Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

POLEMIK LARANGAN MUDIK, BUKAN TEBANG PILIH ?

Minggu, 02 Mei 2021



Oleh : Nunik,  Ibu Rumah Tangga, Andir - Ciparay,  Kab. Bandung.

Kebijakan pemerintah saat mudik dengan alasan menghentikan virus menjadi polemik, pasalnya ditambah kepentingan sekelompok masyarakat menggiring kebijakan mudik menjadi kebijakan tebang pilih yang rentan dilanggar, makin menggerus kepatuhan publik terhadap aturan dan malah menimbulkan persoalan yang baru. Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani meminta pemerintah melaksanakan pengetatan aturan mudik yang mulai berlaku tanggal 22 april 2021, angkutan pribadi juga harus diperketat pengendaliannya, tidak hanya angkutan umum saja.

Nasib pengusaha transportasi termasuk perusahaan bus bakal mengalami kesulitan akibat larangan mudik lebaran 2021, Iqbal Tosin pengurus Ikatan Pengusaha Bus Indonesia mengeluhkan larangan mudik ini, menurut dia perusahaan otobus akan mengalami kerugian milyaran karna itu. Sudah 2 tahun pelarangan akibat pandemi covid-19, asosiasi pun berharap pemerintah memberikan solusi agar perusahaan bus bisa beroperasi saat lebaran 2021, menurut Iqbal Tosin pemerintah dapat belajar dari larangan mudik lebaran 2020, banyak mobil pribadi / travel gelap yang memanfaatkan situasi, sedangkan disisi lain pengusaha bus yang memiliki izin operasi justru rugi besar. 

Beginilah hidup dalam sistem kapitalis-sekuler,  tidak menggunakan aturan Allah dalam hidupnya, semua kebijakan justru tidak menemukan solusi. Aturan dibuat hanya untuk kepentingan mereka saja dan seenaknya sendiri, yang tentu saja justru sangat merugikan masyarakat. Ditambah lagi Kebijakan larangan mudik akan dibarengi dengan upaya untuk tetap menggerakkan sektor ekonomi nasional termasuk di dalamnya pengembangan wisata / pariwisata dan industri kreatif daerah. Ini yang membuat masyarakat bingung, sebenarnya tujuan pelarangan mudik ini untuk apa?

Hanya dengan sistem kepemimpinan islam yang bertanggung jawab secara global dalam urusan umatnya, bukan penyelesaian ala kapitalisme - sekuler yang terkesan basa-basi karena tidak menyentuh kepada masalah penyelesaian secara tuntas seperti larangan mudik lebaran ini. Negara dalam Islam jauh dari sumber kebingungan, sebaliknya negara akan mengantarkan kepada kebijakan-kebijakan yang hanya memihak rakyatnya untuk sampai derajat taqwa, semoga khilafah Islam segera tegak dimuka bumi ini untuk terwujudnya Islam Rahmatan lil Alamin.
Wallahu a'lam bish shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar