Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Ramadhan, Bulan Al-Qur'an dan Penuh Keberkahan

Kamis, 15 April 2021

 

Ramadan


Oleh : Tita Rahayu 


 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang agung. Sudah selayaknya umat muslim bergembira menyambut bulan yang penuh dengan keberkahan ini. Rasulullah SAW bersabda saat menjelang Ramadhan

 

“Sungguh telah datang bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Di dalamnya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan (Lailatul Qadar). Siapa saja yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung)” (HR Ahmad dan an-Nasa’i).

 

Setidaknya ada 9 (sembilan) keutamaan Ramadhan. Yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW. Yaitu, pertama, kewajiban berpuasa untuk meraih taqwa, kedua, Bulan turunnya al-Quran, Ketiga, Bulan pengampunan dosa. Keempat, Bulan pembebasan dari neraka, Kelima : Bulan kedermawanan . Keenam : Di dalamnya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu, Ketujuh : Bulan pengabulan doa . Kedelapan : Bulan dilipatgandakan pahala dan Kesembilan : Di dalamnya terdapat Lailatul Qadar .

 

Dengan berbagai keutamaan di atas, tentu umat muslim perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar tidak berlalu dalam kesia-siaan. Rasulullah bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan dahaga.” (HR Ahmad). Semoga kita tidak termasuk di dalamnya.

 

Sedikitnya, ada empat hal yang perlu disiapkan umat muslim untuk menyambut kedatangan Ramadhan. Pertama, bertobat dan mensucikan diri dari segala dosa dan kemaksiatan. Kedua, bersyukur Allah SWT masih memebrikan kita kesempatan untuk Kembali berjumpa dengan Ramadhan. Ketiga, meningkatkan kapasitas ilmu untuk bekal beribadah dan beramal agar diterima oleh Allah SWT. Apalagi, mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (HR. al-Bukhari). Keempat, membulatkan niat dan bercita-cita tinggi untuk memperbaiki diri dalam hal ucapan maupun perbuatan. Selain itu, bersungguh-sungguh berusaha untuk taat dan senantiasa mengisi hari-hari bulan suci Ramadhan dengan amal shalih.

 

Bulan Ramadhan identik dengan Bulan al-Quran . Allah SWT berfirman:

 

“Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelas dari petunjuk (tersebut) dan pembeda (antara haq dan batil)” (TQS al-Baqarah [2]: 185).

 

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan ini pun berkaitan dengan al-Quran; membaca, memahami dan merenungkan al-Quran. Tentu di atas semua ini adalah mengamalkan al-Quran. Karena itu pula, hal yang paling tercela di bulan ini adalah meninggalkan al-Quran ( hajr al-Qur’an ), baik dengan tidak membaca dan mempelajari al-Quran, apalagi tidak mengamalkan al-Quran. 

 

Di negeri ini, atas izin dan karunia Allah, banyak penghapal dan pengkaji al-Quran. Sebagai individu, masyarakat cukup antusias dalam mengamalkan Al-Qur’an. Namun sebagai sebuah umat, negeri ini belum mengamalkan Al-Qur’an. Yang terjadi justru hukum-hukum dalam Al-Qur’an dimusuhi, dituduh intoleran, radikal dan pemecah belah. 

 

Fakta saat ini, syariat islam dimusuhi, dosa besar dianggap lumrah. Riba dan zina mislanya, yang sudah dianggap biasa. Dosa yang terbesar adalah berhukum pada hukum selain hukum Islam. Pelakunya bisa terkategori zalim, fasik bahkan kafir (Lihat: QS al-Maidah [5]: 44, 45, 47).

 

Allah SWT tidak sudi menerima puasa kita jika kita masih berkeyakinan dan mengamalkan apa yang melenceng dari kebenaran. Demokrasi yang menyatakan bahwa manusia memiliki hak menetapkan hukum adalah az-zur tingkat tinggi. Sekularisme yang menyatakan kehidupan tidak harus atau tidak boleh diatur dengan Islam adalah az-zur yang nyata. Jika kita masih mengamalkan sekularisme, demokrasi, kapitalisme dan derivasinya, saat itu pula puasa kita terancam akan sia-sia belaka. 

 

Oleh sebab itu, kita wajib bagi umat muslim untuk bersegera untuk mengamalkan dan menerapkan syariah Allah SWT secara kaffah dan meninggalkan segala hal yang melenceng dari kebenaran Al-Qur’an. Agar kita dapat bisa mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya di bulan yang penuh berkah ini.

 

WalLâh a’lam bi ash-shawâb 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar