Recent Posts

Palestina Butuh Tentara, Bukan Sekedar Mantra

Rabu, 12 Mei 2021



Oleh: ummu Mufidah (relawan opini)

Aksi represif aparat Israel terhadap jemaah Masjid Al Aqsa dapat kecaman dari belahan dunia.  Aksi represif itu menimbulkan lebih dari 100 muslim Palestina alami luka-luka.
Terkait itu, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP) ikut menyampaikan pandangannya dalam aksi damai secara virtual pada Minggu, 9 Mei 2021, KPIQP bersama sejumlah ormas perempuan lain di Tanah Air seperti PP Salimah, PP Muslimat Mathlaul Anwar, PP Muslimat Al Washliyah, hingga Muslimat DDII.

Dari data KPIQP, serangan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina hingga malam Ramadhan ke-27 terus dilakukan. Serangan yang paling jadi perhatian dunia internasional saat penggerudukan aparat Israel terhadap muslim Palestina di Masjid Al Aqsa. (viva.co.id, Senin 10 Mei 2021).

Negeri konflik di dunia ini, yang dimana selalunya kaum Muslim yang menjadi pihak korban, termasuk di Palestina. Kecaman dan kutukan dari berbagai negeri (termasuk Indonesia) hanya sebatas respon dari tontonan menyedihkan yang terjadi. 

Pihak adidaya PBB yang diamanahkan sebagai pelopor perdamaian oleh dunia pun nyatanya tak berkutik. Sekat-sekat Nasionalisme mungkin telah membuat kita bersyukur, karena kita tidak sedang terjajah, negeri kita aman, kita dapat beribadah dalam ramadhan dan lebaran dengan rasa aman. 

Tetapi, Allah Swt menitipkan ukhuwah diantara kaum Muslim. Bahwa kaum Muslim adalah bersaudara. Bahkan layaknya satu tubuh. Akan ikut sakit jika sebagiannya sedang merasakan sakit. 

Namun, dimanakah kini ikatan ukhuwah itu? Jika yang kita lakukan hanya sebatas mengecam dan mengirim bantuan. Padahal nyawa mereka sangat terancam. 

Sejatinya, saudara kita di Palestina membutuhkan pembelaan dari kita. Yakni bersatunya kaum Muslim di seluruh penjuru dunia. Mengirim tentara militer yang bersenjatakan lengkap dan berjuang atas nama agama dan membela saudara. 

Semua itu hanya ada jika kita menerapkan aturan Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Membuang sekat Nasionalisme, karena ianya bentukan penjajah yang ingin memecah belah persatuan umat Muslim. Waallahu alan bishowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar