Recent Posts

Duka Palestina, Duka Kita Semua

Kamis, 10 Juni 2021


Oleh Fathiya Aqila

 (Aktivis Dakwah Islam)


Bak bola salju, konflik palestina - Israel makin memuncak. Semenjak bulan Ramadan sampai detik ini Palestina dibombardir oleh Israel. Begitupula umat makin bergejolak bela Palestina dengan aksi diberbagai titik wilayah negeri ini, temasuk di Banua, Kalimantan Selatan.


Sebagaimana dilansir oleh Banjarmasin.co.id (28)5/2021) , Banjarmasin - Umat Islam yang tergabung dari sejumlah aliansi melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk dukungan kepada Palestina dan mengutuk perbuatan keji Israel, Jumat (28/5/2021) sore. Rute yang diikuti oleh ratusan orang itu meliputi kawasan Masjid Sabilal Muhtadin, Hotel Aria, Bundaran Hotel Arum, dan ditutup di Gedung KNPI Banjarmasin. 


Menurut Ketua Koordinator Daerah MRI Kota Banjarmasin, M Dicky Rahman, kegiatan galang dana akbar pertama digelar di Jalan A Yani Km 15, Gambut, Kabupaten Banjar. "Untuk penggalangan dana akbar ini kami melakukan di jalan raya. Karena banyak masyarakat yang melintasi jalan ini," katanya. (Banjarmasin.co.id, Minggu, 23/5/2021).


Memang benar, kita sebagai seorang muslim haruslah peduli dengan sesama saudara muslim lainnya, sebab mereka adalah saudara seakidah kita. Duka yang mereka rasakan sejatinya adalah duka kita.


Begitupula kepedulian umat Islam terhadap Palestina patut diapresiasi. Akan tetapi, kutukan dan kecaman saja pada dasarnya tidaklah cukup untuk mengubah kondisi Palestina, lalu apa yang mesti dilakukan agar kondisi Palestina menjadi lebih baik?


Adapun konflik Palestina - Israel yang tak berujung ini semestinya umat Islam haruslah sadar dan memahami akar dari persoalan ini. Tentu, tak heran sedari dahulu melihat bagaimana sejarah kependudukan Israel atas Palestina yang dapat kita simpulkan bahwa Israel memang berambisi untuk menguasai Palestina. 


Lebih tidak mengherankan lagi bahwa Israel telah didukung dan disokong oleh negeri Barat (asing) untuk menjarah tanah Palestina. Semenjak mula saat itu yang terang-terangan dan mengakui keberadaan Negara Israel adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Rusia.


Lalu, mengapa negeri Barat (asing) sangat berambisi mendukung dan menyokong Israel untuk menguasai tanah milik kaum muslim termasuk Palestina? Karena, Negara-negara Barat telah mengerahkan daya dan upayanya untuk meruntuhkan Negara Islam dahulu, agar upaya pelemahan potensi bangkitnya negara adidaya tersebut masif dilakukan dan memudahkan ambisinya menguasai tanah milik kaum Muslim (Palestina).

 Inilah alasan mendasar pendirian negara Israel oleh Inggris, lalu dibesarkan oleh Amerika Serikat. Semua ini semata-mata untuk menjamin kepentingan mereka di Timur tengah yaitu kepentingan ekonomi dan ideologinya.


Sedangkan kepentingan terbesar mereka selanjutnya adalah menghalangi tegaknya kembali Khilafah Islam yang telah terbukti keperkasaannya. Oleh karenanya, semua upaya mereka dibangun dan didasari oleh ideologi kapitalisme sekuler yang berorientasi atas profit (keuntungan). Maka, dengan mudah mereka (kaum kufar barat-Israel) untuk menguasai dengan menjajah dan menjarah tanah kaum muslim seperti Palestina. 


Begitu benarlah apa yang telah Allah Swt sampaikan dalam firman-Nya : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)..” (TQS Al-Baqarah [2]: 120).


Persoalan Palestina - Israel sedari dulu tidak pernah menemukan titik terang. Sekalipun berbagai upaya yang dilakukan kaum muslimin hari ini telah banyak untuk Palestina. Namun, kita bisa melihat alhasil Israel beserta Negara Adidaya sekutunya semakin masif untuk menjajah tanah Palestina. 


Berbagai upaya kaum muslimin seperti  aksi mengecam dan mendesak Pemimpin - pemimpin negeri agar segera berdiplomasi untuk pembebasan Palestina dari cengkraman zionis Israel namun kondisinya tetap sama Palestina belum membaik. Begitupula ketika memberikan bantuan berupa obat-obatan bahkan alat perlengkapan masih belum menuntaskan problem Palestina secara hakiki.


Maka, disinilah harusnya kaum muslimin memahami betul apa akar masalah dari problem Palestina, mengapa pemimpin-pemimpin kaum muslim bak diam seribu bahasa, seakan begitu lemah ketika berhadapan dengan Israel dan sekutunya. Kalaupun solusi yang ditawarkan negeri-negeri tersebut, mengapa solusinya adalah kemerdekaan dua negara? 


Bukankah tanah Palestina dan Al-Quds adalah milik kaum muslim. Inilah efek dari sekat nasionalisme sehingga menjadikan pemimpin-pemimpin muslim tidak berdaya melawan zionis Israel yang dibelakangnya ada kekuatan besar yakni negeri Adidaya dan juga ketidakberdayaan pemimpin muslim untuk memutus hubungan kerja sama (diplomatik), bahkan menghentikan tindakan Israel.


Umat Islam harus sadar ketika diterapkannya sistem kapitalisme inilah umat Islam tidak mampu untuk membebaskan Palestina dari rampasan Israel. Umat Islam tidak bisa bersatu karena adanya sekat nasionalisme ini. Padahal dengan bersatunya umat dibawah satu komando seorang pemimpin muslim atasnya ada seruan jihad melawan zionis Israel akan membuatnya Israel dan sekutunya berhenti dalam berambisi atas tanah Palestina.


Sayangnya, sampai detik ini persatuan umat Islam belum nyata. Oleh karenanya, umat Islam haruslah menyamakan satu persepsi atau pemahamannya bahwa hanya dengan komando pemimpin muslim dengan seruan jihad inilah yang mampu mengusir Israel. Akan tetapi, sayangnya semua ini tidak bisa dan tidak akan pernah nyata terwujud jika negeri-negeri kaum muslimin masih berharap dan bertumpu pada sistem kapitalisme sekuler demokrasi, kecuali sistem tersebut berubah menjadi Sistem Islam yakni ihilafah islamiyyah yang akan mampu mengusir Israel dari tanah Palestine. 


Demikianlah, solusi memuntaskan problem Palestina dengan tindakan nyata berupa pengusiran Israel dan mengambil kembali tanah Palestina seutuhnya. Namun, semua ini hanya bisa dilakukan oleh pemimpin muslim yang dilahirkan dari negara yang menerapkan syariah Islam kafah (menyeluruh) di setiap sendi kehidupan dibawah perisai sistem Islam yakni khilafah islamiyyah 'alaa manhaj an-nubuwwah.


Sebagaimana Umar bin Al-Khattab ra, Salahuddin Al-ayyubi telah membuktikan upaya jihad (metode penyebaran dakwah) dibawah naungan daulah khilafah mampu merebut Palestina dari penjajah Barat. Bukankah kita merindukan sosok pemimpin muslim seperti ini?


Oleh karena itu, hanya dengan dakwah Isl Kafahlah semua ini bisa terealisasi. Mari, tingkatkan upaya kita bersama dalam dakwah Islam kafah sampai Allah Swt beri pertolongan-Nya berupa diterapkannya syariah Islam secara kafah (menyeluruh) dibawah naungan perisai khilafah islamiyyah, darinya akan terlahir sosok khalifah (pemimpin) beriman dan tangguh yang mampu menjaga marwah Islam dan kehormatan kaum muslimin. 


Allah Swt berfirman : "Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan". (TQS. Al-Qashash []: 87). Wallahu 'alam Bishawab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar