Recent Posts

Dampak Pandemi (COVID-19) Terhadap kecerdasan emosi pada Pendidikan Anak Usia Dini

Senin, 12 Juli 2021


OLEH : AJENG YUNINGSIH (181260015)


Email: Ajengyuningsih4@gmail.com
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini)
 
 
Pada saat ini pendemi sudah terjadi 2 tahun terakhir ini yang telah mempengaruhi kualitas Pendidikan di Indonesia secara signifikan. Terutama pada Pendidikan Anak Usia Dini, yang dimana Pendidikan Anak Usia dini yang merupakan fondasi dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Pendidikan Anak Usia dini sangatlah penting untuk meletakkan dasar yang kokoh bagi perkembangan emosionalnya serta potensi otak anak yang akan sangat mempengaruhi pada kejiwaan anak. Menurut Dr Aisah mengatakan bahwa kecerdasan interpersonal dan intrapersonal termasuk kedalam kecerdasan emosional. Maka dari itu kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali dan mengekspresikan emosi, berpikir dan menalar dengan emosi. 


Pendidikan Anak Usia Dini merupakan Pendidikan awal pada anak untuk memberikan stimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang menghasilkan kemampuan serta keterampilan pada anak. Dan Pendidikan anak pula merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan Pendidikan yang berfokus pada peletakan dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan pada 6 Aspek perkembangan yaitu (sosial emosional, nilai agama dan moral, kognitif, Bahasa, seni dan fisik motorik). Anak-anak di PAUD bisa mengenal berbagai dasar keaksaraan termasuk kemampuan berbahasa khususnya pada keterampilan atau kecerdasan emosinya. 


Adanya pandemi (COVID-19) frekuensi belajar pada anak sangatlah berkurang drastis, yang biasanya dalam 1 minggu anak-anak belajar 6 hari di sekolah sedangkan sekarang hanya 4-5 hari saja dalam 1 minggu dengan waktu yang singkat. Adanya himbauan agar anak-anak belajar dirumah dengan adanya bimbingan orang tua sangatlah sulit untuk dilaksanakan pada jenjang PAUD karena anak-anak usia PAUD belum bisa menyadari akan pentingnya belajar. Dalam hal ini sangat diperlukan kesabaran pada orang tua. Karena pada saat disekolah belajar yang diterapkan adalah bermain sambil belajar maka dari itu anak-anak bisa dengan tidak sadar bahwa mereka sedang belajar.
Sejumlah dampak pandemi (COVID-19) yang dirasakan sekarang dan secara psikologis juga dirasakan oleh anak-anak. Mereka mulai sangat jenuh belajar dirumah dan orang tua pun yag setiap hari harus mendampingi pembelajaran selama di rumah sangat mengalami kebingungan. Terkadang pada saat belajar anak-anak akan mudah konsentrasinya terpecah dan akhirnya mereka hanya menghabiskan waktu untuk menatap layer, bukan untuk belajar melainkan untuk bermain game. Pada kondisi tersebut perlu disikapi oleh orang tua. Psikolog Perkembangan Anak dari Universitas Gadjah Mada (Dr Aisah indati MS psikolog) mengatakan bahwa dalam kondisi tersebut perlu adanya kegiatan yang melibatkan orang tua dengan anak. Kegiatan yang bisa dilakukan antara orang tua dan anak yaitu menggambar dan memasak. Kegiatan tersubut bisa menstimulasi perkembangan anak dalam hal pengamatan dan juga emosial pada anak.  


Adapun Dampak yang bisa terjadi pada kecerdasan emosional anak biasanya akan mudah marah serta merasa cemas tanpa mengetahui sebabnya, kesulitan dalam menanggapi perilaku dan perasaan orang lain, serta sulit dalam mengontrol emosinya. Karena jika anak mengalami rendahnya kecerdasan emosional akan berdampak pada perkembangan masa depan nya. Anak akan merasakan mudah pesimis dalam mengahadapi segala sesuatu. Maka dari itu anak harus terus dilatih dalam kecerdasan emosinya  dengan melakukan kegiatan yang positif yang bisa dilakukan dirumah Bersama keluarga. 


Maka dari itu dengan adanya pembatasan yang diberlakukan sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran Virus COVID-19 yang memberikan dampak yang sangat luar biasa khususnya bagi proses belajar di PAUD. Karena Anak Usia Dini khususnya di PAUD sangat membutuhkan pendampingan dari guru dan juga harus berinteraksi dengan guru dan teman. Adanya pembelajaran jarak jauh (Daring) anak-anak belum bisa menggunakan Gadget untuk berkomunikasi dengan guru, maka dari itu orang tua harus telaten dalam mendampingi anak ketika mereka belajar. Sebagai orang tua kita harus bisa menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan juga aman agar tetap bisa mendukung anak untuk tetap semangat belajar dirumah dan tidak merasa jenuh saat belajar 
Tetap jaga kesehatan dan kebersihan dirumah dan juga dilingkungan sekitar serta patuhi terus protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah. Semoga kita dijauhkan selalu dari Virus COVID-19 dan semoga pandemi ini cepat berlalu agar kita bisa bersekolah dan melakukan kegiatan seperti sebelum adanya pandemi ini. Tetap semangat dan Stay Safe And Healty Teman-Teman. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar