Recent Posts

Kebijakan PPKM Semakin Menyulitkan Ekonomi Rakyat

Rabu, 21 Juli 2021



Oleh : Ummu Ahnaf

Bintang Emon memberikan reaksi menohok atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang sering menonton sinetron Ikatan Cinta. Bagi komika 25 tahun ini, apa yang disampaikan Mahfud adalah tand sang menteri tak memiliki empati kepada rakyat Indonesia yang tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19.

Meski tidak menyebutkan nama menteri yang dimaksud, disinyalir sindiran Bintang Emon ditujukan untuk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang 'memamerkan' kegiatannya menonton sinetron di tengah PPKM Darurat.

Kicauan Mahfud MD  memantik cibiran publik lantaran cerita keseruan menonton sinetron Ikatan Cinta di tengah banyaknya korban yang tumbang akibat pandemi Covid-19. Mahfud MD mendapatkan berbagai kritikan dan cibiran dari publik terkait cuitannya itu

"PPKM memberi kesempatan kepada saya menonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat," cuit Mahfud MD. Suara.Com. Sabtu, (17/72021)

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat memang harusnya sebisa mungkin masyarakat tidak menjalani aktivitas yang tidak penting di luar rumah. Namun bagaimana dengan rakyat ekonomi menengah ke bawah. Perlu memutar otak agar bisa tercukupi kebutuhan pokoknya. Terlebih negara tidak memberikan jaminan kebutuhan pokok sepenuhnya dalam masa PPKM ini. Jadi mustahil jika rakyat  hanya berdiam diri di rumah, duduk manis sambil menikmati menonton sinetron. Seperti yang di contohkan oleh pak pejabat di negeri ini.  Ironi memang di tengah-tengah kesulitan ekonomi rakyat menengah ke bawah yg  semakin terpuruk justru pak pejabat di negeri ini duduk manis menikmati nonton sinetron. Tanpa memikirkan keadaan rakyatnya di masa PPKM ini. Jika masa PPKM terus berlanjut dan tidak ada kebijakan dari pemimpin negeri ini dengan memperhatikan keadaan ekonomi rakyat menengah ke bawah. Terutama para pedagang kaki lima mereka benar-benar kehilangan mata pencahariannya. Saat pemerintah menetap kebijakan  harusnya pemerintah memikirkan dampak dari kebijakan PPKM ini bagi rakyatnya, dan harusnya pemerintah memberikan solusi yang efektif bagi rakyatnya di masa PPKM ini. Dampak dari kebijakan PPKM ini betul-betul menyulitkan ekonomi rakyat kecil. 

PPKM Darurat Bikin Ribuan Karyawan Hotel di Yogyakarta Kehilangan Pekerjaan, Penyekatan jalan selama pemberlakuan PPKM Darurat membuat para pekerja hotel menjerit. Mereka benar-benar merasakan dampak penurunan jumlah tamu akibat kebijakan tersebut. Liputan6.com. Senin, (12/7/2021).

Dampak PPKM Darurat dirasakan sangat berat bagi pedagang kecil di Pasuruan. Omzet penjualan mereka anjlok dan terancam berhenti berjualan.
Pedagang kecil yang paling terdampak di kawasan alun-alun karena akses ke kawasan ini ditutup sejak pukul 09.00-22.00 WIB. Akibatnya kawasan ini lengang dan pedagang kehilangan pelanggan.DetikNews.Com. Jumat, (9/7/2021).

Jika pemerintah terus abai dengan kondisi keekonomian rakyat menengah ke bawah. Keadaan ini akan menambah deretan kasus kelaparan. Kebijakan PPKM yang di anggap bisa mengurangi angka korban yang terpapar covid-19 ataupun mengurangi angka kematian akibat wabah yang masih menjangkit negeri ini. Ternyata kebijakan ini tidak efektif. Justru kebijakan PPKM ini semakin mempersulit keekonomian rakyat di tengah-tengah pandemi yang belum berakhir di negri ini.

Solusi

Sistem Islam yg di contohkan oleh seorang Khalifah/Pemimpin Abu Bakar Siddiq R.A. selama menjadi pemimpin, ia selalu memperhatikan rakyatnya. Kehidupannya pun sangat sederhana dan tidak pernah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya. Dan begitu bertanggung jawab dalam pemenuhan hak-hak rakyat nya.

Seorang pemimpin idealnya  memiliki tanggung jawab sepenuhnya terhadap kondisi rakyatnya. Menerima keluh kesah rakyatnya dan memenuhi hak-hak rakyatnya. Di tengah-tengah kesulitan ekonomi rakyatnya, harusnya negara memberikan solusi efektif di masa PPKM ini pemenuhan kebutuhan pokok (Primer) untuk  setiap individu yang mencakup dua hal, yaitu kebutuhan pokok berupa barang dan kebutuhan pokok berupa jasa. 

Sandang (Pakaian), pangan (Makanan dan Minuman) dan papan (Rumah) merupakan kebutuhan primer berupa barang. Sementara kebutuhan primer berupa jasa meliputi jasa kesehatan, jasa pendidikan dan jasa keamanan. Secara praktis, strategi negara akan mewujudkan kesejahteraan ekonomi semua rakyatnya. Dengan menempuh dua cara, yaitu mekanisme langsung dan tidak langsung. Mekanisme langsung berlaku untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa jasa. Sementara pemenuhan kebutuhan pokok berupa barang dijamin dengan mekanisme tidak langsung.

Negara juga wajib memberikan pelayanan langsung kepada setiap rakyatnya dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok berupa jasa. Dalam hal ini, pelayanan jasa kesehatan, pendidikan dan keamanan adalah kewajiban negara yang harus diberikan secara cuma-cuma (gratis) kepada seluruh rakyatnya. Namun semua ini  hanya akan terwujud dalam sistem Islam yaitu "Khilafah Islamiyyah".


Wallahu'alam bishshowwab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar