikan kepada jamaahnya tentang perdamaian. Menurutnya pemuka agama harus menekankan bahwa, tidak ada agama apapun yang melakukan kekerasan dan teror dengan alasan apapun. Karena menurutnya agama mengajarkan kasih sayang, kedamaian dan saling mencintai ke sesama manusia. 

Ia pun menambahkan, kejadian bom bunuh diri di Katedral Makassar bukanlah masuk ke dalam perilaku umat yang beragama. Yaqut berharap kepada masyarakat agar untuk tidak ketakutan karena peristiwa tersebut. (republika.co.id)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku bom bunuh diri di depan Katedral Makassar, Minggu (28/3) terkait dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina," ungkap Sigit saat meninjau lokasi kejadian bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

"Pelaku yang meninggal dunia ada 2 orang laki-laki dan perempuan," katanya.

Listyo Sigit meminta masyarakat agar tenang dan tidak panik pascateror bom bunuh diri. Masyarakat, menurutnya, diminta tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. (m.cnnindonesia.com)

Tidak hanya satu atau dua kali terjadi tindakan bom bunuh diri di Indonesia, bahkan di dunia. Kasus bom bunuh diri di beberapa tempat ibadah, jelas mengarah kepada tindakan terorisme. Jika pihak yang berwajib tidak segera memberantas tuntas hingga ke akarnya, masyarakat tentu akan merasa nyawanya terancam.

Belum lagi jika kasus pengemboman serupa tidak segera ditangani, hal ini bisa dijadikan sebagai alat pemecah belah masyarakat dan dapat mengarahkan opini demi kepentingan politik tertentu. Wallahu 'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar