Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Praktik Prostitusi Hanya Dapat Dihapus Oleh Islam

Senin, 05 April 2021



Oleh Apt. Dian Budiarti, S.Farm 
(Muslimah Peduli Umat)

Baru-baru ini Polda Metro jaya berhasil membongkar kasus prostitusi online yang terjadi di sebuah hotel milik artis Cynthiara Alona di Tangerang Kota, Banten. Ternyata setelah ditelusuri lebih dalam, hotel tersebut menjadi penyedia prostitusi bagi anak di bawah umur. Tidak kurang dari 15 anak di bawah umur menjadi korban. Rata-rata korban tersebut berumur antara 14-16 tahun. Dikutip dari cnnindonesia.com (19/3/2021). 

Tak ayal hal ini membuat resah dan marah warga setempat. Pihak berwenang setempat seperti ketua RT dan Babinsa pernah mendatangi hotel tersebut dan memberikan peringatan pada hotel tersebut pada tahun lalu, sayangnya peringatan itu tidak dihiraukan oleh pemilik hotel. Dikutip dari cnnindonesia.com (20/3/21). 

Apalah daya, penindakan dan kemarahan warga saja jika tidak ada kewenangan tidak akan mampu menghentikan kemaksiatan. 

Kini hotel pun sudah disegel dan proses hukum terhadap pemilik hotel dan muncikari terus berlangsung. Para tersangka prostitusi online dikenakan Pasal 76 I juncto Pasal 88 UU 17/2016 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 2 ayat 1 UU 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 UU 19/2016 tentang ITE dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP. Hukuman penjara paling tinggi 15 tahun. Dikutip dari cnnindonesia.com (19/3/21). 

Begitulah hasil dari sebuah penerapan sistem yang tidak sesuai fitrah manusia, penerapan sistem sekuler dimana agama dipisahkan dari kehidupan. Masyarakat bebas melakukan apapun sekehendak mereka, dan di gadang-gadang sebagai kehidupan masyarakat modern nyatanya menampilkan kehidupan pola hidup rendah tak ubahnya kehidupan binatang.

Prostitusi adalah sebuah penyakit masyarakat yang seharusnya mendapatkan perhatian serius dari negara. Jika hanya sekadar kemarahan dan penolakan masyarakat atas praktik seperti ini, tidak dapat menghentikannya. Sudah menjadi kewajiban bagi negara untuk menghapuskan segala bentuk perzinahan di masyarakat. 

Secara tegas Islam melarang segala bentuk perzinahan dan melarang umat untuk mendekatinya. 

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra [17] : 32)

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. an-Nur [24] : 2)

Jelaslah hukum berzina dan mendekati zina dalam Islam sampai pada hukuman bagi pelaku zina, dan hanya Islam yang mampu menghapuskan praktik prostitusi seperti ini. Penerapan hukum Islam ini tidak bisa dilakukan hanya oleh sebagian masyarakat saja, tetapi membutuhkan legalisasi syariat secara konstitusional oleh negara serta membutuhkan peradilan yang menerapkan hukum pidana Islam. Semua ini hanya bisa terlaksana dengan penerapan Islam kafah dalam sebuah negara. 

Sudah jelas bahwa demokrasi yang dilandaskan pada ideologi kapitalis dan sekularisme tidak mampu dan tidak kompatibel untuk menerapkan Islam secara kafah, maka sudah selayaknya kita mengganti sistem saat ini dengan sistem yang lebih mampu memanusiakan manusia, mampu mengangkat derajat manusia serta membedakannya dari kehidupan seperti binatang. Semua itu hanya akan terwujud jika kita menerapkan Islam kafah dalam bingkai khilafah. 

Wallahu a’lam bishshawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar