Recent Posts

Al-Aqsa Kembali Menangis

Sabtu, 15 Mei 2021


Oleh : Yaurinda

Al-Aqsa Palestina adalah kiblat pertama kaum muslim ,tanah suci, tanah yang diberkahi juga tanah terjanji bagi kaum yahudi. Dia dibebaskan 2 kali dizaman Umar Bin Khatab dan Salahudin Al-Ayubi namun kini mereka terus terjajah saudara muslim lainnya seolah buta tak perduli sebab beda negara. Hingga ramadhan tahun ini 1442 di penghujung bulan masjid Al-Aqsa kembali diserang kami muslim disini hanya bisa bersedih, berdoa tak mampu untuk membela. 



Dikutip dari Detik. Com Yerusalem - Komisi VIII DPR mengecam tindak kekerasan yang dilakukan polisi Israel terhadap warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mesti turun tangan.

"Saya kira PBB dan negara-negara OKI harus turun tangan untuk menyelesaikan kekerasan berdarah ini. Kekerasan ini harus disudahi," ujar Ace dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).
Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. 



Ini adalah bukti bahwa demokrasi telah sukses memecah belah umat muslim hingga saat saudaranya menangis tak mampum untuk menyeka air matanya. Sebab tersekat oleh negara kecil mereka. Ini harusnya bisa membuka mata pemimpin umat muslim untuk bersatu membela mereka. Mereka hanya butuh  kekuatan tentara muslim yang membela kehormatan agamanya dan melindungi saudaranya.


Mereka tidak butuh bantuan namun dengan tidak adanya persatuan umat hal itu jelas hanya angan-angan belaka. Padahal penindasan itu sudah terjadi ratusan tahun namun tidak kunjung usai. Bahkan terbukti PBB pun tak mampu mengatasi padahal negeri penjajah sangat kecil. Hanya persatuan umat yang bisa mengakhiri penderitaan mereka dengan adanya institusi pemersatu yakni KHILAFAH yang akan mempersiapkan pasukan pembela melawan penjajah laknatullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar