Recent Posts

Merebaknya Islamofobia, Gejala Akutnya Liberalisme

Minggu, 04 April 2021
Oleh: Yuke Octavianty

Monsterisasi Islam, semakin akut tampak dalam kehidupan. Setiap peristiwa berbau negatif, diporoskan pada Islam dan pemeluknya. Belum lama, terjadi pemboman tempat ibadah umat Kristiani di Makassar, yang kemudian disusul dengan kejadian "penyerangan"  markas besar Polri. Pelaku semua kejadian ini dikaitkan dengan simbol Islam.  Hingga terwujudlah paradigma bahwa, Islam adalah agama radikalisme. Agama intoleran dan penuh kekejaman. 

Betulkah demikian adanya? Islam, secara hakiki merupakan agama tauhid yang Allah ciptakan melalui Rasulullah  SAW. Islam, berisi ajaran akidah yang terpancar di dalamnya aturan. Aturan untuk mengatur seluruh urusan kehidupan manusia. Mulai dari urusan politik, sosial, ekonomi, budaya dan semua urusan lainnya yang menyangkut hubungan manusia dengan Sang Pencipta, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam.

Namun saat ini, Islam hanya dipandang sebagai agama ritual saja. Bukan sebagai aturan hidup. Inilah titik utama timbulnya masalah. Saat syariah ditinggalkan, bencana pastilah yang dituai. Saat Islam dipisahkan dalam kehidupan, paham liberalisme dan sekulerisme merebak dan mengubah pemikiran umat. Inilah bencana utama akhir zaman. Liberalisme dan sekulerisme, paham yang memisahkan bahwa agama harus dipisahkan dari kehidupan. Paham inilah yang mengubah pemikiran umat. Hingga mengubah pemahaman dan perilaku umat. Menjadikan umat sebagai makhluk yang tak memiliki rasa takut pada Allah, Sang Penguasa Alam. Akhirnya, merusak seluruh tatanan kehidupan.

Saatnya Islam bangkit. Islam kaffah wajib ditegakkan. Pemikiran umat harus dibangkitkan. Syariah Islam kaffah yang diterapkan dalam bingkai Khilafah minhaj an nubuwwah, akan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh umat. Rahmat Allah tercurah dari langit dan bumi.

Wallahu a'lam bisshowwab. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar