Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Memuliakan Al Quran, Raih Keberkahan Ramadan

Rabu, 28 April 2021



Oleh: Nur Itsnaini Maulidia (Aktivis Dakwah)

Tak terasa kita sudah berada di pertengahan bulan ramadan. Bulan mulia yang penuh dengan berkah, bulan diturunkannya al-Quran. Untuk meraih keberkahan bulan ramadan Muslimah Bangil megadakan forum live discussion bertajuk “Memuliakan Al Quran, Raih Keberkahan Ramadan”. Forum ini dipandu oleh Kak Alfi dengan menghadirkan dua pemateri yang luar biasa, Ustadzah Chamdiyah (Aktivis Muslimah)  dan Ustadzah Haida Murad (Pemerhati Problematika Umat). Forum telah dilakukan via zoom meeting. Puluhan peserta dari berbagai kalangan dan daerah antusias menghadiri forum ini. (Ahad 25/04/2021)

Ustadzah Chmadiyah sebagai pemateri pertama menyampaikan bahwa ramadan memiliki berbagai nama agung. Salah satunya Bulan Alquran (Syahr al-Quran). Sebab pada bulan inilah Allah SWT menurunkan Alquran sekaligus ke langit dunia, untuk kemudian secara berangsur-angsur Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui Malaikat Jibril. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (TQS al-Baqarah [2]: 185)

Allah SWT juga menjadikan malam turunnya Alquran sebagai malam yang penuh berkah. Allah SWT berfirman: "Sungguh Kami menurunkan Al-Quran pada suatu malam yang diberkahi. Sungguh Kamilah Yang memberi peringatan." (TQS ad-Dukhan [44]: 3). “Generasi terdahulu dari kalangan orang-orang salih biasa menghidupkan Ramadan dengan ragam ibadah. Di antaranya dengan sibuk membaca Alquran. Mereka memahami besarnya keutamaan membaca Alquran. Apalagi pada pada bulan Ramadan. Nabi Saw bersabda: "Siapa yang membaca satu huruf saja dari Kitabullah, bagi dia satu kebaikan, sementara satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali." (HR at-Tirmidzi),” jelas Ustadzah Chamdiyah

Selanjutnya Ustadzah Chamdiyah menjelaskan bahwa al-Quran diturunkan Allah ke bumi sebagai petunjuk bagi segala aspek kehidupan manusia, Di dalam Alquran terkandung hukum ibadah, akhlak, sosial, ekonomi dan bisnis, pidana, politik dan pemerintahan. Allah SWT berfirman: "Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil)." (TQS al-Baqarah [2]: 185).

Selama kurang lebih 13 abad silam, kaum Muslim telah hidup bersama Alquran. Mereka menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan. Hasilnya, kaum Muslim mencapai kejayaan. al-Quran memberikan penyelesaian atas semua problem yang dihadapi manusia di dalam kehidupan mereka. Baik problem pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Baik problem ekonomi, sosial, pendidikan, hukum, pemerintahan, politik ataupun berbagai problem lainnya. “Karena itu tentu penting mengamalkan dan menerapkan seluruh isi al-Quran. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Di sinilah pentingnya formalisasi dan pelembagaan al-Quran. Di sini pula pentingnya negara menerapkan al-Quran dalam seluruh aspek kehidupan. Inilah yang dipraktikkan oleh Rasulullah saw. saat memimpin Daulah Islam di Madinah, juga oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah setelah mereka sepanjang sejarah Kekhilafahan Islam,” ungkap Ustadzah Chamdiyah.

Ustadzah Haida sebagai pemateri kedua menyampaikan berbagai problema kehidupan yang kita hadapi saat ini akibat tidak diterapkannya al-Quran. Realita kemiskinan yang dialami Indonesia sungguh miris. Jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang dengan garis kemiskinan Rp 458.947,-/kapita/bulan. (BPS 2020). Lebih dari 950 juta penduduk dunia dililit kemiskinan dan kelaparan ekstrim bukan karena tidak teresedianya bahan pangan akan tetapi karena ketidak mampuan menjangkau harga pangan yang melangit. Setiap bayi yang lahir di Indonesia saat ini langsung menanggung beban hutang Rp 22,1 juta karena hutang negara yang sudah mencapai 6 T. Besarnya beban hutang yang itu ikut menurunkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan yang seharusnya menjadi anak-anak.

Kondisi saat ini memang sangat sulit. “pengangguran semakin bertebaran, bencana dimana-mana, kurs rupia gonjang-ganjing, keamanan tak lagi terjamin, palestina masih terjajah, jilbab dilarang di berbagai negara, al-quran dan ulama dilecehkan, pornografi diperbolehkan, korupsi dan prostitusi semakin marak. na’udzubillah,” tutur Ustadzah Haida mengungkap beberapa kondisi sulit yang dialami masyarakat saat ini.

Semua kesulitan ini bisa dirubah asal ada kemauan dari manusia. Ustadzah Haida menegaskan bahwa semua kesulitan bisa dirubah dengan merujuk apada ayat Allah dalam surat ar-Ra’du yang artinya: “Allah tidak akan merubah nasib/kondisi suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (TQS ar-Ra’du: 11). Untuk melakukan perubahan ini harus mengikuti metode Rasulullah SAW, karena Rasulullah diutus sebagai uswah atau tauladan bagi manusia. 

Dalam melakukan perubahan Rasulullah menyeru atau berdakwah kepada orang-orang disekitarnya dengan menjelaskan ajaran agama Islam, memahamkan isi al-Quran, dan membina mereka hingga paham betul ajaran Islam. “perubahan yang dilakukan oleh Rasulullah adalah perubahan secara menyeluruh bukan hanya dari satu aspek saja akan tetapi segala aspek kehidupan. Rasulullah berdakwah 
mengajarkan isi al-Quran kemudian mendirikan daulah di Madinah dengan menerapkan  seluruh isi al-Quran, menerapkan syariat Islam secara kaffah, dengan itu terbentuk masyarakat islami yang sangat sejahtera jauh dari kesulitan dan rasa tidak aman. Hal ini berlanjut hingga masa Khulafaur Rasyidin dan kekhilafahan setelahnya, ini berlangsung hingga 13 abad,” jelas Ustadzah Haida di akhir materi.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita menghentikan kondisi sulit ini dengan melakukan perubahan secara menyeluruh terlebih di bulan ramadan yang penuh berkah ini. Dalam kondisi saat ini sangat penting bagi kita berdakwah di tengah-tengah masyarakat dengan kembali memahamkan isi al Quran, mengamalkan dan menerapkan seluruh isi al-Quran. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Di sinilah pentingnya formalisasi dan pelembagaan al-Quran. Di sini pula pentingnya negara menerapkan al-Quran dalam seluruh aspek kehidupan. Inilah yang dipraktikkan oleh Rasulullah saw. saat memimpin Daulah Islam di Madinah, juga oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah setelah mereka sepanjang sejarah Kekhilafahan Islam. Wallaahua’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar