Recent Posts

Akankah Pergantian PM Israel Berpihak kepada Palestina?

Jumat, 16 Juli 2021



Oleh: Ayustina

Jika mendengar kata "Israel-Palestina" mungkin sudah tak asing lagi bagi kita. Konflik dua negara yang sudah lama terjadi sejak awal abad 20 hingga sekarang tak kunjung usai.  

Baru² ini Israel telah melakukan pemilu Perdana Menteri untuk ke empat kalinya dalam dua tahun terakhir. Naftali Bannett selaku perdana menteri baru Israel mendapatkan cemoohan saat melakukan pidato di parlemen, pasalnya pembentukan pemerintahan baru itu disetujui dengan suara 60 banding 59 di parlemen dan partai nya Yamina berada di peringkat kelima dan hanya terdiri atas 7 anggota dewan berdasarkan hasil pemilu. Pemerintahan baru ini juga hanya akan fokus pada agenda-agenda untuk memperbaiki kondisi sosio-ekonomi domestik, misalnya pembangunan rumah sakit, universitas dan bandara, serta mencapai kesepakatan anggaran negara. Pembahasan terkait kebijakan agama tampak ditangguhkan terlebih dahulu, termasuk isu Israel-Palestina, yang dikhawatirkan menimbulkan perpecahan di parlemen. (Tirto.id)

Hamas, faksi Palestina penguasa Jalur Gaza, menilai pemerintahan baru Israel adalah yang paling lemah dalam sejarah Israel dan yang akan membawa negara itu pada kegagalan bersejarah karena mereka dipimpin oleh seorang perdana menteri yang partainya hanya memegang tujuh kursi di Knesset dan bagi Hamas tidak ada partai politik Israel yang relevan dan mau menyesuaikan dengan hak Palestina terutama Bennett yang dikenal anti-Palestina. (www.Cnnindonesia.com)

dalam wawancara dengan The Times of Israel awal tahun ini Naftali Bannett selaku perdana menteri baru Israel vokal dalam menyuarakan sikapnya yang anti-kemerdekaan Palestina. Dalam wawancara di atas, ketika ditanya tentang prospek berdirinya negara Palestina, Bennett menjawab, “Tidak. Selama saya punya kekuasaan dan kontrol, takkan saya serahkan satu sentimeter pun lahan Tanah Israel. Titik." Dan pada Pada 2018, Bennett pernah berpendapat, apabila ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan, dirinya akan memerintahkan IDF untuk menembak mati setiap teroris dari Gaza. Bennett juga berseru untuk mewaspadai anak-anak, “Mereka bukan anak-anak. Mereka teroris. Kita membodohi diri kita sendiri," (tirto.id)

Dengan pergantian kepemimpinan rezim di israel sudah sangat jelas hanya akan menambah penderitaan rakyat palestina. 

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) selaku mediator yang berusaha untuk mendinginkan situasi antara Palestina dan Israel bahkan belum mampu untuk mengatasi konflik Israel-Palestina. Terlebih negara adidaya seperti Amerika Serikat, Jerman, Austria, Inggris, Kanada mendukung dan menyambut pemerintah Israel dan berharap dapat berkerja sama dengan Israel.

Hanya ada satu solusi untuk permasalahan Israel-Palestina yaitu dengan Perlawanan. Perlawanan yang dilakukan dengan Jihad dan Menegakkan Khilafah. Jihad berjuang karena Allah, merebut kembali tanah suci (Al Quds) yang telah di ambil oleh Zionis Israel serta menegakkan Khilafah untuk memberhentikan pertumpahan darah yang selama bertahun² terus berlanjut serta melindungi umat dari kedzaliman.

Sebagaimana Firman Allah Subhana wa ta'ala dalam Al Qur'an : 

فَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَ جَاهِدْهُمْ بِهٖ جِهَا دًا كَبِيْرًا

"Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur'an) dengan (semangat) perjuangan yang besar."
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 52)

Begitupun dalam sabda Rasulullah saw., sebagaimana penuturan Anas bin Malik ra.:

جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ

Perangilah kaum musyrik dengan harta, jiwa dan lisan kalian (HR Abu Dawd, an-Nasa’i dan Ahmad).

Seruan untuk berjihad di jalan Nya dimaksudkan agar Islam tegak di muka bumi. Seseorang yang mengaku muslim dituntut untuk berjihad menghadapi pelaku kekufuran, kezaliman dan kemungkaran; mengeluarkan manusia dari kegelapan kekufuran menuju cahaya Islam (min azh-zhulumat ila an-nur). Hal itu dilakukan dengan kadar kemampuan nya masing², Jika tidak bisa dengan berjihad langsung (Perang) dan hanya bisa dilakukan dengan lisan/tulisan/hati, jika kita melakukan nya untuk menggapai Ridha Nya, insya Allah bernilai disisi nya.

Wallahu alam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar