Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Mutasi Massal di Muna Penzaliman terhadap Guru

Kamis, 08 April 2021



Oleh: Siti Maisaroh, S. Pd. (Aktifis Muslimah)

Mutasi massal terhadap 222 orang guru di Kabupaten Muna mendapat sorotan dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Halim Momo.
Abdul Halim Momo merasa heran dan prihatin atas apa yang terjadi kepada ratusan guru di Muna. Ia menilai bahwa mutasi yang dilakukan oleh BKPSDM Muna merupakan penzaliman terhadap guru. Dia berkata, apakah ada jaminan untuk guru-guru yang dimutasi dapat mengajar 24 jam seminggu untuk mendapatkan sertifikasi. Bila tidak maka itu adalah penzaliman. 

Sedangkan Ia mengaku telah menerima aduan dari guru yang kena mutasi. Mulai dari guru dipindahkan pada sekolah dengan guru mata pelajaran yang sama dan tentunya ini dipastikan tidak mencukupi jam mengajar 24 jam seminggunya. Ada juga aduan jika suami istri dipindahkan terpisah jauh, maka itu bisa menganggu psikologi guru. Halim mempertanyakan apakah BKPSDM melakukan pertimbangan-pertimbangan untuk melakukan mutasi terhadap guru, dikarenakan guru adalah pejabat fungsional sehingga untuk dipindahkan perlu pertimbangan-pertimbangan lain, harus ada analisis kebutuhan.

Ketidakadilan sering terjadi pada tenaga pendidik/guru, apalagi terhadap guru honorer. Padahal, seharusnya negara memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan untuk para pahlawan ini. 

Berbagai persoalan sering dikeluhkan oleh para guru, dari minimnya upah dari pemerintah atas jasanya, jauhnya jarak tempuh dari tempat tinggal ke sekolah tempat mengajar, sampai adanya mutasi yang tentu semakin memberatkan beban para guru. 

Negara seharusnya memberikan perhatian, bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik yakni terciptanya para pelajar yang berkualitas, kita tidak boleh meremehkan upaya-upaya yang pengaruhnya sangat besar. Misalnya, kesejahteraan para gurunya. Karena, bagaimana guru mau maksimal mengajar kalau untuk dirinya sendiri saja masih jauh dari kata sejahtera. 

Mengenai ketidakadilan ini bisa diatasi dengan penerapan kebijakan hukum Islam dalam sistem pendidikan, karena dalam Islam posisi guru itu sangat dimuliakan sebab perannya sangat strategis, sehingga untuk menerapkan kebijakan terhadap guru akan dilakukan berbagai pertimbangan yang dengan itu tidak ada guru yang merasa terdzolimi dengan kebijakan yang akan diterapkan.

Islam sangat memuliakan ilmu dan siapa yang menyampaikan ilmu, merekalah para guru. Sehingga negara yang menerapkan aturan Islam akan sungguh-sungguh dalam mensejahterakan para guru. Waallahu a'lam bishowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar