Recent Posts

Indonesia Terancam dari Segala Sisi

Rabu, 14 Juli 2021


Anindya Annisa
 
Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, yang mulai dilaksanakan dari tanggal 3-20 Juli 2021 ini, menjadi perbincangan masyarakat di Indonesia, tentunya banyak sekali pro dan kontra yang akhirnya muncul. Tujuan pemberlakuan PPKM Darurat tersebut salah satunya adalah untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah, sehingga kemungkinan terpapar virus bisa menurun.

Adapun aturan yang dibuat saat penerapan PSBB, antara lain pusat perbelanjaan ditutup. Aktivitas belajar dialihkan ke rumah sepenuhnya. Sedangkan perkantoran hanya diizinkan setengah dari kapasitas gedung.
Anggota DPR RI Komisi XI, Ahmad Yohan, memprediksi bahwa PPKM Darurat ini akan menekan konsumsi masyarakat dan investasi, serta nilai tambah PDB di kuartal II-2021.
"Kita punya beban berat untuk menghela atau mengungkit pergerakan ekonomi keluar dari zona negatif di kuartal II-2021,"

Hari demi hari angka pasien covid yang dapat terdeteksi terus meningkat, bagaimana dengan yang belum terdeteksi? Bahkan, sekarang sudah ada berbagai macam mutasi dari virus ini, yang masih belum tahu kapan akan selesai.

Dengan adanya PPKM, belum tentu dapat menyelesaikan masalah. Bahkan malah menghambat segala macam hal, dengan semakin terbiasanya masyarakat dengan adanya virus disekitar membuat masyarakat semakin masa bodo dengan keadaan yang ada, seakan-akan prokes bukanlah hal utama yang dilakukkan untuk melindungi diri melainkan agar tidak kena teguran dan amarah dari pihak yang berwajib.

Mengapa harus PPKM? Bukankah Lockdown lebih baik?, padahal andaikan saja sejak awal adanya covid masuk ke indonesia lockdown dilakukan secara menyeluruh pasti uang anggaran tidak akan terbuang-buang untuk menangani covid hingga hampir 2 tahun ini, ya “andaikan”.

Pasti banyak sekali yang berpikiran seperti ini, tapi apa nyatanya? Tidak semudah itu dengan sistem pemerintahan yang ada ini. Seluruh masyarakat pasti akan merasa seperti diserang dari berbagai macam sisi, mulai dari perekonomian yang tidak stabil, makanan, kebutuhan, work from home, dan juga sekolah online.

Vaksin pun sekarang diharuskan, apabila tidak Vaksin, urusan berpergian dan mengurus surat-surat akan dipersulit.
Dengan terus bermutasinya virus dan semakin cepatnya penyebaran virus, oksigen langka, kamar rumah sakit penuh, tenaga kesehatan kewalahan, semakin banyak pasien tetapi tenaga keshatan semakin berkurang, bahkan tak sedikit para petugas kesehatan dan dokter-dokter yang harus pergi terlebih dahulu. 

Pasien covid yang harus meninggal pun tak sedikit, sehingga kekuragan lahan pemakaman, Sepertinya mulai sekarang kita harus menyiapkan lahan lagi.
Lalu kemana uang hutang yang triliunan itu ? Kemana uang anggaran covid? Dihempas angin?. Bukannya diberikan ke rakyat, para koruptor terlebih dahulu menghirup wangi pundi-pundi uang hutang. Sejak awal pun uang hutang sudah lah tak benar dan uang negara seharusnya milik rakyat bersama bukan hanya beberapa rakyat saja.

Dengan kebijakan yang ada dan sistem pemerintahan yang tidak ideal sekarang ini, tidak akan bisa kita mendapatkan hasil yang ideal pula, masih banyak pula masyarakat yang belum mau patuh dengan protokol kesehatan yang ada, bukan masalah pakai masker pengap, tapi setidaknya demi melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar serta keluarga.

Tak sedikit juga masyarakat yang hanya mengkritik tetapi tidak mau ikut berusaha untuk menyelesaikan pandemi ini, taat protokol saja susah. Ibarat di suatu tempat ada pohon yang sangat besar, dibawah pohon itu ada 3 rumah penduduk berisi 5 orang tiap rumahnya, dan tiba-tiba entah apa penyebabnya pohon itu rubuh menimpa rumah dibawahnya dan menewaskan 5 orang.

Keluarga yang ditinggalkan akan merasa sedih dan berusaha untuk memberi tali pada pohon-pohon besar lainnya agar tidak menimpa rumah lainnya, tapi ada saja orang yang mengkritik “pasti ada orang tak bertanggung jawab menebang pohon nih”, “pasti ada orang jahat yang menyelakai kita nih” tapi tidak berkontribusi dan mengusahakan apapun agar keadaan menjadi lebih baik.

Intinya sistem pemerintahan harus diganti menjadi lebih baik, sehingga rakyatnya pun dapat terbimbing dengan baik, dengan rakyatnya terbimbing dengan baik pasti kontribusi akan berjalan dengan lancar.

Jadi bila disimpulkan, bagaimana mau dapat keadaan yang baik apabila sistemnya seperti ini?, lalu Apa yang bisa kita lakukkan sekarang ? Tentunya taat protokol kesehatan, berdoa dan terus mengkaji Islam karena sejauh ini masih belum ada sistem pemerintahan yang lebih baik dari Islam, karena peraturan Islam datang dari Sang Pencipta dan bukan manusia. Karena siapa yang tau manusia lebih dari manusia itu sendiri? Tentu saja penciptanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar