Recent Posts

KEMBALI KAFFAH DIBULAN PUASA

Rabu, 07 April 2021
                     
 
Oleh : Ummu Aqeela
 
Menurut kalender Islam 1442 H, puasa dan bulan Ramadhan tahun 2021 akan jatuh pada tanggal antara 13-14 Mei 2021. Sedangkan Hari Raya Idul Fitri tanggal tanggal 13 Mei 2021. Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021. ( Suara.com, 24 Februari 2021 )
 
 
Ramadhan sudah sepatutnya menjadi suatu peristiwa penting bagi kaum muslim, karena di bulan ramadhan ini kaum muslim akan lebih mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan syariatnya secara kaffah (total). Puasa Ramadhan adalah puasa yang diperintahkan Allah SWT sebagaimana dinyatakan dalam Firman Allah Surat Al Baqarah ayat 183 :
 
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 
 
(“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”). Untuk melaksanakan puasa Ramadhan banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, termasuk reward (pahala) dan punishment (dosa) bagi mereka yang melaksanakan dan meninggalkannya.
 
 
Bagi mereka yang melaksanakan puasa Ramadhan, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlimpah. Disamping keutamaan-keutamaan puasa, dalam bulan Ramadhan Allah SWT juga menjanjikan pahala yang berlipat untuk ibadah atau perbuatan baik lainnya. Perintah Allah SWT untuk mengerjakan ibadah puasa Ramadan tidak hanya kepada ummat Nabi Muhammad SAW, akan tetapi perintah mengerjakan puasa juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu. Dan ini merupakan kewajiban yang harus dikerjakan karena Ramadan merupakan bulan yang diberkahi oleh Allah SWT untuk membentengi diri dari perbuatan keji dan munkar. 
 
 
Dan supaya memperoleh keimanan dan ketaqwaan yang sempurna, tidak hanya taqwa yang sekedar kata-kata akan tetapi harus sesuai dengan pengamalannya. Baik dari segi tingkah lakunya, ucapannya bahkan seluruh prilakunya mencerminkan kesejukan dan kelemah lembutan serta ketaatan dalam menjalankan syariat dari Allah SWT. Karena untuk menggapai derajat ketaqwaan yang benar-benar sesuai dengan syariat agama islam tidaklah semudah dengan ucapan dari lisan saja. Karena walaupun sudah dikerjakan ibadah puasa disiang harinya dan di tambah dengan tarawih dan tadarus alkuran di malam harinya belum tentu menjadi ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT jika tidak ada keikhlasan didalamnya.
 
 
Keikhlasan dimulai dalam berniat dan mengerjakan ibadah puasa, salat dan tilawatil quran dan semua ibadah-ibadah lainnya, dengan tujuan untuk membersihkan hati dan jiwa. Dan menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam beribadah dan pedoman untuk menjalani hidup dan kehidupan. Sehingga momen istimewa yang ada di bulan Ramadhan ini haruslah diperbanyak untuk beribadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena bulan suci Ramadan merupakan batu loncatan yang sangat baik untuk meraih ketaqwaan dengan sempurna. Karena begitu banyak pahala yang sengaja Allah SWT jadikan di dalam Ramadan. 
 
 
Salah satunya keistimewaan yang ada di dalam bulan suci Ramadan ini adalah Allah SWT menurunkan Alquran pada malam Ramdan yaitu di malam Lailatul Qadar. Dan itu itu terjadi pada bulan suci Ramadan. Dengan demikian maka sudah seharusnya semua umat muslim mengetahui hakikat dari puasa tersebut. Karena apabila hanya sekedar menjalankan puasa untuk melepaskan tanggung jawab sebagi umat muslim akan tetapi tidak dibarengi dengan niat yang tulus serta keikhlasan dari hati maka akan sia-sialah puasanya tersebut dan tidak mendapatkan apa-apa dari Allah SWT.
 
 
Selayaknya tamu agung yang akan datang ke rumah kita, tentu perlu persiapan dalam penyambutannya. Oleh karena itu, perlu bagi diri kita untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci nan mulia ini agar bisa maksimal. Lantas bagaimana cara agar kita bisa memaksimalkan persiapannya. Berikut tips yang dapat kita lakukan.
 
1.Berdoa 
Berdoalah agar disampaikan kepada bulan suci ini karena kita tak pernah tahu sampai kapan umur kita. Dengan berdoa maka kita telah berusaha dengan jalan meminta kepada Sang Pemilik Jiwa agar menyampaikan umur kita kepada bulan yang sungguh mulai ini. Tak ada yang lebih utama melainkan ibadah-iabadah yang dilakukan di bulan suci ini.

 2. Bertaubat
Memperbanyak taubat sebelum memasuki bulan Ramadhan agar kita memasukinya dalam keadaan bersih dan mensucikan diri dari sifat-sifat tercela diri kita. Dengan demikian, kita mengharap kemudahan dari Allah agar bisa memaksimalkan diri dalam beribadah didalamnya.

3. Memperbanyak puasa sunnah
Sebagai bulan yang didalamnya kita berpuasa sebulan penuh maka perlu persiapan agar tak kaget ketika memasukinya. Salah satu cara adalah dengan memperbanyak ibadah puasa di bulan-bulan sebelumnya agar kita terbiasa untuk berpuasa. Bagi yang memiliki qadha puasa, maka usahakan untuk menggantinya sebelum masuk bulan Ramadhan.

4. Memperbanyak ibadah-ibadah di bulan sya’ban
Memperbanyak ibadah-ibadah seperti sholat sunnah rawatib, sholat dhuha, sholat tahajud, dzikir, sedekah, membaca Al Qur'an agar kita terbiasa dalam beribadah sebelum memasuki bulan Ramadhan. 5. Membuat list dan target ibadah harian
List harian akan membantu kita untuk mengontrol ibadah apa saja yang telah kita lakukan. Hal ini akan memudahkan evaluasi ibadah harian kita agar tidak lalai dalam memaksimalkan ibadah. 
Buatlah daftar ibadah-ibadah yang akan kita lakukan selama sebulan penuh dan targetkan baik kuantitas maupun kualitas ibadah tersebut. Semoga dengan target tersebut, selalu ada motivasi untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan ibadah-ibadah.

6. Bekali diri dengan ilmu tentang bulan Ramadhan
Sebagai bekal kita menjalani puasa dengan lancar maka tentunya perlu mempersiapkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum puasa, keutamaan bagi orang yang berpuasa dan berbagai hal lainnya terkait amalan kita di bulan suci ini agar kita dapat menjalani ibadah sesuai dengan ilmunya.
 
 
 
Semoga ibadah puasa yang kita laksanakan setiap tahun bukanlah merupakan sebuah rutinitas bentuk kehidupan duniawi, akan tetapi Ramadhan yang di dalamnya ada puasa wajib dan ibadah-ibadah sunnah lainnya, seperti membaca mushaf dan tafsir Alquran atau tadarus Alquran, qiyam al-layl, ini adalah momentum sebagai bulan pendidikan bagi madrasah kehidupan manusia untuk menaikkan mutu ketaqwaannya kepada Allah swt. Sehingga dengan ketaqwaan tersebut akan membentuk pribadi-pribadi yang kaffah, yang hanya tunduk dan ta’at pada aturan yang datangnya dari Allah semata. Dan kekaffahan itu hanya mungkin diraih oleh siapapun dengan terlebih dahulu meyakini dan mempedomani ajaran Islam. Salah satu pembuktian keyakinan itu ialah apa yang sedang kita laksanakan dari salah satu pilar Islam, yaitu ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan yang mulia dan penuh berkah.

Karna islam adalah agama yang sempurna, mengatur hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah) seperti:aqidah,ibadah,jihad. Dengan dirinya sendiri (hablumminannafs) seperti:makanan,minuman,pakaian. Dan dengan sesama manusia (hablumminannas) seperti:muamalah dan uqubat/sanksi hukum. Akan tetapi disini harus ada peran negara untuk menyempurnakan amal -amal tersebut. Karna itu pada dibulan ramadhan ini perlu di sampaikan penerapan syariat islam secara menyeluruh untuk menyelamatkan umat dari paham sekularisme dan Liberalisme. Untuk itulah perlunya islam kaffah diterapkan, tidak hanya dalam diri saja namun secara menyeluruh dalam bernegara, agar terwujud manusia-manusia kaffah dibawah naungan daulah khilafah.
Wallahu’alam bishowab
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar