Recent Posts

Ramadan Kaffah

Kamis, 08 April 2021



Oleh: Hamnah B. Lin

         Ramadan segera tiba, dengan suka cita kita menyambutnya. Kaum Muslim diseluruh dunia, bersama-sama menjalankan SyariatNya. Inilah gambaran bahwa kaum Muslim bisa bersatu dan satu, satu pemikiran, satu perasaan dan satu peraturan. Ramadan bulan istimewa, karena berlimpah pahala didalamnya, maka sungguh rugi jika kita tidak menjalankan ibadah secara kaaffah disana dan sesudahnya.
          Dalam sebuah hadis qudsi Allah SWT berfirman, yang berbunyi, ’’Semua amal manusia adalah bagi mereka sendiri. Kecuali puasa Ramadan karena sesungguhnya puasa Ramadan itu milik-Ku. Aku sendiri yang akan memberikan pahala kepadanya tanpa lewat siapa pun (tidak bisa diukur seberapa besar pahalanya dan tidak bisa dipertanyakan).’’
          Hal itu diperkuat dengan beberapa pernyataan Rasul bahwa amalan manusia yang baik akan mendapat ganjaran 10 hingga 700 kali lipat pada bulan Ramadan. Hal itu berlaku untuk amalan apa pun, termasuk amalan berbuat baik kepada orang lain. Kecuali puasa. Ketika menjalankan puasa, tidak bisa diketahui berapa kali lipat pahala yang didapat manusia. Sebab, itu perkara Allah SWT.
          Sebagaimana salah satu hadis Nabi Muhammad yang berbunyi: ’’Sebaik-baik amal umat adalah membaca Alquran. Karena Alquran itu bahasa Allah yang maharahim. Satu huruf dalam Alquran lebih indah daripada dunia.’’ Dari pengertian itu, manusia diajak untuk selalu berdoa dan membaca Alquran. Terutama ketika Ramadan. Nabi menyatakan bahwa akhirat lebih indah daripada apa pun yang ada di dunia. Tafsir pahala Ramadan tidak berhenti sampai di sana.
          Nabi Muhammad memberikan banyak petunjuk lain dalam beberapa hadis, antara lain: ’’Puasa itu benteng dari segala ancaman kepada diri manusia. Jika kamu diajak untuk berdebat atau berbicara yang kurang baik, katakanlah ’Aku sedang puasa’.’’ Salah satu maksud pernyataan itu adalah pengertian bahwa selain menahan haus dan lapar, puasa itu harus mengendalikan diri dan nafsu. Mengendalikan diri dan nafsu termasuk jihad akbar. Itu merupakan perang terbesar dalam umat manusia. Jihadbinnafsi.
         Alkisah, ketika baru saja pulang dari perang Badar, Nabi Muhammad mengatakan, ’’Kita pulang dari perang kecil dan akan menghadapi perang besar.’’ Kemudian, seorang sahabat bertanya. ’’Perang besar apa itu wahai Rasul?’’ Lalu, Nabi menjawab, ’’Perang jihad mengendalikan nafsu. Perang itu lebih besar daripada perang Badar.’’
         Setelah percakapan tersebut, Rasul mengatakan, ’’Demi Allah, orang yang berpuasa dengan memenuhi syarat; tidak berkata bohong, tidak mengganggu pikiran orang lain, tidak berbuat yang dilarang oleh Allah merupakan pejuang yang baik. Dan, mulut orang puasa berbau tidak sedap karena tidak makan itu di akhirat kelak lebih harum daripada minyak wangi misik.’’
          Dalam percakapan tersebut, Rasul ingin menegaskan bahwa penghargaan Allah kepada orang yang berpuasa begitu luar biasa. Kemudian dari pernyataan lebih lanjut, Rasul memberikan banyak sekali informasi kelebihan orang yang berpuasa.
Pertama adalah memiliki kekuatan jiwa dan batin yang lebih tenang. Dalam kehidupan sehari-hari, bila manusia tidak tenang atau mudah marah, implikasinya sangat luas sekali. Padahal, semua problematika hidup tidak bisa diselesaikan dengan marah. Marah adalah bibit banyak penyakit lain. Dengan puasa, manusia berlatih mengendalikan amarah.
Bagaimana bila masih merasakan marah? Ambillah wudu. Niscaya marah akan reda. Apabila masih merasa marah, salatlah dua rakaat. Niscaya marah akan tuntas. Tapi, apabila setelah salat masih merasa marah, hati Anda perlu diganti. Marah berasal dari hati diri sendiri.
          Dalam Ramadan, Allah juga memberikan rezeki yang mudah. Tidak ada alasan kesusahan karena bulan ini Allah memberikan banyak kemudahan rezeki. Allah mempermudah segalanya. Terutama orang-orang yang melakukan hal-hal berikut ini.
1. Assholatu ’ala waktiha. Salatlah di awal waktu.
2. Birrulwalidain. Berlaku dan bersikap baiklah kepada orang tua. Bagaimana kalau sudah meninggal? Kita bisa mendoakannya kapan saja. Mengunjungi kuburannya dan mengirim doa khusus. Rabbighfirli waliwalidayya warhammua kama rabbayani shaghira. Pada dasarnya semua amal manusia, bila sudah meninggal, akan terputus. Kecuali, amal dan ilmu yang bermanfaat dan doanya anak saleh kepada orang tua.
3. Berpikir positif karena pikiran positif mendukung kesehatan. Semangat hidup pun positif. 
4. Menjalankan seluruh Syariat Allah SWT tanpa terkecuali, baik dalam bulan Ramadan dan di luar Ramadan. 
          Adalah sebuah kewajiban bagi tiap Muslim untuk menjalankan seluruh SyariatNya tanpa terkecuali, karena Syariat Allah SWT mengikat tiap individu Muslim. Mari kita tekatkan diri untuk masuk ke dalam Islam secara Kaffah agar hidup barakah dan Ramadan Kaaffah dengan taat tanpa tapi, taat tanpa nanti. Marhaban Ya Ramadan, Ramadan kaaffah dalam balutan Sistem Islam.
Wallahu a'lam bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar