Recent Posts

Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 14 Juli 2021


 

Oleh : Izzatul Fauziah
Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Pencegahan Corona dengan social distancing karena angka penyebaran virus Corona di Indonesia semakin tinggi berbagai upaya pencegahan penyebaran telah dibuat oleh pemerintah mulai dari sering mencuci tangan dengan benar hingga menggunakan masker bagi yang sakit. Saat ini pemerintah Indonesia telah mengimbau masyarakat untuk melakukan sosial distencing, yuk cegah penyebaran virus Corona dengan tetap di rumah
        
Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang didalamnya terdapat komponen pengetahuan kesadaran atau kemauan serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut pendidikan karakter.
       Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral di mana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus gula menyempurnakan diri kearah hidup yang lebih baik ada beberapa fungsi pendidikan karakter di antaranya adalah salah satunya untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik berhati baik dan cantik untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multi kultural untuk membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional.

      Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari yaitu di antaranya kejujuran, disiplin, kerja keras, kreatif, kemandirian, sikap demokratis, sikap ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, sikap bersahabat, Cinta damai, gemar membaca, peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap sosial dan mempunyai rasa tanggung jawab dan yang paling penting yaitu sikap religius. Dari nilai-nilai tersebut kita dapat menghubungkannya dalam kehidupan kita sehari-hari karena tujuannya itu adalah untuk membentuk, melatih kemampuan individu tersebut secara terus-menerus untuk menyempurnakan ke arah yang lebih baik.

Melihat keadaan kita sekarang yang sedang digemparkan oleh kondisi wabah korona atau yang sering disebut dengan istilah Covid-19. Wabah virus ini bukan hanya berdampak pada segi bidang kesehatan ekonomi juga berdampak pada pendidikan atau proses pendidikan yaitu dampaknya diantaranya itu adalah kurang lebih dari menurut UNESCO atau dunia itu menyelidiki sekitar ada 290 juta pelajar di seluruh dunia terganggu proses pendidikannya, apa akibatnya? akibat dari ditutupnya sekolah nah salah satu kebijakan pendidikan di masa ini yaitu adanya inovasi pendidikan yang mengubah proses pembelajaran tatap muka dengan metode Learning From Home atau belajar dari rumah yang menggunakan beberapa teknologi informasi yang ada seperti WhatsApp atau Google meat, Zoom dan sebagainya atau mungkin ada juga yang namun keberadaan Learning From Home atau belajar dari rumah merupakan hal yang baru, bagi guru, siswa bahkan juga orang tua.

       Sebelum adanya wabah corona ini hal yang jamak terjadi adalah siswa mengadopsi contoh yang baik dari guru melalui sikap, melalui tutur kata seseorang guru karena kegiatan mengajar dilakukan di sekolah dan dilakukan secara rutin disekolah maupun oleh guru maupun siswa yang lebih menyebabkan waktunya lebih banyak di lingkungan sekolah sehingga kegiatan ini secara tidak langsung menanamkan pendidikan karakter pada siswa tapi kalau kita lihat dari kondisi sekarang bagaimana dengan penanaman karakter di masa pandemi itu sendiri di antaranya itu adalah pendidikan karakter merupakan hal yang sangat urgent kenapa sangat urgent karena tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan itu sendiri yang hal ini tertuang dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Menurut Undang-undang No. 20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan, yang diperlukan dirinya, masyarakat dan Negara, maka dari itu penanaman karakter dalam Learning From Home atau belajar dari rumah harus tetap dilakukan salah satunya yaitu dengan materi Penguatan Pendidikan Karakter yang kemudian disebut dengan PPK. Menurut pasal 1 peraturan Pemerintah Pilpres No. 87 tahun 2017 PPK atau Penguatan Pendidikan Karakter adalah merupakan gerakan yang mengupayakan untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik dibawah tanggung jawab satuan pendidikan melalui harmonisasi oleh hati, rasa, pikir, raga yang didalamnya terdapat kerjasama antara satuan pendidikan keluarga dan masyarakat maka dari itu upaya Tri Sentral pendidikan harus berjalan secara kontinu dalam penanaman karakter di masa pandemi ini sebenarnya jika dilihat secara tidak langsung dapat memberikan nilai-nilai karakter bagi peserta didik. Apa saja? Yaitu pertamanya kemandirian yang merujuk pada sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menjalankan kewajiban artinya di masa pandemi ink siswa secara tidak langsung dituntut untuk melaksanakan kewajiban dalam proses belajar di rumah secara mandiri tanpa bergantung kepada teman tetapi masih memiliki arahan dari guru maupun orang tua. Kedua disiplin yang merujuk pada patuh terhadap tata tertib dan aturan uran yang ditetapkan artinya siswa di masa pandemi ini secara tidak langsung menuntut siswa untuk secara tidak langsung dituntut untuk disiplin dalam melakukan pembelajaran dari luar maupun dalam proses pembelajaran dari rumah meskipun tidak ada pemantauan langsung dari guru atau orang tua. Ketiga kreativitas dimana belajar dari rumah itu memberikan upaya dalam proses pendidikan yang menuntut siswa untuk kreatif, meskipun pembelajarannya tidak berjalan secara tatap muka secara langsung dan menggunakan teknologi dan informasi yang ada. Terkait dengan pendidikan karakter di masa ini sebenarnya ada beberapa upaya yang harus kita lakukan pertama mungkin ada beberapa kita sebagai guru harus melakukan beberapa inovasi artinya kita menanamkan pendidikan karakter dimasa pandemi ini dengan cara menerapkan pembelajaran dengan daring atau model seperti itu dilakukan dengan membuat misalnya karakter anak yang diisi oleh orang tua sebagai bagaimana perilaku anak di rumah juga guru dan orang tua saling bekerja sama yang kedua peran orang tua juga sangat penting dari salah satu upayanya itu karena keberhasilan pendidikan karakter di masa ini ditunjang oleh Tri sentra pendidikan yaitu sekolah orang tua dan masyarakat saat ini orang tua memegang peran penting karena aktivitas siswa lebih banyak dilakukan di rumah dengan orang tua jika sebuah perumpamaan mengatakan bahwa para siswa di sekolah seharusnya tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara materi terkait pendidikan namun juga aplikasinya maka saat ini orang tua menjadi tempat aplikasi terbaik dan rumah menjadi sekolah bagi siswa hal ini benar.

      Jadi benar bahwa di dalam Islam orang tua merupakan madrasah pertama bagi anaknya adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya ini orang tua harus bisa bekerjasama dengan guru bagaimana pendidikan karakter yang ditumbuhkan kepada siswa selaku siswa di sekolah yang ketiga pembiasaan pembiasan pembiasan pendidikan itu merupakan bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang diperuntukkan bagi generasi selanjutnya dengan membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah yang lebih baik hatinya pembiasaan di sini sangat penting pendidikan penanaman pendidikan karakter di masa ini orang tua dan guru harus bekerja sama dalam pembentukan pendidikan karakter anak dengan melakukan pembiasaan baik secara daring maupun tidak terkait maupun tidak terkait penanaman nilai karakter dimasak seperti apa misalnya gotong royong, kepekaan terhadap lingkungan, terkait dengan covid-19 dan lain sebagainya mengingat pentingnya penanaman karakter bagi anak walaupun dalam kondisi saat ini berbagai upaya harus dilakukan akan tetapi dengan satu kunci yaitu kerjasama yang baik antara tri sentral yaitu orang tua, sekolah dan masyarakat karena pendidikan karakter tidak bisa berdiri sendiri melainkan satu kesatuan yang harus dikelola dengan baik.

      Pada mata kuliah "Communication Skills For Teacher" saya mendapatkan ilmu bahwa karakter adalah ciri khas seseorang dalam berperilaku yang membedakan dirinya dengan orang lain. Kata lain dari karakter adalah watak, kepribadian (personality), individual (individuality) ini ialah suatu sifat yang terdapat pada diri individu seseorang yang cenderung menetap secara permanen. Mengenal karakter diri itu perlu karena mengetahui bagaimana orang lain memberikan sebutan atau mempunyai presentasi bagi diri proses perkembangan karakter pada diri seseorang faktor yang harus baik faktor bawaan (nature) dan lingkungan (nuturw) diamana orang yang bersangkutan tumbuh dan berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar