Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Menyambut Ramadhan Ke-2 Kala Pandemi

Senin, 12 April 2021



Oleh Krisdianti Nurayu Wulandari


Tak terasa sebentar lagi kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Dan ini merupakan kali kedua kita menginjakkan Ramadhan masih dalam suasana pandemi covid-19. Semua orang masih merasakan dampak dari covid-19. 

Akan tetapi, ketika kita menyikapi hal itu dengan penuh keimanan serta ketaqwaan, inshaaAllah Allah akan memberikan jalan keluar dari segala persoalan yang kita hadapi termasuk pandemi ini. 

Begitulah seharusnya sikap seorang muslim dalam menghadapi musibah atau ujian yang sedang menimpanya. Terlebih lagi di bulan Romadhan yang mulia. Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam firman-nya QS. Al Baqarah:143 memerintahkan kepada kita untuk berpuasa supaya kita mendapatkan ketakwaan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Karena esensi dari puasa itu sendiri adalah meraih derajat taqwa. Sedangkan taqwa itu sendiri adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi semua larangannya. 

Dengan adanya bulan Ramadhan ini  tentunya semakin menguatkan keimanan kita. Kita bisa lebih legowo terhadap hal-hal yang sedang kita hadapi. Juga dengan adanya momen Ramadhan ini semakin menguatkan langkah dakwah kita untuk melanjutkan kehidupan Islam di tengah-tengah umat.

Tiada henti kita bermunajat kepada Allah Sang pemilik hati setiap hamba-Nya supaya Allah memberikan hidayah-nya untuk orang-orang yang kita cintai, untuk orang-orang yang kita dakwahi agar menerima dan mau berjuang bersama di dalam Jalan dakwah ini.

Sudah banyak kita saksikan korban-korban dari penerapan kapitalisme ini. Bahkan termasuk diantaranya para pengemban dakwah. Tindak kriminal semakin marak, transaksi riba  semakin menguat, akhlak generasi semakin  surut, Ulama dikriminalisasi, ajaran Islam dimonsterisasi dan masih banyak lagi. Hendaknya di bulan Ramadan ini kita jadikan sebagai momentum muhasabah kita atas apa yang telah kita kerjakan selama ini. 

Kemudian kembali menyusun strategi-strategi baru demi keberlangsungan dakwah ini. Menjemput tujuan kita dengan penuh kegembiraan. Mengentaskan umat dari keterpurukan yang menimpanya. Yaitu dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang dapat menerapkan seluruh aturan Islam tanpa harus tebang pilih. Mudah-mudahan Allah merahmati kita semua dan Allah jadikan ini sebagai Ramadhan terakhir tanpa adanya Khilafah Rasyidah. 
Aamiin Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin...
Wallaahu A'lam bi as-Shawaab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar