Recent Posts

Memilih Temen Duduk

Selasa, 20 April 2021



Oleh : Naca Yana Haiya

Sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh, islam telah mengatur berbagai adab-adab serta batasan-batasan disetiap aspek kehidupan salah satunya hubungan manusia dengan manusia lainnya dalam hal ini yaitu pergaulan. Pergaulan sangat  mempengaruhi kehidupan seseorang, untuk itu wajib bagi setiap muslim untuk memilih dengan siapa kita berteman yang akan membantu kita dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam hubungan perteman kita akan dihadapkan pada pilihan antara mempengaruhi atau terpengaruh, entah itu dalam menambah ketaatan kepada Allah SWT atau bahkan sebaliknya. Apa yang akan menjadi tujuan kita tentulah kita ingin mendapatkan teman duduk atau sahabat untuk menggapai apa yang kita tuju tak lain dan tak bukan adalah surga Allah. Namun  tak sedikit akibat salah pergaulan banyak yang  justru terjerumus dalam  kemaksiatan, dan tak sedikit pula mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan darinya.

Perubahan sikap seseorang sangat bergantung pada siapa yang kita jadikan  sahabat, hal ini sering terjadi pada kita sendiri atau bahkan orang terdekat kita. Misalnya semasa sekolah orang tersebut dikenal nakal, kasar dan mudah mencaci, tapi setelah kuliah dia mengalami perubahan total mulai dari berpakaian syar’i tutur katanya lembut dan menjaga pandangan. Ternyata perubahan tersebut di alami sebabdia bergaul dengan orang-orang  sholeh, bersyar’i atau tergabung dalam komunitas hijrah yang menuntunnya kejalan kebaiakan.

Sebaliknya, adapula teman semasa kuliah keistiqomahannya pada syar’iat sangat dijaga kemana-mana selalu syar’i, tapi setelah lulus dan kembali ke kampung halamannya berpakaian syar’i pun tidak dijalankan tampil bertabaruj dan bahkan berikhalwat/berikhtilatpun dia tak hiraukan lagi. Hal ini disebabkan akibat dia terpengaruh oleh teman-teman sepergaulannya, bermudah-mudahan  dalam melakukan hal-hal tersebut  yang tak mampu mempertahankan keistiqomahnnya dan malah tidak mempengaruhi kebaikan kepada teman-temannya.  

Dalam sebuah hadist Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam  bersabda  “permisalan teman duduk yang sholeh dan teman duduk yang buruk seperti penjual misik (minyak wangi) dan pandai besi. Adapun penjual misik, boleh jadi ia memberimu misik, engkau membeli darinya atau setidaknya engkau akan mencium bau harumnya. Adapun pandai besi, boleh jadi akan membuat bajumu terbakar atau engkau mencium bau yang tidak enak”. (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Hadist diatas mengisyaratkan bahwasannya ketika kita memperoleh sabahat sholeh maka kita pun akan  diberikan atau mendapatkan kebaikan, seperti perjual misik yang memberikan atau mendapakan misik bahkan mencium  bau harumnya. Keutamaan  lainnya pun dia dapat mengajarkan dan mengingatkan  pada kebaikan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat dan lain-lainnya. Sebaliknya, mendapatkan sahabat yang menjerumuskan pada kemaksiatan yang sepintas didunia terlihat nikmat namun diakhirat justru kesengsaraan dan penyesalan yang didapat.

Allah SWT berfirman yang artinya “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil (jalam lurus) bersama Rasul. Celakalah aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab ku. Sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an), ketika(Al-Qur’an) itu datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia” (QS. Al-Furqan 27-29)

Sebab diri merupakan cerminan dari siapa kita jadikan sahabat, maka dari itu wajib bagi kita mencari sahabat sefrekunsi atau sepemahaman yang membantu kita dalam ketaatan kepada Allah SWT dan wajib menjauhi orang-orang fasik yang menjurumuskan kita pada kemaksiatan dan kesesatan yang Allah murkai, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam  bersabda “seseorang itu atas agama (perjalanan) sahabatnya, hendaklah seseorang kamu memerhatikan siapa harus dipilih menjadi sahabat” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Maka dari itu mencari dan jadilah teman yang memberikan banyak kebaikan atau minimal memperoleh kebaikan dari apa yang dilakukannya. Pertahakanlah setiap kebaikan darinya, termasuk sahabat! Al-Imam Syafi’I rahimahullah berkata “apabila engkau miliki seseorang teman yang taat dalam pandanganmu, maka peganglah erat-erat. Karena mencari teman (yang baik) itu begitu sulit. Adapun untuk melepaskannya sangatlah mudah”.

Wallahualambishawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar