Recent Posts

Sistem Kapitalis Liberal, Biang Kerok Meningkatnya Kenakalan Remaja

Selasa, 15 Juni 2021


Oleh: Barozah Alfajri

Ponorogo, kota kecil yang penuh cerita. Selain terkenal dengan kesenian reog ponorogonya kota ini juga terkenal dengan sebutan kota santri. Karena di kota inilah terdapat banyak pondok pesantren berdiri, baik itu pondok pesantren yang besar ataupun kecil. Selain banyak pesantren, di kota kecil ini juga banyak tempat wisata. Yang paling terkenal adalah wisata Telaga Ngebelnya. 

Namun sayang nya keindahan tempat wisata serta keindahan namanya sebagai kota santri harus tercemar dengan perbuatan asusila anak remaja saat ini. Seperti yang baru-baru ini terjadi di tempat wisata Telaga Ngebel, ditemukan video mesum muda-mudi di seputaran Telaga. Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan oleh Polsek Ngebel. Meski sudah diketahui lokasinya, namun petugas kepolisian masih belum mengetahui kedua pelaku yang beradegan mesum di siang hari tersebut. (beritajatim.com) 
“TKP-nya memang benar di Telaga Ngebel. Belum diketahui pelaku di dalam video itu,” kata Kapolsek Ngebel, AKP Eko Murbiyanto, Jumat (11/6/2021). (beritajatim.com) 

Sungguh miris perilaku anak muda zaman sekarang, mereka telah kehilangan rasa malu. Sebelumnya ponorogo juga ada kejadian serupa seperti yang terjadi di halaman GOR Singodimedjo. Yang dilansir oleh media Solopos.com Video asusila viral di Ponorogo melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Video berdurasi 29 detik itu berisi adegan sepasang muda-mudi yang terlihat berbuat mesum. Peristiwa itu diduga berlangsung di halaman GOR Singodimedjo di Jl. Pramuka yang masuk dalam kompleks kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ponorogo. Tapi secara prinsip, Dispora sudah mengantisipasi dengan beberapa tindakan antara lain memasang lampu di sebelah timur, lampu sorot," tutur Kepala Dispora Ponorogo, Lilik Slamet Raharjo, Rabu (23/10/2019). (Solopos.com)

Dan masih banyak lagi Kejadian-kajadian serupa yang mungkin tidak Diekspos oleh media. Dan jika itu diamati secara mendalam dan teliti, kenakalan remaja yang terjadi saat ini disebabkan oleh banyak faktor. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa banyak anak remaja yang tak memahami tujuan hidup mereka, bagaimana mereka mau memahami, pendidikan yang ada saat ini tidak diarahkan menjadi para generasi yang sholih-sholihah, para generasi saat ini hanya berorientasi materi semata agama dijauhkan dari pemahaman mereka. Hal ini terjadi karena sistem pendidikan yang memisahkan agama dari kehidupan, yakni sistem kapitalis Demokrasi, sehingga tak heran generasi saat ini tidak memiliki pondasi yang kuat. 

Terlebih jika para orang tua disibukkan dengan urusan pekerjaan, dan hal ini pula tidak luput dari diterapkan nya sistem ekonomi kapitalis. Masyarakat harus banting tulang bekerja demi mendapatkan sesuap nasi. Belum lagi tanggungan-tanggungan lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan hidup yang semakin mahal . Sungguh berat hidup disistem saat ini. Maka tak heran juga seorang anak perlahan tapi pasti akan kehilangan jati dirinya. 

Adapun islam sangat memperhatikan para generasi, karena sistem Islam berpandangan kalau kelak merekalah yang akan memegang amanah sebagai pemimpin. Didalam Isistem Islam negara bertugas  menjaga para generasi dengan memberikan pendidikan yang layak serta berkualitas. Masyarakat dalam sistem islam akan senantiasa dibina dan didorong untuk terus mengkaji islam secara mendalam, sehingga mereka tau mana yang sesuai dengan aturan Allah dan mana hal-hal yang melanggar aturanNya. Masyarakat akan sangat memahami bahwa  tujuan hidup mereka yakni semata-mata hanya ingin mendapatkan ridho Allah.

Dalam Islam pergaulan antara laki-laki dan perempuan juga diatur sedemikian rupa, agar jangan sampai melanggar aturan islam, dan ini dilaksanakan oleh negara sebagai pelaksana hukum-hukum serta aturan-aturan islam. sehingga tidak ada istilah bebas sebebas-bebasnya seperti dalam sistem saat ini. Maka sangat disayagkan sekali jika kita masih berharap dengan sistem yang rusak seperti saat ini. Kota kecil seperti ponorogo saja banyak kemaksiatan yang terjadi, apalagi kota-kota besar. Sungguh miris bukan? Saatnya kita berharap kepada aturan islam saja bukan yang lain, agar kita semua terhindar dari kemaksiatan. 

Wallahu a'lam bisshowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar