Recent Posts

Kebijakan tak tepat sasaran, siapa yang harus bertanggungjawab?

Minggu, 11 Juli 2021

Oleh: Bunda Irsyad
Aktivis perhatian sosial 



EDilansir dari PR PANGANDARAN - Pemerintah Indonesia meresmikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) pada Kamis, 1 Juli 2021.

Kebijakan PPKM Darurat ini akan dibelakukan mulai Sabtu, 3 Juli sampai 20 Juli 2021 mendatang.

Oleh karena itu, terdapat beberapa aturan baru yang lebih ketat dalam pelaksanaan PPKM Darurat ini.



Salah satunya kebijakannya adalah menutup beberapa sarana publik dan sektor pekerjaan, termasuk penutupan rumah ibadah dan kegiatan konstruksi.

Namun sayang nyatanya pemerintah akan sangat kesulitan untuk mendisiplinkan rakyat nya agar mematuhi segenap aturan yang telah disiapkan pemerintah dalam rangka mengatasi pandemi covid-19 yang kian meningkat. 


Hal ini tidak lain dikarenakan pemerintah yang kerap sekali membuat kebijakan dengan hanya mementingkan kepentingan sebagian orang. 
Dengan berasalan keselamatan rakyat, pemerintah rela menutup tempat ibadah dan melarang syiar agama.  Sementara disisi lain pemerintah tetap membiarkan kegiatan pembangunan tetap berjalan 100%.

Hal ini tentu membuat rakyat merasa dicurangi, sebab kebijakan pemerintah ini hanya berpihak kepada pemilik modal. Sementara rakyat kecil dilarang untuk melakukan aktivitas diluar rumah, bahkan meskipun pemerintah tahu rakyat mencari rezeki melalui usaha kecil yang mereka lakukan. 
Sementara dengan adanya kebijakan ini mereka terpaksa harus menutup sementara usahanya.  Penderitaan pun kian bertambah bagi mereka, sebab usaha mencari rezeki harus ditutup namun kebutuhan sehari-hari tetap harus terpenuhi. 

Sebentar lagi hari raya besar umat islam akan tiba, namun kembali umat islam harus berduka.  Sebab  tahun ini umat islam harus bersabar untuk tidak merayakan nya dengan meriah. 
Ya, hari besar itu adalah hari raya idul adha atau yang sering kita dengar dengan hari raya haji/qurban.


Disatu sisi umat islam di Indonesia tidak bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Baitullah, karna alasan kesehatan dan keselamatan dimasa pandemi. Bahkan umat islam juga dilarang untuk melaksanakan ibadah salat ID berjamaah di mesjid atau lapangan yang berpotensi berkumpulnya banyak orang,  tempat ibadah ditutup. 

Padahal ini merupakan bagian dari syiar islam yang wajib untuk ditegakkan.  Ini x kedua umat islam harus ikhlas dan tabah. 
Bak covid-19 anti kepada umat islam, sebab bila diperhatikan ketika hari besar umat islam virus ini pun merebak luas. Sedangkan saat hari-hari besar lain covid-19 seolah bisa diajak kerja sama. 

Yah, mungkin itu hanyalah pikiran dari saya yang sudah mulai bosan dengan situasi sekarang ini. 
Yang bisa jadi sebenarnya ini hanyalah sebuah kebetulan yang diakibatkan ketidakpatuhan rakyat kepada kebijakan yang dibuat pemerintah. Alhasil rakyat jua lah yang harus menanggung akibatnya. 

Namun satu yang pasti, tidak mungkin ada asap jika tidak ada api. Tidak mungkin rakyat menjadi pembangkang jika tidak ada alasan yang mendasari. 


Dan sudah menjadi rahasia umum mengapa rakyat Indonesia sangat susah untuk mematuhi aturan yang pemerintah berlakukan. 
Hal itu tidak lain dikarenakan pemerintah tidak benar-benar memperhatikan nasib rakyat secara keseluruhan. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memperhatikan dampak baik dan buruk ketika hendak mengeluarkan sebuah kebijakan. Dan yang paling penting jangan sampai kebijakan yang dibuat pemerintah demi kesejahteraan orang banyak justru menyengsarakan sebagian rakyat. 

Kebijakan ppkm saat ini misalnya, atau lockdown yang sempat diberlakukan.  Kebijakan tersebut yang tanpa diiringi dengan sosialisasi dan pemberian dukungan untuk memenuhi kebutuhan selama kebijakan tersebut diberlakukan makan yang akan terjadi justru penzoliman dan alhasil rakyatpun enggan mengikuti peraturan tersebut. 
Sebab yang ada dibenak mereka adalah ketakutan akan keluarga nya mati dikarenakan kelaparan. 


Hal inilah yang seharusnya menjadi pemikiran pemerintah yang utama, sebab pemerintah bukan hanya bertanggung jawab atas wabah namun kesejahteraan dan jaminan hidup yang layak untuk setiap rakyatnya. 
Dan bukan hanya berpihak kepada sektor-sektor tertentu yang jika kita lihat mereka bukanlah rakyat kecil melainkan orang-orang yang berkecukupan materi. 

Terakhir kita berharap semoga pandemi covid-19 segera berakhir agar umat islam dan seluruh umat lain bisa kembali merayakan hari besar yang sangat dinantikan. 
Dan semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan rakyat kecil terutama dan rakyat keseluruhan agar kebijakan pemerintah tidak dipandang berpihak sebelah mata. 

Wallahu a'lam bishawab

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar