Recent Posts

Dampak Kebijakan Pemerintah yang Dzalim

Senin, 12 Juli 2021



Oleh: Aulia Izza

Dengan semakin meningkatnya kasus covid-19 di Indonesia,maka pemerintah menerapkan kebijakan baru PPKM. Dimana peraturan tersebut berisi pembatasan kegiatan masyarakat dimulai dari penutupan rumah ibadah,perkantoran,pasar,mal-mal dan tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan.

Tentu saja kebijakan pemerintah tersebut sangat besar dampaknya bagi masyarakat contoh saja pedagang kecil di pasuruan yang kesulitan membeli beras
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5636758/curhat-pkl-dampak-ppkm-darurat-di-pasuruan-omzet-anjlok-tak-mampu-beli-beras?tag_from=wpm_nhl_13

Dari fakta diatas menunjukkan bahwa pemerintah tidak benar-benar serius mengatasi pandemi ini. Bukankah tanggung jawab pemimpin di negri ini untuk mengurusi rakyatnya? Seperti dalam hadis nabi SAW:

حَدِيْث أَبِي ھرێرة رضيﷲ عڼھ٬أَڼَّ رَسُۏڶُ ﷲ ص۠ ‚ قاَلَ׃ مَنْ أَطَاعَنِى فَقَدْ أَطَاعَ ﷲَ وَمَنَعَصَانِي فَقَدْ عَصَىﷲَ‚ وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيْرِى فَقَدْ أَطَاعَنِى‚ وَمَنْ عَصَى أَمِيْرِى فَقَدْ عَصَانِى٠

Abu hurairah r.a berkata : Rasulullah saw. Bersabda: "siapa yang taat kepadaku maka berarti taat kepada Allah, dan siapa yang maksiat kepadaku berarti maksiat kepada Allah, dan siapa yang taat kepada pimpinan yang aku angkat berarti taat kepadaku. Dan siapa yang melanggar amier (pemimpin) yang aku angkat berarti melanggar kepadaku. (Bukhari  dan Muslim)
Hadits Nabi yang lain :
Abdullah bin umar r.a berkata : Rasulullah SAW bersabda : Kalian semuanya pemimpin (pemelihara) dan bertannggungjawab terhadap rakyatnya. Seorang Amir (raja) memelihara rakyat dan akan ditanya tentang pemeliharaannya. Seorang suami memimpin keluarganya dan akan ditanya tentang pimpinannya. Seorang Ibu memimpin rumah suaminya, dan anak-anaknya dan akan ditanya tentang pimpinannya. Seorang hamba (buruh) memelihara harta milik majikannya dan akan ditanya tentang pemeliharaannya. (Bukhari dan Muslim)"

Dari makna hadis diatas sudah jelas bahwa rakyat adalah tanggung jawab dari pemimpinnya,lalu bagaimana pandangan dalam islam untuk mengatasi wabah ini?
1. Pemerintah memisah antara orang sakit dan orang yang sehat.Yang sakit di perintahkan untuk diam dirumah dan diberi makan yang cukup dan obat-obatan,yang sehat tetap boleh dibiarkan bekerja
2. Melarang warga asing masuk kedalam Negerinya.
3. Pemerintah tidak menutup tempat ibadah,masyarakat diberi dua pilihan beribadah dirumah bagi yang sakit dan tetap ke masjid bagi yang sehat

Dari cara diatas yang sudah diberikan solusi oleh islam tentu wabah ini akan segera teratasi dengan izin Allah SWT. Akan tetapi yang jadi masalah saat ini apakah pemerintah sudah benar-benar menuntaskan masalah wabah ini? Jawabannya sudah jelas tentu saja tidak,justru pemerintah membiarkan rakyat kecil kelaparan dan bahkan membiarkan tenaga kerja asing bebas masuk disaat negara sedang diberlakukan PPKM darurat.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabnya adalah pemerintah kita saat ini sudah dikuasai oleh pemodal asing,dan bahkan jauh dari syaria't islam.

Rindukah kita dengan pemimpin yang adil,yang bertanggung jawab,dan dapat dipercaya?hanya dengan tegaknya daulah islam lah yang berdiri berlandaskan syari'at islamlah yang mampu mewujudkan itu semua.

Wallahu a'lam bishawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar